Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Peringatan Kemungkinan Terjadinya Mega Gempa, Berikut Alasan Dibalik Jepang yang Sering Mengalami Gempa Bumi dan Tsunami!

Eki Septian Tri Wulansari • Rabu, 10 Desember 2025 | 00:56 WIB
Peringatan Kemungkinan Terjadinya Mega Gempa , Berikut Alasan Dibalik Jepang yang Sering Mengalami Gempa Bumi dan Tsunami! (sumber: Freepik)
Peringatan Kemungkinan Terjadinya Mega Gempa , Berikut Alasan Dibalik Jepang yang Sering Mengalami Gempa Bumi dan Tsunami! (sumber: Freepik)

RADAR MOJOKERTO - Gempa bumi dengan magnitudo 7,5 melanda pantai utara Jepang kemarin pada Senin (8/12) pukul 23.15.

Sanae Takaichi, Perdana Menteri (PM) Jepang menyebut 30 orang mengalami luka-luka akibat gempa dan tsunami yang sempat menghantam wilayah utara Aomori tersebut.

Kemudian, setelah sempat mengeluarkan berita peringatan tsunami, Japan Meteorological Agency (JMA) atau Badan Meteorologi Jepang akhirnya mencabut peringatan pada Selasa (9/12) pagi.

JMA sempat pula memberi peringatan waspada terhadap tsunami tingkat rendah bagi beberapa wilayah di utara Jepang, meski akhirnya juga dibatalkan.

Lebih lanjut, gempa yang sempat mengguncang wilayah utara Jepang ini diprediksi JMA akan memunculkan gempa susulan yang bahkan diperkirakan lebih besar (mega gempa) berpotensi tsunami di Sepanjang Pantai Pasifik mulai dari Hokkaido - Prefektur Chiba.

Berdasar sejarah, wilayah Jepang memang pernah mengalami beberapa kali bencana alam semacam gempa bumi dan tsunami.

 

Baca Juga: Tertarik Belajar Ilmu Filsafat? Berikut 4 Rekomendasi Buku yang Wajib Dibaca! Mulai Sejarah Hingga Prinsip Hidup Stoic

 

Salah satu yang menjadi sejarah besar Jepang adalah tsunami berkekuatan 9,1 M yang menelan hampir 20.000 dan menimbulkan kecelakaan nuklir Fukushima.

Lantas apa yang menyebabkan wilayah Jepang kerap diterpa bencana alam seperti gempa dan tsunami? Berikut penjelasannya.

1. Berlokasi di atas Empat Lempeng Tektonik

Jepang dikenal sebagai zona seismik paling aktif, salah satunya dengan terletak di atas empat lempeng tektonik yang saling bertemu tepat di bawah Jepang.

Keempat lempeng tersebut meliputi Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Amerika Utara.

Lempeng tektonik yang bertabrakan kemudian membentuk megathrust zone 

dan megathrust zone ini dikatakan sebagai bom waktu karena menyimpan energi besar yang bisa meledak sewaktu-waktu dengan kekuatan dahsyat.

2. Memiliki Megathrust Zone

Alasan dibalik seringnya terjadi bencana alam adalah karena Jepang memiliki megathrust zone atau zona subduksi lempeng.

Jepang sendiri menjadi salah satu negara paling beresiko karena dikelilingi oleh 4 zona megathrust seperti Japan Trench, Nankai Trough, Sagami Trough, dan Kuril Trench.

Meski diprediksi terjadi dalam waktu yang berjarak cukup lama, namun kekuatan ledakan atau bencana megathrust sangatlah besar.

Salah satu gempa megathrust yang pernah terjadi adalah pada tahun 2011 dengan M 9,1. Gempa ini berhasil melumpuhkan Jepang dengan menewaskan 20.000 orang dan total kerugian mencapai ratusan miliar dollar.

3. Garis Pantai Rawan Tsunami

Garis pantai di Jepang banyak yang langsung menghadap palung laut dengan kedalaman yang beragam, bahkan ada yang melebihi 9000 meter.

Ketika gempa megathrust, tentunya air akan langsung menghantam daratan dan melumpuhkan beberapa wilayah di Jepang.

 

Baca Juga: Tak Suka Drama, 5 Zodiak Ini Bakal Langsung Cut-Off Daripada Berdebat dan Membuang-buang Waktu! Siapa Saja?

 

4. Terletak di Pacific Ring of Fire

Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) adalah wilayah cincin dengan tingkat gempa paling aktif di dunia dan Jepang terletak di sepanjang ring of fire tersebut.

Ring of Fire memiliki panjang sekitar 40 ribu km dengan ratusan gunung berapi yang menyebabkan terjadinya banyak gempa bumi dan letusan gunung berapi di dunia.

5. Aktivitas Vulkanik yang Tinggi

Bukan hanya berbahaya karena memiliki zona subduksi, namun Jepang juga dikenal dengan aktivitas vulkaniknya.

Menurut laporan Smithsonian Institution Global Volcanism Program mencatat 44 gunung berapi aktif berada di Jepang.

Informasi lain juga menyebutkan ada setidaknya lebih dari 400 gunung dengan 108 diantaranya merupakan gunung aktif.

Banyaknya gunung di Jepang ini menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dan dikaitkan dengan intensitas gempa bumi di Jepang.

Itulah beberapa alasan dibalik sering terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa, dan tsunami di wilayah Jepang.

Meski dikenal maju dan berteknologi unggul, Jepang juga tak terelakkan dengan kemungkinan terjadinya bencana alam yang sewaktu-waktu bisa menghantam wilayahnya.

Namun dengan pemanfaatan teknologi dan kemampuan yang tepat, Jepang tentunya sudah mengantisipasi dan berupaya memberikan peringatan secara cepat dan menyeluruh.

Editor : Imron Arlado
#tsunami #gempa di jepang #sanae takaichi #megathrust #bencana alam #gunung berapi #JMA