KABUPATEN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Mojokerto melakukan monitoring pada setiap destinasi wisata selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Kamis (1/1). Dengan menempatkan pegawai di setiap loket masuk objek wisata. Langkah ini sebagai upaya pemkab mengoptimalisasi pendapatan dan menutup kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) pada setiap objek wisata di bumi Majapahit.
Sekretaris Bapenda Kabupaten Mookerto Pipit Susatiyo mengatakan, libur panjang Nataru belakangan memang menjadi momentum pemda menggenjot PAD dari sektor pariwisata.
Sehingga berbagai upaya dilakukan sebagai optimalisai pendapatan. ’’Salah satu yang kita lakukan saat ini melakukan monitoring ke objek-objek wisata yang dikelola pemda,’’ ungkapnya, Kamis (1/1).
Berkolaborasi dengan disbudporapar, bapenda secara intens turun ke setiap objek wisata di bawah naungan pemkab. Termasuk menempatkan pegawai di setiap loket pintu masuk penjualan karcis destinasi wisata.
’’Selain untuk optimalisasi pendapatan, penempatan checker di loket-loket ini juga bagian dari upaya pemda menutup celah kebocoran PAD yang masuk ke daerah,’’ paparnya. Monitoring sekaligus menempatkan pagawai di objek wisata sudah dilakukan sejak Senin (29/12) lalu dan akan berakhir hari ini (2/1).
Mereka melakukan pencatatan kepada setiap pengunjung yang masuk destinasi wisata. Data tersebut lantas disinkronisasi dengan petugas loket yang bertugas.
’’Data-data ini akan dipadukan, sehingga celah kebocoran setiap loket objek wisata seminimal mungkin kita tekan. Ini menjadi komitmen pemkab dalam upaya menggenjot pendapatan di semua sektor,’’ jelasnya. Menurutnya, dengan berbagai langkah yang dilakukan ini, pendapatan yang masuk ke daerah akan lebih optimal. Apalagi, di tahun 2026, target PAD secara umum dinaikkan menjadi Rp 881,7 miliar dari sebelumnya 2025 sebesar 851,744 miliar.
Dengan demikian, lanjut Pipit, momentum libur Nataru menjadi peluang besar pemda untuk mendulang PAD sektor pariwisata.
’’Momentum liburan ini tidak boleh dilewatkan, makanya kita kolaborasi dengan disbudporapar agar PAD sektor pariwisata bisa semakin optimal. Harapan kami bisa lebih meningkat,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado