Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Memahami Poly Relationship, Jenis Hubungan yang Seringkali Disalahpahami

Imron Arlado • Kamis, 20 November 2025 | 22:18 WIB
Poly relationship menggambarkan sebuah hubungan romansa yang memungkinkan seseorang menjalin lebih dari satu hubungan secara bersamaan. Sumber foto: Google
Poly relationship menggambarkan sebuah hubungan romansa yang memungkinkan seseorang menjalin lebih dari satu hubungan secara bersamaan. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di dunia ini, ada berbagai macam jenis hubungan yang berkembang dengan mengikuti kebutuhan dan cara tiap orang mengartikan kedekatan batin atau emosional, salah satunya adalah Poly Relationship.

Istilah poly relationship tersebut menggambarkan sebuah hubungan romansa yang memungkinkan seseorang menjalin lebih dari satu hubungan dalam waktu yang bersamaan.

Namun, konsep hubungan tersebut juga kerap kali membuat poly relationship menghadapi miskonsepsi atau kesalahpahaman, terutama anggapan bahwa hubungan seperti ini identik dengan perselingkuhan atau ketidaksetiaan.

Perlu diketahui dan diingat bahwa poly relationship memiliki konsep serta prinsip hubungan yang berdiri di atas kejujuran, transparansi, dan komunikasi yang jelas, sehingga tiap orang yang berada dalam hubungan tersebut mengetahui posisinya secara jelas.

Meski jika dilihat dari luar memang mirip dengan perselingkuhan, poly relationship bukan bagian dari dunia gelap tersebut.

Karena setiap hubungan di dalamnya berlangsung dengan kesadaran dan persetujuan penuh dari seluruh pihak yang terlibat, berbeda dengan perselingkuhan yang dilakukan secara diam-diam dan penuh kebohongan.

Poly relationship atau yang juga akrab disebut polyamory, bukanlah suatu hal yang baru.

 

Baca Juga: Desa Jatilangkung, Kecamatan Pungging Bentuk Posyandu Remaja, Tanamkan Kesadaran Kesehatan Sejak Dini

 

Hanya saja pengenalan dan pengenalannya terus berkembang secara luas seiring berkembangnya teknologi, media sosial, dan keterbukaan diskusi mengenai jenis hubungan selain monogami.

Di berbagai budaya, praktis poly relationship atau polyamory sebenarnya sudah muncul dengan bentuk yang berbeda-beda, meski belum selalu menggunakan istilah polyamory seperti saat ini.

Di era modern saat ini, banyak orang yang menilai polyamory sebagai hubungan yang penuh kebebasan memilih dan nilai-nilai individualitas lainnya.

Penilaian tersebutlah yang kemudian membuat banyak orang berpikir hubungan ini layak untuk dibicarakan dan bukan suatu hal yang terlarang ataupun tabu.

Poly relationship juga memiliki prinsip utama di dalamnya, yakni meliputi persetujuan yang jelas dari seluruh pihak, komunikasi intens dan jujur, serta ketentuan batasan-batasan yang disepakati bersama.

Seluruh prinsip tersebut berfungsi untuk menjaga keseimbangan hubungan yang individunya lebih banyak dari dibandingkan dengan hubungan monogami.

Prinsip-prinsip itu juga bukan hanya untuk menghindari konflik, tapi juga untuk menjaga kesehatan emosional masing-masing individu yang terlibat.

Selain prinsip, struktur poly relationship juga sangat beragam dan berbeda-beda pada setiap kelompok atau pasangan.

Beberapa struktur yang umumnya ditemui adalah struktur yang membentuk huruf V, di mana satu orang menjalin hubungan dua pasangan yang tidak menjalani hubungan satu sama lain.

Ada pula struktur triad yang menghadirkan hubungan tiga orang yang semuanya saling terhubung secara romantis.

Selain itu, ada juga struktur quad yang melibatkan empat orang sekaligus yang terhubung dalam jaringan hubungan tertentu.

Berbagai macam struktur ini memperlihatkan bahwa poly relationship merupakan hubungan yang tak hanya berpaku pada satu pola hubungan, melainkan sebuah wadah besar yang menaungi berbagai cara menjalani hubungan.

 

Baca Juga: Gus Bupati Tekankan OPD agar Responsif Terkait Aduan Masyarakat

 

Dikarenakan jumlah individu dalam hubungan yang lebih banyak dari hubungan monogami pada umumnya, membuat dinamika emosional dan cara penanganan dalam poly relationship cukup berbeda dari yang lainnya.

Pengelolaan emosi dalam poly relationship juga menjadi salah satu aspek paling penting karena dapat menjaga kestabilan dan kenyamanan seluruh pihak yang terlibat.

Dalam poly relationship, banyak individu yang mengenal konsep compersion, yakni rasa turut bahagia ketika melihat pasangan merasakan kebahagiaan dari hubungan lain.

Sementara itu, untuk menangani rasa cemburu, tidak aman, takut kehilangan, dan kekhawatiran atas perbandingan biasanya mereka atasi dengan evaluasi rutin terhadap emosi masing-masing individu.

Sehingga dinamika atau perputaran emosional yang terbentuk bisa lebih transparan dan reflektif.

 

Baca Juga: Siap Menyapa Penggemar Indonesia, Ini Dia Profil Yu Shuxin yang Tengah Menjadi Sorotan

 

Pemahaman mengenai poly relationship ini dapat membuka gambaran yang lebih luas tentang variasi hubungan manusia di era modern.

Selain itu, jenis hubungan yang satu ini juga menunjukkan bahwa setiap orang memiliki cara yang berbeda-beda dalam mencintai dan membangun koneksi.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#monogami #struktur quad #struktur #hubungan romansa #struktur triad #Prinsip #Konsep #poly relationship #kebebasan #pengelolaan emosi #polyamory