Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hari Kelulusan Semakin Dekat, Ini Dia Rekomendasi Tema Yearbook yang Unik, Estetik, dan Jarang Dipakai

Imron Arlado • Kamis, 13 November 2025 | 23:34 WIB
Mendekati hari kelulusan para murid kelas akhir dari sekolah menengah atas, mulai banyak murid melakukan sesi foto bersama dengan tema unik. Sumber foto: Google
Mendekati hari kelulusan para murid kelas akhir dari sekolah menengah atas, mulai banyak murid melakukan sesi foto bersama dengan tema unik. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Mendekati hari kelulusan para murid kelas akhir dari sekolah menengah atas seperti saat ini, mulai banyak murid yang melakukan sesi foto bersama satu kelas dengan berbagai tema yang unik dan menarik.

Kegiatan semacam itu kerap kali disebut sebagai yearbook atau buku tahunan, yakni sebuah buku kenangan yang berisi kumpulan foto dan dokumentasi kenangan semasa sekolah.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep pemotretan yearbook semakin berkembang di kalangan para remaja sekolah menengah atas.

Banyak kelas yang berlomba-lomba untuk tampil berbeda dari kelas atau sekolah lain dengan mengusung tema-tema kreatif agar hasil foto menjadi lebih menarik dan memenuhi standar estetika.

Namun, hal seperti kebingungan, ragu, dan bimbang dalam proses pemilihan tema kreatif baru yang jarang digunakan masih kerap kali terjadi karena ide hanya berputar pada tema atau konsep yang sudah sangat umum digunakan.

Di tengah banyaknya konsep pemotretan yearbook yang sudah digunakan, muncul tren baru di kalangan siswa untuk mengeksplorasi tema yang lebih artistik dan jarang digunakan.

Terdapat beberapa rekomendasi konsep atau tema pemotretan yang masih jarang digunakan, contohnya seperti 19th century painters, pirate, dreamy world, hingga urbancore, yang saat ini mulai dilirik karena menawarkan tampilan visual yang kuat sekaligus memberi ruang untuk berekspresi secara kreatif.

  1. 19th century painters

Tema ini mulanya terinspirasi dari era seni lukis pada abad ke-19 yang dipenuhi dengan nuansa klasik dan romantis.

Gaya ini juga kerap kali dikaitkan erat dengan pelukis-pelukis legendaris seperti Van Gogh, Monet, atau Renoir yang menonjolkan perpaduan warna lembut dan pencahayaan alami.

 

Baca Juga: Hendar Akui Garap Proyek Romadon, Uang Mengalir Rp 1,1 Miliar

 

Jika digunakan sebagai tema pemotretan yearbook, konsep ini akan menghadirkan kesan elegan dan artistik, seolah tiap foto merupakan karya seni yang hidup.

Busana yang digunakan dalam pemotretan yearbook dengan tema ini biasanya bernuansa vintage atau antik dengan dominasi warna cokelat, seperti gaun panjang, kemeja berkerah tinggi, rompi, serta topi khas abad ke-19.

Selain itu, lokasi pemotretan dengan tema ini bisa memanfaatkan taman bunga, ruangan berdekorasi klasik, bangunan tua, atau latar belakang sederhana dengan pencahayaan hangat untuk menonjolkan sisi antik dan artistiknya.

  1. Pirate

Tema pemotretan yearbook yang satu ini menggambarkan konsep petualangan para pemberani yang penuh energi, kebersamaan, dan semangat bebas layaknya kru kapal yang mencari harta karun, sangat cocok untuk kelas yang suka tampil berbeda.

Gaya busana yang bisa menonjolkan tema unik bajak laut ini biasanya mencakup jaket kulit berwarna gelap, kemeja putih longgar, celana kain, serta aksesoris seperti kalung rantai, sabuk besar, syal atau bandana di kepala, penutup mata, dan topi khas bajak laut.

Latar tempat untuk pemotretan yearbook tema ini bisa dilakukan di pantai, dermaga, atau area terbuka yang terdapat unsur kayu dan tali kapal agar hasil foto tampak lebih hidup dan nyata.

  1. Dreamy world atau dunia fantasi

Tema pemotretan yearbook yang satu ini sangat cocok dengan kelas yang ingin menampilkan sisi manis, lembut, ceria, dan penuh warna.

Tema dreamy world ini menggambarkan suasana imajinatif seolah sedang berada di dunia mimpi karena konsepnya menggabungkan unsur fantasi dan dongeng dengan sentuhan warna pastel, bunga, dan cahaya lembut.

Elemen yang bisa digunakan dalam tema ini meliputi busana dengan gaya peri, gaun lembut berwarna pastel, atau pakaian bergaya whimsical yang memberikan kesan ringan dan penuh khayalan.

 

Baca Juga: Cholik Akui Putut Atur Teknis dan Harga Kover

 

Lokasi pemotretan bisa memanfaatkan taman bunga, padang rumput, atau studio dengan properti seperti awan buatan, gelembung, dan lampu-lampu kecil yang menambah kesan dreamy.

  1. Urbancore

Urbancore adalah sebuah konsep yang menonjolkan nuansa modern, gaul, dan realistis dengan latar kehidupan di perkotaan.

Konsep ini umumnya menekankan gaya berpakaian yang kasual namun tetap tegas, dengan balutan jaket denim, celana cargo, hoodie dan sneakers.

Sangat cocok untuk kelas yang ingin tampil dengan kesan bebas, kuat, dan kekinian. Seolah memotret potret alur kehidupan remaja masa kini di tengah hiruk pikuk kota.

Warna yang seringkali muncul dalam konsep ini adalah abu-abu, hitam, dan warna netral lainnya yang mencerminkan atmosfer kota.

Latar yang dapat digunakan dalam pemotretan tema urbancore ini bisa berupa dinding grafiti, jembatan penyebrangan, atau rooftop gedung.

Selain memilih konsep atau tema pemotretan, pemilihan lokasi pemotretan dan properti pun termasuk dalam daftar hal-hal penting yang perlu diperhatikan.

Pemilihan lokasi dan properti dapat berpengaruh besar dalam menciptakan suasana yang mendukung.

Perpaduan antara warna pakaian, latar, dan pencahayaan juga sangat perlu untuk diperhatikan secara teliti agar keseluruhan hasil foto terlihat harmonis dan tidak berlebihan.

 

Baca Juga: Putut Sebut Rapat Awal di Rumah Rakyat

 

Yearbook bukan hanya tentang bagaimana seseorang terlihat di depan kamera, tetapi juga tentang cerita dan kenangan yang berada di dalamnya.

Apapun pilihan tema dan konsepnya, hal terpenting dari yearbook adalah makna kebersamaan yang selalu abadi di tiap halaman yearbook.

FANEZA

Editor : Imron Arlado
#kelas akhir #Kelulusan #pirate #bajak laut #rekomendasi #19th century painters #dreamy world #yearbook #dunia fantasi #urbancore #konsep pemotretan