KOTA - Sejumlah warga tampak asyik memilih pakaian bekas yang dijual di atas trotoar Jalan Niaga Kota Mojokerto, Minggu (16/11).
Area itu sejak lama dikenal sebagai area loakan yang jajakan aneka barang mulai elektronik hingga fesyen.
Pakaian bekas yang rata-rata impor tersebut banyak diminati masyarakat khususnya Kota Mojokerto.
Rahman salah satu pengunjung mengatakan berburu baju bekas atau yang kerap disebut thrifting menjadi tren.
Itu khususnya bagi anak-anak muda sekarang ini agar bisa disebut skena.
’’Di sini selain harganya murah juga bahan yang berkualitas dan bermerek,’’ ungkapnya.
Berbelanja di area loakan itu terbilang harus teliti. Karena barang yang dijual merupakan barang bekas atau second hand. Sehingga kualitasnya di bawah dari barang baru.
Dua tahun lalu pemerintah telah mengeluarkan perarturan melalui menteri perdagangan, yaitu Permendag Nomer 40 Tahun 2022,
Yaitu menetapkan pakaian bekas sebagai barang yang dilarang untuk diimpor dengan alasan akan mematikan produsen tekstil lokal Indonesia. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah