JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kunjungan Ratu Belanda Maxima Zorreguieta Cerruti ke Indonesia tengah menjadi sorotan publik. Ia berkunjung ke pabrik garmen, PT Glory Industrial Semarang, yang terletak di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Selasa (25/11/2025).
Bukan hanya hadir sebagai permaisuri Kerajaan Belanda, Ratu Maxima juga dikenal sebagai United Nations Special Advocate (UNSGSA) untuk akses keuangan. Dalam rangka tugas internasionalnya, ia melihat langsung bagaimana sektor industri lokal berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sragen, Jawa Tengah.
Ratu Maxima telah menunjukkan ketertarikan pada isu keuangan inklusif sejak muda. Latar belakang pendidikan ekonominya di Argentina, ditambah pengalamannya bekerja di sektor perbankan, membuatnya memahami pentingnya akses keuangan bagi semua lapisan masyarakat.
Sebagai Advokat Khusus PBB, ia aktif mengunjungi berbagai negara. Bertemu dengan para petani, pelaku UMKM, kelompok perempuan, hingga siswa-siswi sekolah, tujuannya untuk melihat langsung dampak dari kebijakan dan program keuangan inklusif yang dijalankan.
Indonesia dinilai sebagai negara yang memiliki potensi besar dalam pengembangan layanan keuangan digital yang inklusif. Dalam kunjungannya kali ini, ia ingin melihat langsung bagaimana masyarakat, pelaku usaha kecil, dan kelompok rentan mengakses layanan keuangan dan bagaimana teknologi dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.
Lahir di Buenos Aires, Argentina, pada 17 Mei 1971, Maxima Zorreguieta Cerruti menikah dengan Willem-Alexander di tahun 2002 dan resmi menjadi Ratu Belanda saat suaminya berhasil naik tahta pada 2013. Meski sekarang menjadi bagian dari keluarga kerajaan Eropa, latar belakang Maxima buka berasal dari bangsawan, melainkan dari dunia bisnis dan ekonomi.
Ia pernah bekerja di beberapa bank internasional seperti HSBC dan Deutsche Bank, berfokus pada bidang finance dan investasi. Pengetahuannya di bidang ekonomi inilah yang menjadi fondasi penting dalam karier non-kerajaannya.
Ratu Maxima telah dipercaya menjadi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Akses Keuangan Inklusif bagi Pembangunan sejak tahun 2009. Posisi ini berfokus pada upaya agar masyarakat di seluruh dunia, khususnya kelas menengah ke bawah, tetap memiliki akses yang lebih mudah terhadap layanan keuangan.
Ia dikenal sangat dekat dengan isu perempuan pekerja dan pengusaha kecil. Ia percaya bahwa pemberdayaan finansial adalah cara paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kunjungan Ratu Maxima ke pabrik garmen di Sragen mencerminkan perhatiannya terhadap sektor industri pekerja perempuan yang mendominasi dunia kerja tekstil.
Ratu Maxima menunjukkan bahwa seorang ratu bukan hanya simbol keanggunan, tetapi juga agen perubahan global. Kunjungan ke Indonesia bukan hanya sekedar agenda kerajaan, melainkan bagian dari misi internasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan pemberdayaan masyarakat.
Natasia Reyna
Editor : Imron Arlado