Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Angka Korban Jiwa dalam Tragedi Kebakaran Hong Kong Terus Bertambah, Simak Kronologi Lengkapnya

Imron Arlado • Selasa, 2 Desember 2025 | 03:30 WIB
Pada Rabu, 26 November 2025, kebakaran hebat melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong. Sumber Foto: TikTok @CBC News
Pada Rabu, 26 November 2025, kebakaran hebat melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong. Sumber Foto: TikTok @CBC News

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pada Rabu, 26 November 2025, kebakaran hebat melanda kompleks perumahan Wang Fuk Court di distrik Tai Po, Hong Kong, Sebuah perumahan bertingkat tinggi yang terdiri dari delapan menara hunian.

Saat itu kompleks sedang menjalani renovasi eksternal, dengan pemasangan perancah bambu dan bahan pelindung eksternal seperti netting atau tarp.

Menurut laporan resmi, api pertama kali dilaporkan sekitar pukul 14.51 waktu setempat. Karena perancah bambu dan material renovasi yang mudah terbakar, kobaran api segera merambat ke banyak menara hunian.

Operasi pemadaman berlangsung selama puluhan jam kabar terakhir menyebut api berhasil dikendalikan setelah sekitar 43 jam, dan pemadaman utama terjadi pada Jumat, 28 November 2025. 

Namun penyisiran ke seluruh unit apartemen dan tower terus dilakukan, guna memastikan tidak ada korban yang terjebak atau belum ditemukan.

Pada kutipan Al Jazeera dibertahukan bahwa pada konferensi pers hari Minggu, 30 November 2025, pihak berwenang mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas telah mencapai 146 orang.

Yang menjadikan kebakaran ini sebagai tragedi hunian paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade.

 

 

Selain itu, dilaporkan bahwa setidaknya 79 orang luka-luka termasuk petugas pemadam kebakaran.

Sejumlah penghuni masih belum teridentifikasi atau dilaporkan hilang, karena banyaknya kerusakan serta puing yang menyulitkan proses identifikasi dan evakuasi.

Tak hanya warga lokal, di antara korban tewas terdapat pekerja migran asing, otoritas menyebut bahwa ada warga negara Indonesia (WNI) yang tewas dalam insiden ini.

Sebagai dampak langsung, ratusan penghuni kehilangan tempat tinggal, dan otoritas lokal harus menyediakan hunian darurat serta layanan bantuan bagi para korban dan keluarga mereka.

Penyelidikan awal menunjukkan bahwa renovasi bagian luar bangunan, termasuk penggunaan perancah bambu, jaring pelindung, serta penutup dari bahan mudah terbakar kemungkinan besar mempercepat penyebaran api secara luas.

Pada saat kebakaran, banyak unit dilaporkan alarm kebakarannya gagal berfungsi secara optimal, sehingga banyak penghuni tidak mendapatkan peringatan dini, memperburuk situasi evakuasi.

Akibat dugaan pelanggaran protokol keamanan dan kelalaian dalam renovasi, sejumlah orang termasuk pihak kontraktor telah ditangkap.

Pemerintah juga menghentikan sementara proyek-proyek renovasi lain yang dilakukan oleh kontraktor terkait, sambil melakukan audit keselamatan secara menyeluruh.

Setelah pengumuman resmi, ribuan warga dan komunitas di Hong Kong berkumpul di lokasi untuk memberi penghormatan, menyalakan lilin, hingga meletakkan bunga.

Upaya solidaritas dan kemanusiaan pun menyebar mulai dari bantuan darurat, shelter, dan dukungan untuk keluarga korban disiapkan oleh pemerintah dan masyarakat.

 

 

Komunitas pekerja migran dan organisasi luar negeri ikut prihatin, karena beberapa korban berasal dari kalangan mereka.

Hal ini menambah dimensi kemanusiaan serta keprihatinan internasional terhadap keselamatan pekerja migran di situasi semacam ini.

Kekuasaan Hong Kong membentuk tim penyelidikan lintas-departemen untuk menelusuri penyebab kebakaran.

Mengevaluasi standar bangunan dan renovasi, serta merumuskan regulasi baru agar tragedi serupa tidak terulang.

NIYA 

Editor : Imron Arlado
#angka korban #kompleks perumahan Wang Fuk Court #tragedi kebakaran #Kebakaran Hong Kong #distrik Tai Po Hong Kong