Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menikmati Keindahan Desa Baduy Banten sebagai Cerminan Kesederhanaan dan Harmoni dengan Alam

Imron Arlado • Kamis, 20 November 2025 | 05:31 WIB
Desa Baduy di Banten merupakan salah satu kawasan adat yang masih bertahan dengan cara hidup tradisional di tengah arus modernisasi.  sumber foto: google
Desa Baduy di Banten merupakan salah satu kawasan adat yang masih bertahan dengan cara hidup tradisional di tengah arus modernisasi. sumber foto: google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Desa Baduy di Banten merupakan salah satu kawasan adat yang masih bertahan dengan cara hidup tradisional di tengah arus modernisasi.

Berada di Kabupaten Lebak, desa ini dihuni oleh masyarakat Suku Baduy yang memegang teguh aturan leluhur dan menjaga alam sebagai bagian penting dari kehidupan.

Ketenangan, kesederhanaan, serta pemandangan alam yang asri menjadikan Desa Baduy sebagai destinasi budaya yang unik dan bernilai tinggi. Masyarakat Baduy terkenal dengan kehidupan tanpa teknologi modern.

Mereka menolak penggunaan kendaraan bermotor, listrik, hingga peralatan rumah tangga berbahan logam tertentu. Bagi sebagian orang, kehidupan tersebut mungkin terlihat terbatas, namun bagi masyarakat Baduy, hal itu adalah wujud penghormatan terhadap alam dan petuah leluhur yang telah diwariskan selama ratusan tahun.

Prinsip hidup ini bertujuan menjaga keseimbangan antara manusia dan lingkungan, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan. Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam hidup dengan aturan adat yang paling ketat.

Mereka tidak menerima kunjungan wisatawan secara bebas, tidak menggunakan teknologi maupun barang modern, dan menjaga hutan secara turun-temurun. Sementara Baduy Luar masih memegang adat, tetapi lebih terbuka terhadap dunia luar.

Pengunjung biasanya hanya diperbolehkan memasuki kawasan Baduy Luar, namun bahkan disini suasananya tetap sangat alami dan jauh dari keramaian. Setibanya di desa, pengunjung akan menemukan pemandangan rumah-rumah sederhana yang terbuat dari bambu, kayu, dan ijuk.

Jalanannya masih berupa tanah dan bebatuan, membuat setiap langkah terasa seperti perjalanan kembali ke masa lalu. Suara gemericik sungai, angin yang menyusup di sela pepohonan, serta aroma tanah basah memberikan ketenangan yang sulit ditemukan di kehidupan perkotaan.

 

 

Tidak ada suara mesin, tidak ada lampu-lampu terang, hanya ketenangan yang menyatu dengan alam. Warga Baduy menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh ketekunan.

Mereka bertani, berjalan kaki puluhan kilometer, menenun kain, dan membuat kerajinan tangan secara manual. Proses menenun kain khas Baduy, misalnya, dilakukan tanpa mesin dan dapat memakan waktu berhari-hari.

Hasilnya adalah kain tradisional yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna karena dibuat dengan kesabaran dan ketulusan. Dalam keseharian, masyarakat Baduy juga menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kejujuran.

Tidak ada konsep pintu terkunci atau barang hilang, karena mereka memegang kepercayaan bahwa perbuatan buruk akan membawa ketidakseimbangan dalam hidup. Nilai-nilai inilah yang membuat suasana desa terasa hangat dan damai.

Bagi wisatawan, kunjungan ke Desa Baduy bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga refleksi diri. Melihat cara hidup masyarakat Baduy membuat kita menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan, tetapi dari kemampuan menjalani hidup dengan tulus, sederhana, dan penuh syukur.

 

 

Desa Baduy memberikan pelajaran penting bahwa manusia dapat hidup bahagia tanpa harus mengejar modernitas secara berlebihan. Dengan keindahan alam yang terjaga dan adat yang tetap lestari, Desa Baduy menjadi cerminan hubungan harmonis antara manusia dan alam. AILEEN

 

Editor : Imron Arlado
#Banten #baduy luar #Desa Baduy #baduy dalam #wisatawan #kabupaten lebak #teknologi modern #suku baduy