JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, kebutuhan masyarakat akan transportasi umum dipastikan meningkat signifikan.
Momen pergantian tahun menjadi waktu favorit untuk pulang kampung maupun berlibur bersama keluarga.
Akibatnya, harga tiket berbagai moda transportasi cenderung mengalami kenaikan, terutama pada tanggal-tanggal favorit keberangkatan.
Meski demikian, masyarakat masih memiliki peluang untuk berburu tiket dengan harga lebih terjangkau melalui berbagai platform online travel.
Beberapa sejumlah aplikasi pemesanan tiket daring, harga transportasi jelang Tahun Baru 2026 bervariasi, tergantung jenis moda, jarak tempuh, serta waktu keberangkatan.
Mulai dari bus, travel, kereta api, hingga pesawat terbang, masing-masing memiliki keunggulan dan rentang harga yang berbeda.
Bus antarkota masih menjadi moda transportasi favorit bagi masyarakat yang ingin bepergian dengan biaya lebih terjangkau.
Baca Juga: Pedal Gas Nyantol, Pikap Tabrak Kendaraan dan Seruduk Rumah Warga di Pacet Mojokerto
Dari hasil perbandingan di beberapa online travel, harga tiket bus jelang Tahun Baru 2026 mengalami kenaikan dibanding hari biasa, namun tetap relatif lebih murah dibandingkan moda lainnya.
Untuk rute jarak menengah hingga jauh, harga tiket bus ekonomi berkisar mulai dari ratusan ribu rupiah, tergantung kelas dan fasilitas yang ditawarkan.
Bus kelas eksekutif dengan fasilitas AC, kursi reclining, hingga hiburan pribadi umumnya dibanderol lebih tinggi.
Meski demikian, bus tetap diminati karena banyak pilihan jadwal dan rute yang menjangkau berbagai daerah.
Selain bus, jasa travel antar kota juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang mengutamakan kenyamanan dan kepraktisan.
Travel biasanya menawarkan sistem penjemputan langsung ke alamat penumpang, sehingga dinilai lebih efisien, terutama bagi yang membawa barang cukup banyak.
Harga tiket travel jelang Tahun Baru 2026 terpantau lebih mahal dibandingkan bus, namun masih lebih terjangkau dibandingkan pesawat.
Kenaikan tarif biasanya terjadi pada H-7 hingga H-1 pergantian tahun. Meski begitu, travel tetap menjadi pilihan favorit untuk rute-rute tertentu yang tidak terjangkau kereta api.
Kereta api masih menjadi sarana transportasi andalan masyarakat, terutama untuk perjalanan antar kota di Pulau Jawa.
Berdasarkan pemantauan di aplikasi resmi dan mitra online travel, tiket kereta api kelas ekonomi, bisnis, hingga eksekutif sudah mulai diburu sejak jauh hari.
Harga tiket kereta api jelang Tahun Baru 2026 menyesuaikan dengan kebijakan tarif batas atas dan bawah.
Kereta kelas ekonomi bersubsidi masih menjadi incaran karena harganya relatif stabil. Sementara itu, kelas eksekutif mengalami kenaikan seiring meningkatnya permintaan, terutama untuk jadwal keberangkatan favorit.
Bagi masyarakat yang ingin menghemat waktu perjalanan, pesawat terbang menjadi pilihan utama.
Namun, dari hasil perbandingan harga di beberapa online travel, tiket pesawat menjelang Tahun Baru 2026 menunjukkan kenaikan paling signifikan dibandingkan moda lainnya.
Harga tiket pesawat sangat dipengaruhi oleh rute, maskapai, serta waktu pemesanan. Tiket yang dipesan mendekati hari keberangkatan umumnya dibanderol lebih mahal.
Meski demikian, sejumlah platform online travel kerap menawarkan promo terbatas, seperti potongan harga atau cashback, yang bisa dimanfaatkan calon penumpang.
Agar mendapatkan tiket dengan harga lebih terjangkau, masyarakat disarankan untuk memesan tiket jauh-jauh hari sebelum puncak liburan.
Selain itu, membandingkan harga di beberapa online travel juga penting untuk mendapatkan penawaran terbaik.
Fleksibilitas waktu keberangkatan turut menjadi faktor penentu. Memilih jadwal di luar tanggal favorit atau jam sibuk bisa membantu menekan biaya perjalanan.
Tidak kalah penting, memanfaatkan promo, diskon, dan program loyalitas dari aplikasi travel dapat menjadi solusi berburu tiket murah jelang Tahun Baru 2026.
Dengan perencanaan yang matang dan pemantauan harga secara berkala, masyarakat masih memiliki peluang untuk menikmati libur akhir tahun tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang terlalu besar.
NIYA
Editor : Imron Arlado