JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sering mengalami kesemutan kerap dianggap sebagai hal sepele karena biasanya muncul akibat duduk terlalu lama, salah posisi tubuh, atau aliran darah yang terhambat sementara.
Namun, bila kesemutan terjadi berulang, berlangsung lama, atau muncul tanpa sebab yang jelas, kondisi ini patut mendapat perhatian lebih.
Dalam dunia medis, kesemutan dikenal sebagai parestesia, yaitu sensasi tidak normal seperti rasa kebas, tertusuk, atau seperti dialiri listrik pada bagian tubuh tertentu, terutama tangan dan kaki.
Sensasi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.
Salah satu penyebab kesemutan yang jarang disadari adalah gangguan pada saraf tepi. Saraf tepi berfungsi mengirimkan sinyal antara otak, sumsum tulang belakang, dan seluruh bagian tubuh.
Ketika saraf ini mengalami tekanan, peradangan, atau kerusakan, sinyal yang dikirimkan menjadi tidak optimal sehingga menimbulkan rasa kesemutan.
Baca Juga: Lima Napi Diusulkan Terima Remisi Natal, Begini Penjelasan Kalapas Mojokerto
Kondisi seperti carpal tunnel syndrome pada pergelangan tangan atau saraf terjepit di area leher dan punggung sering kali menjadi pemicu.
Terutama pada orang yang sering melakukan aktivitas berulang atau memiliki postur tubuh yang kurang baik.
Selain gangguan saraf, kekurangan vitamin tertentu juga dapat menyebabkan kesemutan. Vitamin B, khususnya vitamin B1, B6, dan B12, memiliki peran penting dalam menjaga fungsi saraf.
Kekurangan vitamin-vitamin tersebut dapat mengganggu transmisi sinyal saraf sehingga memunculkan sensasi kesemutan, mati rasa, hingga kelemahan otot.
Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan pola makan tidak seimbang, penderita gangguan penyerapan nutrisi, atau individu yang menjalani diet ketat tanpa pengawasan yang tepat.
Kesemutan juga dapat berkaitan dengan gangguan peredaran darah. Aliran darah yang tidak lancar membuat pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh menjadi berkurang.
Hal tersebut mengakibatkan bagian tubuh tertentu, terutama tangan dan kaki, dapat mengalami kesemutan.
Penyempitan pembuluh darah, tekanan pada pembuluh darah akibat posisi tubuh tertentu, atau penyakit seperti aterosklerosis dapat menjadi faktor penyebab yang sering luput dari perhatian.
Dalam jangka panjang, gangguan peredaran darah yang tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan organ lainnya. Penyakit kronis tertentu turut berperan dalam munculnya kesemutan yang berulang.
Kesemutan pada penderita diabetes biasanya disertai rasa kebas atau nyeri, terutama pada kaki.
Selain itu, penyakit ginjal, gangguan tiroid, dan penyakit autoimun juga dapat mempengaruhi fungsi saraf dan memicu sensasi kesemutan secara terus-menerus.
Baca Juga: Pemalsu STNK di Mojokerto Dituntut 1,5 Tahun Penjara
Faktor gaya hidup juga tidak dapat diabaikan sebagai penyebab kesemutan. Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebihan dapat merusak saraf serta mengganggu aliran darah.
Kurangnya aktivitas fisik, stres berkepanjangan, dan posisi duduk atau tidur yang salah dalam waktu lama turut meningkatkan risiko terjadinya kesemutan.
Tanpa disadari, kebiasaan sehari-hari ini dapat memperburuk kondisi saraf dan membuat kesemutan semakin sering muncul.
Untuk mencegah dan mengurangi kesemutan, penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Mengatur posisi tubuh saat duduk atau bekerja.
Rutin melakukan peregangan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dapat membantu menjaga kesehatan saraf.
Selain itu, menjaga kadar gula darah tetap stabil, berolahraga secara teratur, dan menghindari kebiasaan merokok serta alkohol berlebihan juga berperan penting dalam mencegah kesemutan yang berkepanjangan.
Meski demikian, kesemutan yang sering terjadi dan tidak kunjung membaik sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan menentukan penanganan yang tepat.
Kesemutan bukan sekedar rasa tidak nyaman, tetapi bisa menjadi sinyal tubuh bahwa ada masalah kesehatan yang perlu segera diperhatikan.
NIYA
Editor : Imron Arlado