Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sinar UV Dapat Sebabkan Kanker Kulit? Ini Jawaban Ahli

Imron Arlado • Senin, 17 November 2025 | 00:27 WIB
Sinar UV terdiri dari dua jenis utama, yaitu UVA dan UVB, yang memiliki efek berbeda pada kulit.
Sinar UV terdiri dari dua jenis utama, yaitu UVA dan UVB, yang memiliki efek berbeda pada kulit.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sinar UV atau ultraviolet terdiri dari dua jenis utama. Yaitu UVA dan UVB. Keduanya memiliki efek berbeda pada kulit.

Sinar matahari jenis UVA memiliki panjang gelombang lebih panjang dan bisa menembus sampai ke lapisan dalam kulit (dermis).

Paparan sinar UVA dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang seperti penuaan dini, keriput, dan kerusakan DNA yang berisiko memicu kanker kulit.

Sedangkan UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dan hanya mencapai lapisan terluar kulit (epidermis). UVB bertanggung jawab atas sunburn atau kulit terbakar, kemerahan, serta risiko kanker kulit melanoma.

Kedua jenis sinar UV ini sama-sama berbahaya sehingga perlindungan dari keduanya sangat penting, misalnya dengan penggunaan tabir surya yang efektif melindungi dari UVA dan UVB.

 

Dampak Paparan Sinar UV pada Kulit, dari Kulit Terbakar hingga Risiko Kanker

Paparan sinar UV, terutama dari sinar matahari, dapat menyebabkan dampak jangka pendek pada kulit seperti kulit terbakar (sunburn) yang ditandai dengan kemerahan, perih, gatal, dan pengelupasan.

Ini terjadi karena sinar UV merusak sel kulit yang memicu respons pertahanan tubuh berupa peningkatan aliran darah di area terpapar. Sunburn yang parah bahkan bisa menyebabkan kulit melepuh.

Selain itu, paparan UV juga dapat menurunkan fungsi pelindung alami kulit, sehingga kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi, alergi, dan infeksi.

 

 

Dampak jangka panjang paparan sinar UV sangat serius, termasuk penuaan dini dengan munculnya keriput, kulit kering, dan hilangnya elastisitas. Selain itu, sinar UV dapat menyebabkan hiperpigmentasi, yaitu munculnya bercak gelap pada kulit akibat produksi melanin yang berlebihan.

Kerusakan DNA pada sel kulit akibat paparan UV berlebihan juga meningkatkan risiko kanker kulit seperti karsinoma dan melanoma.

Oleh karena itu, penting melindungi kulit dari paparan sinar UV dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti menggunakan tabir surya dan menghindari terik matahari pada jam-jam puncak.

 

Strategi Efektif Melindungi Kulit dari Bahaya Sinar UV, Tabir Surya, Pakaian Pelindung, dan Gaya Hidup Sehat

Untuk melindungi kulit dari bahaya sinar UV, langkah paling efektif adalah menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 yang mampu melindungi dari sinar UVB dan UVA.

Tabir surya harus diaplikasikan secara merata dan diulang setiap dua jam, terutama jika berkeringat atau setelah berenang. Selain itu, memakai pakaian pelindung seperti baju lengan panjang, celana panjang, dan topi bertepi lebar sangat dianjurkan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Menghindari aktivitas di luar ruangan pada jam puncak sinar matahari, yaitu antara pukul 10 pagi sampai 4 sore, juga penting untuk mengurangi risiko kerusakan kulit akibat sinar UV.

 

 

Kebiasaan hidup sehat di bawah sinar matahari juga membantu menjaga kesehatan kulit, misalnya dengan selalu mencari naungan saat beraktivitas di luar, memakai kacamata hitam yang melindungi dari UV, serta menjaga kelembapan kulit dengan pelembap.

Kombinasi dari penggunaan tabir surya, pakaian pelindung, dan pengaturan waktu aktivitas luar ruangan merupakan strategi terbaik untuk mengurangi risiko penuaan dini, kerusakan kulit, dan kanker kulit akibat paparan sinar UV yang berlebihan.

ANGELINA

Editor : Imron Arlado
#Sinar UV #UVA dan UVB #iritasi kulit #kulit terbakar #kangker kulit #tabir surya #kerusakan dna