Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Cashless Society di Kalangan Generasi Muda

Imron Arlado • Minggu, 21 Desember 2025 | 23:18 WIB
Perkembangan teknologi digital di era modern telah sukses mengubah banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara bertransaksi. Sumber foto: Google
Perkembangan teknologi digital di era modern telah sukses mengubah banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara bertransaksi. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perkembangan teknologi digital di era modern ini telah sukses mengubah banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara orang bertransaksi.

Saat ini, aktivitas transaksi atau membayar lebih sering dilakukan melalui ponsel, berbeda dengan era sebelumnya yang lebih sering bertransaksi dengan uang tunai.

Hal tersebut dapat dilihat melalui fenomena yang sering terjadi di mana uang tunai yang dahulu selalu ada di dompet perlahan mulai jarang digunakan, terutama di kalangan generasi muda masa kini.

Kebiasaan tersebut disebut sebagai cashless society, hadirnya cashless society juga menunjukkan adanya pergeseran fase menuju sistem pembayaran yang lebih modern dan praktis.

Dalam fenomena kebiasaan ini, uang tak lagi selalu hadir dalam bentuk fisik, melainkan tersimpan sebagai saldo di mobile banking atau e-wallet.

Perlu diketahui bahwa konsep kebiasaan ini tak sepenuhnya menghapus keberadaan uang tunai, tetapi menunjukkan bahwa perannya semakin berkurang karena masyarakat memilih metode pembayaran yang lebih praktis dan efisien.

Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia meningkat secara pesat.

Di tengah maraknya konsep pembayaran digital ini, hadir fitur baru bernama QRIS yang semakin mempermudah transaksi lintas aplikasi maupun bank hanya dengan memindai satu kode yang disebut kode QR.

 

Baca Juga: Keji! Warga Seduri Mojokerto Rudapaksa lalu Gasak Motor Korban

 

Selain itu layanan e-wallet dan m-banking juga semakin beragam dan mudah diakses, sehingga membuat pembayaran digital tak lagi terbatas di kota besar, tetapi sudah tersebar merata hingga ke warung kecil dan pelaku UMKM.

Dalam fenomena ini, generasi muda menjadi kelompok yang paling cepat beradaptasi dengan sistem pembayaran ini karena pertumbuhan hidup mereka sangat dekat dengan perkembangan teknologi digital.

Berbagai smartphone juga telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda, sehingga menyimpan uang secara digital dianggap lebih aman dan efisien.

Pembayaran digital juga dinilai lebih unggul karena mampu menghadirkan berbagai manfaat dan keuntungan, seperti efisiensi waktu serta banyak promo, cashback, dan diskon yang ditawarkan oleh berbagai layanan digital yang jarang ditemui dalam pembayaran tunai.

Selain itu, resiko kehilangan uang fisik semakin berkurang dan riwayat transaksi yang secara otomatis tercatat secara rinci juga dapat membantu pengguna mengatur pengeluaran.

Namun, di balik kemudahan dan seluruh keuntungannya, sistem digital juga memiliki tantangan serta dampak negatif.

Ketergantungan pada teknologi memuat transaksi sangat bergantung pada jaringan dan perangkat, resiko keamanan data dan penyalahgunaan informasi pun menjadi salah satu kekhawatiran yang sangat diperhatikan.

Selain itu, kemudahan bertransaksi juga tak menutup kemungkinan akan memicu pengeluaran yang berlebihan karena uang digital tak terlihat wujudnya seperti uang tunai.

 

Baca Juga: Remisi Natal Sasar Lima Napi di Mojokerto, Dari Kasus KDRT hingga Narkotika

 

Fenomena cashless society pada akhirnya juga menjadi cerminan bagaimana teknologi membentuk cara baru masyarakat dalam memandang dan menggunakan uang.

Maka dari itu, pemahaman mengenai keunggulan dan tantangan menggunakan sistem transaksi digital dapat membantu pengguna untuk selalu bijak dan seimbang dalam memanfaatkan teknologi.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#anak muda #pembayaran #cashless society #generasi muda #era modern #qris #non tunai #e-wallet #masa kini #transfer #mobile banking #M-Banking