JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Terletak di kaki Pegunungan Cyclops, di Kabupaten Jayapura, Papua, Danau Sentani merupakan salah satu destinasi wisata alam paling memukau di ujung timur Indonesia.
Danau ini membentang luas sekitar 9.360 hektare dan berada pada ketinggian sekitar 75 meter di atas permukaan laut. Dikelilingi perbukitan hijau yang menawan, airnya yang tenang memantulkan keindahan langit dan pegunungan di sekitarnya, menciptakan panorama alam yang menenangkan dan memesona.
Nama “Sentani” sendiri memiliki makna yang indah, yakni “disini kami hidup dengan damai”. Filosofi ini tercermin dari kehidupan masyarakat di sekitar danau yang hidup rukun dengan alam dan menjaga tradisi nenek moyang mereka.
Terdapat sekitar 24 desa yang tersebar di sekitar danau, banyak diantaranya berada di atas air dengan rumah panggung khas Papua.
Masyarakat setempat menggantungkan hidup dari hasil danau, seperti ikan gabus dan udang, serta dari kerajinan tangan yang mereka buat dengan penuh keindahan dan makna budaya.
Salah satu daya tarik utama Danau Sentani adalah keindahan panoramanya yang dapat dinikmati dari Bukit Teletubbies Doyo Lama atau dari puncak Ifar Gunung.
Dari tempat ini, wisatawan bisa melihat hamparan air dan pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah danau. Saat matahari terbit atau tenggelam, pantulan cahaya keemasan di permukaan air menciptakan pemandangan yang begitu magis dan menenangkan hati.
Selain keindahan alamnya, Danau Sentani juga terkenal dengan kekayaan budaya masyarakat sekitarnya. Setiap tahun, pemerintah daerah bersama masyarakat menggelar Festival Danau Sentani, biasanya pada bulan Juni.
Baca Juga: DLH dan Polisi Usut Kasus Dumping Limbah B3
Festival ini menampilkan berbagai atraksi budaya seperti tari-tarian tradisional, lomba perahu hias, pameran kerajinan khas Papua, hingga kuliner tradisional.
Acara ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi muda dan wisatawan mancanegara.
Wisatawan yang berkunjung ke Danau Sentani juga bisa mengunjungi Kampung Asei, yang dikenal sebagai pusat seni lukis kulit kayu khas Papua. Lukisan-lukisan ini menggambarkan kisah kehidupan masyarakat, legenda, dan simbol-simbol adat yang diwariskan turun-temurun.
Selain itu, wisata kuliner di sekitar danau juga menarik untuk dicoba, seperti ikan bakar khas Papua yang disajikan dengan sambal rica dan papeda, makanan pokok dari sagu.
Danau Sentani bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga simbol kehidupan dan harmoni antara manusia dan alam. Keindahan alamnya yang masih alami berpadu dengan kekayaan budaya yang penuh makna membuat tempat ini layak disebut permata dari Tanah Papua.
Baca Juga: Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi Jadikan Taman Sekumpul Mojo Ruang Edukasi lewat Gertambusur
Mengunjungi Danau Sentani bukan sekadar menikmati pemandangan, tetapi juga merasakan kedamaian, keramahan, dan kehangatan masyarakat Papua yang selalu tersenyum menyambut tamu yang datang.
Dengan segala keunikan dan pesonanya, Danau Sentani menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, yang perlu dijaga dan dilestarikan agar tetap menjadi kebanggaan bangsa untuk generasi mendatang. AILEEN
Editor : Imron Arlado