Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Keindahan Desa Adat Wae Rebo, Negeri di Atas Awan dari Nusa Tenggara Timur

Imron Arlado • Sabtu, 6 Desember 2025 | 03:27 WIB

Desa adat Wae Rebo, yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Sumber Foto: Google
Desa adat Wae Rebo, yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Desa adat Wae Rebo, yang terletak di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”.

Dikenal sebagai negeri di atas awan karena letaknya berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut serta sering diselimuti kabut lembut pada pagi hari.

Desa ini merupakan salah satu desa tradisional paling ikonik di Indonesia, tidak hanya karena lanskap alamnya yang memukau.

Tetapi juga karena budaya dan kearifan lokal masyarakatnya yang masih terjaga dengan kuat hingga kini.

Wae Rebo dikelilingi hutan tropis hijau dan pegunungan yang menjulang, menciptakan suasana damai dan seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu yang penuh ketenangan dan kesederhanaan.

Salah satu daya tarik utama desa adaat Wae Rebo adalah rumah adatnya yang disebut Mbaru Niang.

Rumah berbentuk kerucut ini dibangun menggunakan bahan alami seperti kayu, ijuk, dan rotan, dengan tinggi mencapai sekitar 12 hingga 15 meter.

 

Baca Juga: Pensiunan Polisi Tewas Kecelakaan di Bypass Mojokerto, Begini Cerita Saksi Mata di Lokasi

 

Bangunan Mbaru Niang sangat unik dan sarat makna, melambangkan filosofi kehidupan masyarakat Manggarai yang menjunjung tinggi kebersamaan, persaudaraan, dan hubungan harmonis dengan alam.

Mbaru Niang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kegiatan adat dan simbol identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Keaslian desain dan metode pembuatannya bahkan membuat Wae Rebo mendapatkan pengakuan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Selain keindahan arsitekturnya, desa ini juga menawarkan berbagai pengalaman budaya yang autentik.

Saat tiba di Wae Rebo, wisatawan akan mengikuti prosesi adat yang disebut waelu, yaitu upacara penyambutan yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan tamu yang datang.

Dalam kehidupan sehari-hari, penduduk Wae Rebo hidup sederhana dengan mengandalkan pertanian dan kopi sebagai mata pencaharian utama.

Kopi Wae Rebo dikenal memiliki kualitas tinggi karena ditanam di dataran tinggi yang subur dan diproses secara tradisional.

Wisatawan berkesempatan melihat langsung proses pengolahan kopi dan menikmati cita rasanya yang khas. Perjalanan menuju Wae Rebo juga menjadi bagian dari daya tariknya.

Untuk mencapai desa ini, pengunjung harus melakukan trekking sepanjang 6 hingga 8 kilometer melalui jalur pegunungan, hutan tropis, dan pemandangan lembah yang indah.

 

Baca Juga: Istri Kepala Puskesmas di Mojokerto Ajukan Perceraian, Usai Cabut Laporan Kasus Dugaan KDRT

 

Meskipun medannya cukup menantang, rasa lelah akan terbayar ketika melihat hamparan rumah-rumah Mbaru Niang yang berdiri megah di tengah lembah hijau.

Keheningan alam, udara sejuk pegunungan, serta keramahan warga membuat setiap perjalanan menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.

Secara keseluruhan, Desa Adat Wae Rebo bukan hanya destinasi wisata alam, tetapi juga destinasi budaya yang sarat nilai dan sejarah.

Keindahannya tidak hanya terletak pada panorama alam yang mempesona, tetapi juga pada kekuatan tradisi dan kehidupan masyarakat yang tetap mempertahankan warisan leluhur mereka.

Wae Rebo adalah bukti bahwa keaslian budaya dapat tetap hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.

Mengunjungi desa ini memberikan pengalaman yang mendalam tentang kehidupan sederhana, hubungan harmonis dengan alam, serta pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas suatu bangsa. NIYA 

Editor : Imron Arlado
#Mbaru Niang #Nusa Tenggara Timur (NTT) #warisan budaya #simbol identitas budaya #negeri di atas awan #Desa Adat Wae Rebo #Budaya dan Kearifan Lokal #prosesi adat waelu #desa tradisional