Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenali Tics Disorder dan Tourette Syndrome, Dua Istilah yang Saling Berkaitan Namun Berbeda

Imron Arlado • Minggu, 7 Desember 2025 | 20:48 WIB
Beberapa orang kerap kali menganggap tics dan tourette adalah dua kondisi medis yang sama, padahal keduanya memiliki kriteria yang berbeda. Sumber foto: Google
Beberapa orang kerap kali menganggap tics dan tourette adalah dua kondisi medis yang sama, padahal keduanya memiliki kriteria yang berbeda. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Beberapa orang kerap kali menganggap tics dan tourette adalah dua kondisi medis yang sama, padahal keduanya memiliki kriteria yang jelas berbeda.

Tics adalah gejala berupa gerakan atau suara yang muncul secara tiba-tiba dan sulit dikendalikan.

Sedangkan tourette merupakan kondisi medis yang lebih kompleks karena melibatkan lebih dari satu jenis kombinasi tics tertentu dan terjadi dalam jangka waktu yang panjang.

Kedua kondisi tersebut memang berkaitan, namun tak selalu berjalan beriringan. Maka dari itu, seseorang yang mengalami tics belum tentu mengalami tourette, tetapi orang yang menderita tourette pasti mengalami tics.

Lebih jelasnya, tics adalah gerakan atau suara yang muncul secara tiba-tiba, terjadi berulang kali, dan di luar kendali.

Tics disorder memiliki dua jenis utama, yakni tics motorik dan tics vokal. Tics motorik merupakan kondisi munculnya gerakan fisik secara spontan, dan berulang, seperti kedipan mata, meringis, dan menggerakkan bahu.

Dalam tingkatan yang lebih kompleks, tics disorder bisa berupa gerakan yang terstruktur, seperti melompat atau menyentuh benda secara berkali-kali.

Sedangkan tics vokal adalah  kondisi medis yang berupa suara
Kemunculan kondisi ini bisa berupa kedipan mata, gerakan kepala, batuk kecil, suara pendek, dan gerakan lainnya yang muncul secara spontan serta berulang-ulang.

Kemunculan kondisi ini bisa berupa kedipan mata, gerakan kepala, batuk kecil, suara pendek, dan gerakan lainnya yang muncul secara spontan serta berulang-ulang.

Intensitas kondisi tics disorder juga seringkali berubah-ubah, kadang mereda dan kadang muncul lebih sering, terutama ketika seseorang merasa stress atau terlalu lelah.

Sementara tourette syndrome merupakan kondisi neurologis yang ditandai oleh munculnya lebih dari satu jenis tics, yakni tics motorik dan tics vokal, yang muncul secara bersamaan dengan durasi kemunculan lebih dari satu tahun.

Kondisi ini bukan sekedar tics tunggal, melainkan pola gejala yang sudah berlangsung lama dan konsisten terjadi.

Baca Juga: Terjerat Rumor Kencan, Berikut Ini Profil Jungkook BTS dan Winter Aespa yang Tengah Menjadi Sorotan

Namun, tourette syndrome tak selalu muncul dengan bentuk yang ekstrem, beberapa orang mengalaminya dengan gejala yang ringan dan sebagian lainnya memiliki gejala yang lebih menonjol.

Sedangkan tics vokal adalah kondisi tics yang berupa suara spontan dan terjadi beberapa kali, mulai dari suara sederhana seperti batuk, dengusan, atau berdeham, hingga menghadirkan vokal kompleks seperti mengulang kata, frasa, atau suara tertentu tanpa maksud berkomunikasi.

Kedua jenis kondisi ini dapat berlangsung secara bersamaan dan juga bisa muncul sendiri-sendiri.

Selain itu, kriteria diagnosis antara tics disorder dan tourette syndrome juga berbeda, tics biasanya mencakup kondisi ketika seseorang mengalami satu dari dua jenis tics, yakni tics vokal atau tics motorik saja.

Dengan durasi kemunculan yang belum mencapai satu tahun, bisa muncul dalam periode tertentu, dan dapat berubah seiring berjalannya waktu, namun belum memenuhi syarat sebagai tourette jika yang dialami hanya tics vokal atau tics motorik saja.

Di sisi lain, tourette syndrome dapat terdiagnosis ketika seseorang mengalami tics motorik dan tics vokal di waktu yang bersamaan dalam jangka waktu panjang lebih dari satu tahun.

Kondisi tourette memiliki sifat yang kronis, namun tingkat keparahannya bisa naik turun, dan beberapa orang kerap kali mengalami perbaikan gejala usai memasuki usia dewasa.

Perbedaan antara tourette dan tics yang paling menonjol terletak pada kombinasi gejalanya.

Tics disorder biasanya ditandai dengan kemunculan salah satu jenis tics saja, sedangkan kondisi Tourette memerlukan adanya dua jenis tics disorder sekaligus.

Durasi terjadinya kedua kondisi medis ini juga menjadi pembeda karena tourette membutuhkan waktu munculnya gejala selama lebih dari satu tahun.

Sementara tics membutuhkan durasi waktu kemunculan gejala yang lebih pendek.

 

Baca Juga: Peran Strategis Badan Gizi Nasional dalam Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Tak hanya itu, dampak yang disebabkan oleh kedua kondisi medis ini juga berbeda-beda, tourette cenderung lebih berdampak pada aktivitas sehari-hari karena kombinasi gejala yang lebih kompleks.

Salah satu penyebab munculnya tics disorder dan tourette syndrome seringkali dikaitkan dengan faktor genetik.

Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh stress, stimulasi yang berlebihan, atau adanya gangguan lain yang menyertainya, seperti OCD atau ADHD.

Kombinasi antara faktor biologis dan lingkungan sekitar juga dapat memicu munculnya gejala.

Upaya mengatasi tics dan tourette dapat dilakukan dengan cara melakukan terapi perilaku seperti habit reversal atau CBIT yang dapat membantu mengurangi intensitas atau frekuensi.

Mengonsumsi obat tertentu juga dapat menjadi pilihan jika gejalanya cukup mengganggu, terutama pada kasus yang lebih berat.

Selain itu, yang terpenting adalah melakukan pengelolaan stress dan lingkungan yang mendukung juga dapat memberi dampak positif, terutama pada anak dan remaja yang gejalanya fluktuatif.

Pengetahuan dan pemahaman yang tepat mengenai perbedaan, durasi, pola kemunculan gejala, dan upaya mengatasi dapat membantu melihat kondisi ini dengan lebih jelas dan tidak keliru dalam mengartikan keduanya.

FANEZA

 

Editor : Imron Arlado
#tourette #tics disorder #Tourette Syndrome #jenis #tics #perbedaan #tics motorik #tics vokal