JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Fenomena hujan meteor selalu menjadi salah satu sorotan besar yang dinantikan oleh banyak orang, terutama para penggemar astronomi.
Pada akhir tahun 2025 kali ini, kabar mengenai adanya fenomena hujan meteor Geminid sukses menjadi sorotan besar karena intensitasnya yang stabil dengan jumlah meteor yang banyak.
Antusiasme publik pun semakin meningkat karena berbagai prediksi astronomi menunjukkan bahwa aktivitas dan intensitasnya akan lebih spektakuler karena lebih tinggi dari rata-rata, terutama di pertengahan Desember.
Sejak saat ini, banyak orang terutama para penggemar astronomi yang sangat antusias menunggu momen ini karena menghadirkan kesempatan untuk melihat langit dengan cara yang lebih istimewa.
Hujan meteor adalah hasil dari debu-debu asteroid yang terseret gravitasi oleh gravitasi bumi dan terbakar di atmosfer, menciptakan jejak cahaya terang yang kemudian dikenal sebagai meteor.
Sementara itu, hujan meteor Geminid merupakan rangkaian meteor yang tampak muncul atau jatuh dari arah konstelasi rasi bintang gemini, itulah mengapa meteor ini diberi nama meteor Geminid.
Keunikan meteor Geminid terletak pada asal atau sumbernya yang berbeda dari meteor lain, yakni asteroid 3200 phaethon, bukan komet seperti kebanyakan hujan meteor lainnya.
Hujan meteor Geminid juga memiliki beberapa fakta menarik, seperti penemuan bahwa sumbernya berasal dari asteroid 3200 phaethon membuat meteor ini berbeda dari mayoritas hujan meteor, sehingga 3200 phaethon seringkali disebut sebagai "komet kering".
Baca Juga: Survei Penyelamatan Cagar Budaya di Mojokerto Belum Jadi Prioritas
Konsistensi jumlah meteornya setiap tahun juga menjadikan Geminid sebagai salah satu fenomena hujan meteor yang paling stabil dan dapat diandalkan oleh para pengamat.
Geminid dikenal sebagai meteor yang memiliki karakter warna kekuningan dengan lintasan yang cukup jelas dan durasi yang sedikit lebih lama.
Membuatnya menjadi salah satu hujan meteor yang paling mudah diamati oleh semua orang meski tanpa alat lengkap.
Menurut situs zona waktu Time and Date, hujan meteor Geminid di tahun ini berlangsung dari awal hingga pertengahan Desember, yakni 4 hingga 20 Desember.
Dalam rentang waktu tersebut, jumlah meteor secara perlahan-lahan akan bertambah hingga mencapai puncaknya pada pertengahan bulan.
Untuk skala global, hujan meteor Geminid diperkirakan akan terjadi pada tanggal 12 hingga 14 Desember dengan kemungkinan akan terlihat 120 meteor per jamnya, tergantung pada zona waktu.
Adapun jadwal puncak hujan meteor Geminid di langit Indonesia, yaitu pada tanggal 14 hingga 15 Desember atau akhir pekan ini dengan perkiraan akan ada 150 meteor per jam.
Waktu yang paling baik untuk menikmati dan mengamati fenomena hujan meteor Geminid adalah saat tengah malam menjelang fajar.
Karena pada jam-jam tersebut, langit akan relatif lebih gelap dan aktivitas atmosfer lebih stabil sehingga meteor yang melintas dapat terlihat lebih jelas dibandingkan dengan waktu malam awal.
Baca Juga: Berlubang dan Bergelombang, Jalan Nasional di Mojokerto Ditambal Sulam
Agar pengalaman mengamati hujan meteor semakin maksimal dan berkesan, carilah lokasi yang jauh dari gemerlap cahaya kota atau lampu jalan dan pastikan bahwa langit tidak mendung.
Dalam hal ini, mengamati hujan meteor tak perlu menggunakan alat khusus karena meteor justru lebih mudah dilihat dengan pandangan mata yang luas.
Hadirnya fenomena ini tak hanya menjadi tontonan langit, tetapi juga pengingat bahwa aktivitas alam semesta selalu menyimpan kejutan dan kesempatan yang menghubungkan manusia dengan luar angkasa.
FANEZA
Editor : Imron Arlado