JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bom bunuh diri mengguncang gedung pengadilan distrik di Islamabad, ibu kota Pakistan pada Selasa, 11 November 2025.
Dalam insiden tragis yang terjadi ini, setidaknya ada 12 orang kehilangan nyawa dan sekitar 27 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini menimbulkan kesedihan yang amat mendalam serta kekhawatiran luas terkait keamanan di daerah tersebut.
Berdasarkan informasi dari Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, pelaku bom bunuh diri sebelumnya telah mencoba untuk memasuki kompleks pengadilan. Namun akhirnya ia meledakkan dirinya di luar gedung tepatnya di dekat kendaraan polisi yang sedang berjaga.
Ledakan terjadi sekitar pukul 11.50 waktu setempat yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan cedera di antara petugas keamanan serta warga sipil yang berada di lokasi kejadian.
Saksi yang berada di sekitar tempat kejadian menggambarkan suara ledakan yang teramat keras dan mengejutkan, diikuti oleh kekacauan segera setelahnya.
Gambar-gambar dari lokasi bom bunuh diri yang beredar menunjukkan tangisan dan kepanikan di antara orang-orang di area tersebut, serta korban yang berlumuran darah tergeletak di dekat mobil polisi.
Pemerintah Pakistan segera menutup akses ke lokasi tersebut, dan mengerahkan tim keamanan serta penyidik untuk mengamankan area serta melakukan penyelidikan.
Sampai saat ini, pihak berwenang belum mengungkapkan dengan jelas siapa yang akan bertanggung jawab atas serangan ini, meskipun beberapa media lokal melaporkan adanya klaim tanggung jawab dari kelompok militan yang aktif di wilayah tersebut.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari mengecam serangan ini dengan tegas, menyebut tindakan teror tersebut sebagai kejahatan yang tidak hanya menyerang keamanan nasional namun juga telah merenggut nyawa wargga yang tidak bersalah.
Ia menekankan betapa pentingnya kolaborasi untuk memerangi terorisme yang didorong serta didanai oleh pihak asing agar negara dapat segera pulih dalam suasana damai.
Ledakan ini juga memicu peningkatan pengamanan di berbagai titik strategis di Islamabad dan kota-kota besar lainnya, pemerintah menegaskan akan memperkuat langkah-langkah keamanan untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Serangan bom bunuh diri di pusat pemerintahan ini menambah daftar panjang peristiwa kekerasan yang terus berlangsung di Pakistan selama bertahun-tahun, dampak kemanusiaan dari insiden ini sangat signifikan, dan menjadi viral di berbagai platform media sosial dengan banyak ucapan belasungkawa dan kecaman yang mengalir dari seluruh dunia. Dzafir Kirana Adelia
Editor : Imron Arlado