JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Ribuan peserta memeriahkan Gerak Jalan Mojokerto–Suroboyo (GMS) 2025 bertajuk Perjalanan Waktu Menuju Gerbang Baru Nusantara, Jumat (15/11).
Start dimulai dari depan Kantor Kecamatan Prajurit Kulon di Jalan Raya Surodinawan, Kota Mojokerto.
Total 6.734 peserta antusias mengikuti tradisi tahunan yang digelar untuk memperingati Hari Pahlawan 2025 tersebut.
Para peserta terdiri atas 2.613 peserta perorangan yang banyak datang dari luar kota, serta peserta beregu berisi 13 orang dari berbagai kategori.
Mulai 38 tim pelajar, 264 tim umum, hingga 15 tim perwakilan TNI/Polri. Peserta diberangkatkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Adhy Karyono yang hadir bersama perwakilan forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Menempuh jarak sekitar 55 kilometer, peserta menyusuri jalur protokol dan nasional mulai dari Mojokerto hingga finis di Tugu Pahlawan Surabaya.
Baca Juga: Runner dan Kuliner
Tidak hanya berjalan kaki, banyak peserta tampil mencuri perhatian dengan mengenakan kostum unik.
Ada yang memakai atribut ala pahlawan kemerdekaan, sementara lainnya memilih cosplay tokoh anime hingga karakter film laga.
Kehadiran ribuan komunitas pesepeda kuno dari berbagai daerah turut menambah semarak ajang GMS tahun ini.
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan bahwa GMS bukan sekadar kegiatan olahraga.
“Kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali kembali nilai-nilai perjuangan sekaligus bentuk terima kasih kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga untuk bangsa,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa GMS merupakan kegiatan legendaris yang memiliki nilai sejarah panjang, sehingga penting untuk terus dilestarikan lintas generasi.
Penyelenggaraan GMS 2025 juga bertepatan dengan HUT ke-80 Provinsi Jawa Timur. Karena itu, event ini diharapkan memberikan dampak ekonomi luas bagi masyarakat, termasuk UMKM, sektor riil, hingga pariwisata.
Pemerintah provinsi menargetkan agar GMS dapat terus digelorakan hingga menembus level nasional bahkan internasional.
Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi yang juga hadir dalam pemberangkatan menyampaikan pesan semangat bagi peserta.
Ia menilai momentum GMS dapat memperkuat nilai tolong-menolong serta meningkatkan daya juang masyarakat.
“Mari jadi pahlawan untuk diri kita sendiri dan untuk orang lain,” ujarnya.
Tahun ini, GMS mengusung konsep baru yang lebih interaktif dengan menghadirkan lima zona perjalanan waktu yang menggambarkan sejarah panjang Jawa Timur dari masa lampau hingga masa depan.
Kelima zona tersebut meliputi:
- Era Majapahit – menggambarkan kejayaan peradaban Nusantara.
- Masa Pra-Kemerdekaan – menumbuhkan semangat perjuangan melawan penjajahan.
- Episentrum Kemerdekaan – merefleksikan heroisme pertempuran 10 November 1945.
- Pasca Kemerdekaan & Era Pembangunan 1980-an – simbol kebangkitan ekonomi dan sosial.
- Jawa Timur Kini dan Masa Depan – menampilkan visi Gerbang Baru Nusantara.
Rute GMS 2025 sendiri melintasi sejumlah titik penting seperti Krian, Sepanjang, Sidoarjo, hingga Jalan Mastrip Surabaya sebelum berakhir di kawasan ikonik Tugu Pahlawan.
Tri Yulia Setyoningrum
Editor : Imron Arlado