Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sering Disalahpahami, Inilah Fakta Mengenai Pisang dan Stroberi yang Jarang Diketahui

Imron Arlado • Kamis, 25 Desember 2025 | 22:59 WIB
Selama ini, buah stroberi hampir selalu dianggap sebagai contoh paling jelas dari buah berry karena tampilan visualnya. Sumber foto: Google
Selama ini, buah stroberi hampir selalu dianggap sebagai contoh paling jelas dari buah berry karena tampilan visualnya. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Selama ini, buah stroberi hampir selalu dianggap sebagai contoh paling jelas dari buah berry.

Hal tersebut dipicu oleh stroberi yang memiliki kriteria ukuran yang kecil, berwarna merah, dan bahkan namanya mengandung kata "berry".

Sebaliknya, buah pisang yang jarang atau bahkan hampir tidak pernah diasosiasikan sebagai dengan kategori keluarga berry justru termasuk ke dalam kategori berry sejati.

Perbedaan antara persepsi sehari-hari dengan klasifikasi atau penjelasan ilmiah inilah yang membuat topik ini tak sedikit dibahas oleh orang di berbagai platform digital.

Dalam ilmu botani, berry didefinisikan dengan lebih spesifik dibandingkan dengan penggunaan istilahnya dalam kehidupan sehari-hari, yakni sebagai buah yang berkembang dari satu bunga dengan satu ovarium.

Seluruh bagian ovarium tersebutlah yang kemudian akan tumbuh menjadi daging lunak dengan biji yang berada di dalam daging buah.

Seluruh struktur buah berry seperti kulit, daging, dan bagian dalamnya menyatu sebagai satu struktur utuh yang membuat, rasa, ukuran, serta warna tak bisa menjadi penentu apakah suatu buah bisa disebut berry atau tidak.

Dalam konteks ini, buah stroberi tak termasuk ke dalam keluarga berry sejati karena ia tak memenuhi kriteria berry sejati, yaitu bagian yang tampak seperti daging buah pada stroberi sebenarnya bukan berasal dari ovarium.

 

 

Bagian merah pada stroberi yang biasanya dimakan sebenarnya merupakan dasar bunga yang membengkak atau receptacle, bukan bakal buah.

Sementara bagian buah stroberi yang benar-benar bakal buah adalah bintik-bintik kecil di permukaan stroberi yang disebut dengan achene, buah kecil yang masing-masinya berasal dari ovarium bunga.

Karena stroberi terbentuk dari banyak ovarium yang terpisah dan bijinya terletak di luar, stroberi dianggap sebagai buah agregat atau buah semu.

Sedangkan pisang yang secara tampilan visual sama sekali tak menunjukkan kriteria berry justru memenuhi seluruh kriteria berry sejati secara botani.

Pisang adalah buah yang dagingnya berkembang langsung dari satu ovarium yang kemudian berkembang menjadi tekstur yang lunak.

Meski biji kebanyakan pisang yang biasa dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari tak terlihat begitu jelas, secara biologis pisang tetap memiliki sisa struktur biji di dalam tubuhnya.

Selain pisang, ada pula buah-buah lainnya yang secara visual tak tambah seperti berry namun memenuhi kriteria keluarga berry sejati dalam dunia botani, yaitu tomat, anggur, dan terong.

Dan buah yang seringkali dianggap berry namun sebenarnya tak termasuk ke dalam kategori berry selain stroberi adalah raspberry.

Perbedaan inilah yang menunjukkan bahwa istilah berry dalam dunia atau sisi botani tak selalu sejalan dengan kebiasaan penanaman sehari-harinya.

 

 

Klasifikasi botani membantu memahami bagaimana buah berkembang secara biologis, tak hanya bagaimana buah tersebut tampak atau dikonsumsi.

Selain itu, sudut pandang ini juga membuat buah-buahan yang selama ini dianggap biasa saja bisa dipahami dengan cara yang lebih spesifik dan menarik.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#tomat #kriteria #terong #buah #botani #anggur #pisang #Raspberry #berry #stroberi