KOTA - Kesiapan Polres Mojokerto Kota dalam mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mendapat perhatian Tim Kerja Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas). Monitoring dan pengawasan pengamanan dilakukan di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, Selasa (23/12).
Tim Kompolnas disambut langsung Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto beserta jajaran. Kegiatan diawali dengan paparan di Aula Hayam Wuruk Mapolres Mojokerto Kota, dilanjutkan dengan peninjauan kesiapan pengamanan di Gereja Santo Yosep serta Pos Terpadu Alun-Alun Kota Mojokerto.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto menegaskan, menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Nataru tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Peran aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman.
"Kami mengajak masyarakat untuk berperan langsung menjaga keamanan, minimal di lingkungannya masing-masing. Menjelang Nataru ini kami mendirikan empat pos pengamanan, terdiri dari dua pos pengamanan (Pos Pam), satu pos terpadu, dan satu pos pelayanan (Pos Yan)," jelasnya.
Dalam pengamanan Nataru kali ini, Polres Mojokerto Kota juga menerjunkan sebanyak 180 personel yang disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk rumah ibadah dan pusat aktivitas masyarakat.
Anggota Kompolnas M Khoirul Anam menekankan bahwa tugas kepolisian dalam pelayanan publik harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keseimbangan antara hak dan kewajiban harus terjaga, baik bagi masyarakat yang dilayani maupun personel yang bertugas.
"Masyarakat harus merasa nyaman, terutama umat yang merayakan Natal. Di sisi lain, personel pengamanan juga harus siap secara fisik dan mental. Keseimbangan antara yang menjaga dan yang dijaga inilah yang menciptakan kondisi aman dan kondusif," ujarnya.
Ia juga menyoroti peran strategis fungsi kehumasan Polres Mojokerto Kota dalam menyampaikan informasi pengamanan kepada masyarakat secara utuh dan berkelanjutan.
"Kinerja polisi dinilai langsung oleh masyarakat. Karena itu, humas memiliki peran penting untuk menyampaikan informasi pengamanan sejak awal hingga akhir kegiatan. Jika masyarakat mengetahui dan memahami upaya pengamanan, mereka akan ikut menjaga keamanan, setidaknya mulai dari diri sendiri," paparnya.
Kunjungan monitoring Kompolnas ini ditutup dengan peninjauan langsung kesiapan pengamanan di Gereja Santo Yosep serta Pos Terpadu di kawasan Alun-Alun Kota Mojokerto. (rif/fen)
Editor : Fendy Hermansyah