Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dunia di Ambang Bahaya, SBY: Perang Dunia III Masih Bisa dicegah, Tergantung Para Pemimpin Dunia Sekarang Ini!

Imron Arlado • Sabtu, 15 November 2025 | 04:55 WIB
Presiden ke-6 RI, SBY peringatkan potensi perang dunia III
Presiden ke-6 RI, SBY peringatkan potensi perang dunia III

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Presiden keenam Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan peringatan bahwa dunia saat ini berada dalam kondisi yang sangat berisiko dan berpotensi memicu terjadinya Perang Dunia III.

Hal ini disampaikannya dalam orasi ilmiah pada acara Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). SBY menekankan bahwa kemungkinan terjadinya Perang Dunia III sangat besar dan bisa terjadi kapan saja.

"This one has to stop. Kalau tidak dihentikan, pertama sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar. World War III sangat mungkin terjadi, sangat mungkin," kata SBY dalam orasinya, Selasa (11/11/2025).

Pengalaman dan pemahaman sebagai seorang jenderal membantunya mengenali dinamika geopolitik, hubungan internasional, serta aspek keamanan dan perdamaian global.

SBY menyoroti adanya nasionalisme ekstrem dan tindakan sepihak, terutama dari negara-negara besar yang memiliki kekuasaan veto, sebagai penyumbang utama ketegangan global saat ini.

"Dengan nasionalisme yang ekstrem, dengan tindakan yang sepihak terutama negara-negara yang besar, negara-negara yang mempunyai veto power. Terjadi kemunduran kerja sama global baik multilateral ataupun regional," jelasnya.

Ia mengkritik rivalitas antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, serta negara-negara lainnya, yang menjadi akar persaingan geopolitik dan memicu konflik serta perlombaan persenjataan.

Jumlah senjata pemusnah massal saat ini jauh lebih besar dibandingkan ledakan bom nuklir di Hiroshima dan Nagasaki selama Perang Dunia Kedua. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran besar terhadap nasib Bumi dan umat manusia jika konflik terus meningkat.

Lebih lanjut, SBY menyoroti melemahnya kerja sama global dan meningkatnya egoisme negara-negara besar yang memperburuk stabilitas internasional.

Ia menyebut situasi global saat ini mengalami kemunduran dalam kerja sama baik multilateral maupun regional. Konsep G-Zero, yaitu kondisi di mana setiap negara hanya memprioritaskan kepentingan sendiri tanpa kolaborasi global, menjadi ciri khas dari kondisi saat ini.

Meskipun kondisi dunia terlihat genting, SBY tetap optimistis Perang Dunia III dapat dicegah. Ia menekankan bahwa perang besar seperti itu bukan tidak mungkin dihindari selama ada keinginan dari para pemimpin dunia.

"Tetapi saya termasuk barisan yang Perang Dunia III yang sangat menakutkan tetap bisa dicegah. Can be prevented, can be avoided. If there is a will that is a way. Tergantung para pemimpin dunia sekarang ini," tegasnyanya.

Ia mengajak para pemimpin dunia untuk mengedepankan diplomasi dan kerja sama, bukan konfrontasi, demi menyelamatkan dunia dari bencana perang besar.

Dengan kapasitas dan pengalamannya di bidang geopolitik serta militer, SBY mengingatkan bahwa ancaman perang besar harus dihentikan sejak dini agar tidak terjadi eskalasi yang lebih berbahaya.

Ia menegaskan bahwa setiap negara memiliki kepentingan masing-masing, namun tidak boleh sampai memperuncing konflik dengan nasionalisme ekstrem atau tindakan sepihak yang dapat mengguncang perdamaian global.

Pesan SBY adalah panggilan bagi dunia agar kembali menjunjung kerja sama, saling menghormati kedaulatan, dan menghindari tindakan yang dapat memperkeruh suasana internasional.

(Rizma)

 

Editor : Imron Arlado
#sby #perang dunia 3 #world war III #institut teknologi sepuluh nopember #Susilo Bambang Yudhoyno #amerika serikat