JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Perkembangan media sosial di China cukup berbeda dengan perkembangan media sosial internasional pada umumnya.
Internet di China berkembang dalam sistem yang diatur secara ketat melalui kombinasi kebijakan sensor dan teknologi penyaringan yang akrab disebut sebagai Great Firewall of China.
Sistem Great Firewall of China ini mengontrol semua media interaksi sosial mulai dari situs, aplikasi, dan informasi yang boleh diakses publik.
Kondisi tersebutlah yang kemudian membuat lingkungan internet di China berbeda dari lingkungan internet negara lain, bahkan beberapa platform-platform global tidak selalu bisa digunakan di China karena adanya pemblokiran aplikasi internasional.
Terjadinya pemblokiran media sosial global di China sangat berkaitan erat dengan upaya pemerintah untuk menjaga keamanan data dan mengendalikan informasi.
Hal tersebut dikarenakan penyimpanan informasi di server internasional atau luar negeri dianggap beresiko bagi privasi nasional.
Sementara itu, pengendalian arus informasi yang memicu isu sensitif atau tidak terkontrol dilakukan pemerintah China sebagai bentuk prioritas dan penjagaan terhadap stabilitas sosial serta politik.
Pemerintah China khawatir media sosial asing atau global akan menyebarkan kritik terhadap pemerintah ataupun hal lain yang memicu protes dan mengekspos warga ke ideologi Barat.
Selain itu, pemblokiran ini juga turut memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi di China, karena kondisi ini dapat memberi ruang bagi industri teknologi lokal untuk berkembang.
Berbagai platform global yang dibatasi dan tidak bisa diakses secara bebas di China adalah Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Google.
Selain itu, pembatasan juga berlaku pada platform Twitter atau X, Pinterest, dan TikTok versi internasional.
Daftar aplikasi yang dibatasi tersebut menandai batas yang sangat terlihat jelas antara internet global dan lingkungan internet China yang bersifat cukup ketat.
Meski hampir seluruh aplikasi global telah diblokir oleh pemerintahan China, bukan berarti China hidup dan berkembang tanpa adanya media sosial.
China justru telah menciptakan lingkungan atau ekosistem digitalnya sendiri sebagai bentuk dan hasil dari kebutuhan lokal sekaligus solusi dari pembatasan platform asing.
Lingkungan digital yang diciptakan China khusus untuk warganya ini mencakup aplikasi sosial, layanan komunikasi, platform e-commerce, hingga sistem pembayaran digital yang saling terhubung.
Bahkan, banyak aplikasi lokal China yang menyediakan fitur lebih terintegrasi dibandingkan dengan platform global lainnya.
Sehingga kehidupan digital sehari-hari masyarakat China tetap terjamin melalui layanan-layanan tersebut.
Berikut ini penjelasan mengenai beberapa platform domestik China yang paling populer:
- Douyin
Di China, platform Douyin beroperasi sama seperti TikTok internasional, yakni berfungsi sebagai platform berisi video-video pendek yang populer di China.
Namun, pengoperasiannya dilakukan secara terpisah dengan TikTok versi internasional karena sistem, server, dan regulasinya mengikuti standar domestik yang lebih ketat.
Baca Juga: Plengsengan Ambrol, Jalan Terancam Longsor
Konten yang berada di Douyin juga cenderung berfokus pada tren-tren lokal dengan tingkat moderasi atau keseimbangan yang lebih tinggi.
Selain itu, Douyin juga memiliki integrasi kuat dengan e-commerce dan telah dilengkapi fitur belanja langsung melalui siaran live sekaligus dukungan fitur pembayaran digital yang memudahkan transaksi di dalam aplikasi.
Aplikasi yang satu ini umumnya dikenal sebagai super app milik China yang menggabungkan banyak fungsi dalam satu wadah.
WeChat berperan sebagai aplikasi serbaguna yang mencakup komunikasi, media sosial, pembayatan digital, dan akses ke keperluan lainnya tanpa harus keluar dari satu aplikasi.
Di WeChat, ada fitur bernama Moments yang biasanya digunakan sebagai ruang berbagi foto dan aktivitas dan fitur pembayaran digital yang mendukung hampir seluruh kegiatan ekonomi harian, mulai dari belanja di toko hingga membayar tagihan.
- Xiaohongshu
Platform yang satu ini biasanya disebut sebagai Instagram versi China. Xiaohongshu berkembang sebagai platform berbasis gaya hidup dan ulasan yang sangat populer di kalangan generasi muda.
Konten di dalam Xiaohongshu biasanya terdiri dari rekomendasi produk, ulasan tentang produk perawatan kulit, fashion, hingga pengalaman perjalanan atau liburan.
Perpaduan antara format visual yang seperti Instagram dan fungsi pencarian yang mirip seperti Pinterest membuat platform ini menjadi sumber acuan atau referensi utama tren konsumsi.
Platform domestik milik China yang satu ini menjalankan fungsi serupa dengan Twitter atau X dengan alur informasi yang sangat cepat dan topik trending yang terus mengalami perubahan.
Weibo juga menempati posisi penting dalam lingkup media digital China karena perannya sebagai ruang utama penyebaran berita, diskusi isu publik, dan perkembangan terbaru dunia hiburan.
Pertumbuhan dan perkembangan berbagai platform lokal membentuk pola konsumsi informasi sekaligus interaksi sosial yang sangat unik.
Baca Juga: DPRD Kota Geram Banyak Proyek Tak Terealisasi
Integrasi teknologi yang berkualitas tinggi membuat orang-orang semakin bergantung pada aplikasi digital untuk memenuhi berbagai kebutuhan.
Arus informasi yang berjalan dengan pengawasan ketat membuat percakapan publik semakin terbentuk dalam konteks yang lebih terkurasi atau terseleksi.
Pertumbuhan platform lokal juga membuat China memiliki budaya digital yang khas dan berbeda dari tren global.
Selain itu, pertumbuhan platform lokal ini juga memberi dampak ekonomi dan dorongan yang sangat besar bagi perusahaan teknologi domestik.
Selain itu, tak sedikit juga bisnis yang memanfaatkan platform seperti Douyin dan Xiaohongshu sebagai strategi pemasarannya, terutama melalui fitur live commerce.
Sektor kreator digital yang semakin meningkat pesat karena kehadiran para influencer yang membangun audiensnya di platform lokal membuat integrasi antara media sosial dan penjualan online menghasilkan model bisnis yang efisien.
Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan super app juga dinilai dapat membuka potensi baru bagi pertumbuhan media sosial di China.
Baca Juga: Pembangunan Penggilingan Gabah Rp 529 Juta Molor
Tak hanya itu, pertumbuhan lingkungan digital dan teknologi di China juga menunjukkan arah baru bagi lingkungan media sosial yang semakin mandiri dan berpengaruh.
FANEZA
Editor : Imron Arlado