JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Fenomena konsumsi oyster mentah muncul sebagai bagian dari gelombang tren kuliner dunia yang seringkali lahir melalui media sosial.
Berbagai konten visual kreator di media sosial selalu mendapat banyak perhatian karena sensasinya yang dianggap mewah, estetik, dan menantang rasa penasaran.
Meskipun saat ini tren kuliner tersebut sudah tak seramai sebelumnya, jejaknya masih sepenuhnya terasa karena oyster sangat identik dengan pengalaman makan yang unik dan premium.
Kehadiran tren ini juga semakin memperluas perhatian orang-orang tentang karakter asli oyster itu sendiri, bukan hanya pada gaya penyajiannya.
Sementara itu, oyster sendiri merupakan salah satu hewan laut yang termasuk dalam kelompok bivalvia yang hidup di perairan asin dan payau.
Oyster memiliki tubuh yang dilindungi oleh dua cangkang keras dan bertekstur kasar, ia tumbuh menempel pada batu ataupun struktur laut lainnya.
Beberapa masyarakat dari berbagai negara juga menganggap bahwa oyster adalah makanan istimewa karena cita rasanya yang dinilai berbeda dengan makanan laut lainnya.
Oyster juga merupakan salah satu hewan yang memiliki beberapa jenis, jenis oyster yang umum dikonsumsi adalah pacific oyster yang biasanya dikenal memiliki rasa segar dan ringan.
Ada pula atlantic oyster yang memiliki karakter rasa asin yang lebih tegas dari jenis oyster lainnya, serta kumamoto oyster yang dikenal memiliki ukuran lebih kecil namun rasanya lebih creamy.
Baca Juga: Mengapa Gen Z Semakin Jatuh Cinta pada Minuman Matcha yang Sedang Hype? Yuk! Simak Penjelasannya
Setiap varietas oyster memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai dengan jenis air, suhu laut, dan ekosistem tempat tumbuhnya.
Keragaman ini membuat kuliner oyster mentah menawarkan pengalaman atau sensasi yang selalu berbeda tergantung asal daerahnya.
Rasa oyster sendiri kerap kali digambarkan seperti perpaduan antara rasa asin khas laut dengan sensasi rasa creamy yang lembut.
Beberapa jenis oyster biasanya memberikan sentuhan manis yang ringan, sementara sebagian lainnya memberikan sentuhan rasa yang lebih mineral atau metalik seperti rasa air laut.
Oyster memiliki tekstur yang cenderung kenyal dan lembut dengan cairan alami yang memberikan sensasi segar.
Rasa yang dimiliki oyster juga biasanya tergantung oleh beberapa faktor seperti lokasi budidaya, musim panen, dan usia oyster.
Cara budidaya oyster ini dapat berlangsung melalui beberapa metode yang menyesuaikan kondisi perairan.
Ada metode rack and bag yang mana dalam metode ini oyster akan diberikan ruang untuk tumbuh dalam kantong khusus di permukaan air.
Sementara metode longline adalah metode menggantungkan oyster pada tali panjang di laut.
Ada pula metode budidaya bernama bottom culture, di mana metode ini menempatkan oyster langsung di dasar laut agar bisa tumbuh secara alami.
Baca Juga: Kondisi Tanah Masih Labil, Pembukaan Jalur Pacet-Cangar Tunggu Hasil Asesmen
Tingkat kebersihan air, arus laut, dan ketersediaan plankton juga menjadi faktor yang memengaruhi kualitas oyster, sehingga proses budidaya menjadi faktor paling penting dalam menentukan rasa dan teksturnya.
Popularitas oyster tak hanya didorong oleh sensasi makannya yang premium dan istimewa, tetapi juga karena oyster memiliki berbagai kandungan nutrisi.
Yakni mencakup protein berkualitas tinggi, asam lemak omega 3, serta kandungan mineral seperti zinc, selenium, dan zat besi.
Selain itu, oyster juga mengandung vitamin B12 yang menjadi salah satu komponen penting yang banyak ditemukan dalam oyster.
Kombinasi berbagai nutrisi tersebut membuat oyster dikenal sebagai salah satu makanan laut yang sangat bergizi dan berkontribusi besar dalam kesehatan tubuh.
Meski memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh, para konsumen tetap harus memahami perbedaan antara oyster yang masih segar dan oyster yang sudah tidak layak dikonsumsi.
Oyster yang segar biasanya mempertahankan aroma laut yang sangat khas dengan cangkang yang tertutup rapat.
Kesegaran oyster bergantung pada seberapa baik ia disimpan sejak dipanen hingga disajikan.
Cara penyimpanan oyster yang cepat juga dapat menjaga tubuh oyster tetap hidup dan segar sampai dibuka melalui proses shucking.
Cara membuka oyster pun memerlukan ketelitian agar daging di dalamnya tetap utuh dan cairan alaminya tidak terbuang.
Pemahaman mengenai kualitas oyster ini harus diperhatikan karena dapat menimbulkan resiko pada kesehatan tubuh.
Baca Juga: Internet Rakyat Rp 100.000/Bulan: Begini Cara Daftar dan Cek Apakah Daerah Anda Sudah Terjangkau
Hingga kini, oyster tetap menjadi salah satu ikon dalam dunia kuliner karena karakternya yang unik dan istimewa, baik dari segi rasa, tekstur, dan sensasinya.
Keberagaman jenis, proses budidaya, dan kandungan nutrisi yang dimiliki oyster membuatnya memiliki daya tarik yang tak sulit digantikan, baik sebagai hidangan maupun sebagai bagian dari tren modern.
FANEZA
Editor : Imron Arlado