Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Usai Sebut MBG Tak Perlu Ahli Gizi, Cucun Ahmad Syamsurijal Minta Maaf

Imron Arlado • Rabu, 19 November 2025 | 00:40 WIB
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/11/2025)
Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (17/11/2025)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menjadi perhatian publik setelah menyebut bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membutuhkan ahli gizi, hal ini memicu kontroversi dan kritik luas.

Ia kemudian memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas pernyataan tersebut serta mendorong kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk penguatan program MBG.

Ucapan kontroversial itu terlontar dalam rapat konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang digelar oleh BGN bersama DPR RI di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Kabupaten Bandung, pada hari Minggu, 16 November 2025.

Acara ini dihadiri ratusan mitra, kepala SPPG, serta para ahli gizi. Dalam forum tersebut, seorang ahli gizi mengusulkan agar BGN bekerja sama dengan Persagi untuk menjaga standar gizi dalam program MBG.

Ia menekankan pentingnya peran ahli gizi profesional agar program tersebut tidak hanya memberikan makanan, tetapi juga memiliki edukasi dan pemantauan nutrisi yang tepat.

Usulan ini mendapat penolakan tajam dari Cucun, yang menyatakan bahwa pengawasan gizi tidak harus dilakukan oleh ahli gizi profesional. Cucun bahkan menyatakan bahwa tenaga pengawas gizi bisa berasal dari lulusan SMA yang diberi pelatihan singkat dan sertifikasi.

Ia menegaskan bahwa kewenangan terkait diksi profesi ahli gizi berada di tangan DPR RI.

“Saya enggak suka anak-anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Bobot pembuat undang-undang itu di saya. Saya nanti akan mengajak rapat BGN, akan merubah diksi dari ahli gizi ini adalah satu tenaga pengawas atau pemantau, yang menangani gizi, tidak perlu ahli gizi,” kata Cucun dari atas panggung.

“Cocok enggak? Saya akan selesaikan di DPR,” tambahnya.

Dalam ucapan yang viral di media sosial, Cucun menyindir juga ahli gizi yang merasa sombong dan menawarkan pelatihan selama tiga bulan dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai pengganti peran ahli gizi profesional.

“Nanti tinggal ibu Kadinkes melatih orang, bila perlu di sini kabupaten ini yang punya anak-anak SMA fresh graduate, anak-anak cerdas, dilatih tiga bulan, kasih sertifikasi BNSP. Tidak perlu orang-orang seperti kalian yang merasa sombong. Cocok enggak,” kata Cucun.

Video potongan ucapannya itu viral dan memicu reaksi negatif dari kalangan ahli gizi serta organisasi profesi, mendorong munculnya kritik tajam terkait peranan ahli gizi dalam program pemerintah MBG.

Menanggapi kontroversi yang meluas, sehari setelah videonya viral, Cucun memberikan klarifikasi dan meminta maaf di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Senin, 17 November 2025.

Ia menegaskan bahwa ucapan tersebut harus dipahami dalam konteks fungsi pengawasan DPR yang melibatkan aspirasi dari berbagai pihak yang mengeluhkan ketidaksesuaian tenaga gizi di lapangan.

Menurut Cucun, fungsi pengawasan selama ini sering menemui masalah ketidaksesuaian antara tenaga pelaksana gizi dengan mitra program.

“Jadi kita menjalankan fungsi pengawasan. Selama ini sering ada keluhan, baik dari mitra maupun juga semua stakeholder tadi KSPPG atau ahli gizi sendiri. Kadang-kadang ada KSPPG tidak match dengan mitra itu,” kata Cucun, Senin (17/11/2025).

Ia menyatakan permintaan maaf atas polemik yang muncul dan menegaskan bahwa ia tidak bermaksud meremehkan profesi ahli gizi. Lebih lanjut, Cucun mengaku telah berdiskusi dengan Persagi demi mencari solusi bersama.

"Saya sudah sampaikan di media sosial saya (permintaan maaf), bahkan semalam kita diskusi sama Ketum Persagi," ungkapnya.

(Rizma)

Editor : Imron Arlado
#BGN #Cucun Ahmad Sjamsurijal #DPR RI #Mbg #persagi #kontroversi #ahli gizi