JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Brand olahraga lokal Erspo mendapat sorotan tajam dan kritikan luas dari warganet setelah memilih Azizah Salsha sebagai salah satu muse model mereka dalam acara Jakarta Fashion Week 2026.
Pemilihan Azizah, yang tengah menjadi perbincangan publik setelah digugat cerai oleh Pratama Arhan pada bulan September 2025, mendapat respons negatif yang cukup besar hingga ada seruan untuk memboikot brand tersebut.
Warganet meminta agar Erspo menerapkan cancel culture terhadap Azizah Salsha. Mereka menilai Azizah tidak pantas dijadikan contoh talet atau muse bagi masyarakat.
Kronologi Kontroversi
Di acara JFW 2026, Azizah tampil memperkenalkan koleksi pakaian olahraga padel dari Erspo dengan gaya yang tetap sporty dan stylish. Ia memakai crop tank top putih yang dipadukan dengan rok mini berwarna hijau toska yang menonjolkan citra sporty dari koleksi terbaru Erspo.
Namun, warganet justru menyoroti pemilihan Azizah sebagai muse dan mempertanyakan alasan brand tersebut memilih sosok yang sedang dalam sorotan masalah pribadi dan hubungan asmara yang juga menjadi bahan pergunjingan publik.
Kontroversi menjadi lebih panas ketika host siaran langsung Erspo di platform TikTok membuat pernyataan yang dianggap provokatif dengan mengatakan, “Komentar kalian tidak mematikan rezeki kami.”
Pernyataan ini dianggap memperburuk situasi dan menimbulkan kemarahan publik, sehingga video siaran langsung dan beberapa potongan yang mencakup perkataan tersebut langsung dihapus oleh pihak Erspo.
Tanggapan Brand
Menyikapi gelombangan kritik dan kontroversi yang terus berlanjut, Erspo akhirnya memberikan pernyataan resmi melalui akun TikTok @erspo.official pada 8 November 2025.
Dalam pernyataannya, mereka meminta maaf secara tulus atas keterlibatan beberapa talent dalam acara JFW, termasuk Azizah Salsha.
Erspo mengakui pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk lebih memperketat proses seleksi talent di masa depan agar lebih hati-hati dan bertanggung jawab.
“Dengan ini, kami memohon maaf dengan tulus atas keterlibatan beberapa talent (muse) dalam acara Jakarta Fashion Week. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk memperkuat proses pemilihan talent ke depannya agar lebih selektif dan bertanggung jawab,” tulis pihak Erspo di TikTok.
Selain itu, brand ini juga secara khusus meminta maaf atas pernyataan host siaran langsung mereka yang dinilai tidak tepat dan menyinggung pihak tertentu.
Mereka menegaskan telah melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah-langkah internal agar insiden semacam itu tidak terjadi lagi.
“Kami juga memohon maaf apabila terdapat respons dari Host Live ERSPO yang dirasa kurang pantas atau menyinggung pihak mana pun. Kami telah melakukan evaluasi menyeluruh dan mengambil langkah tindak lanjut sesuai prosedur internal agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Erspo dalam pernyataannya.
Erspo juga berharap bisa terus berkembang dengan dukungan dan masukan dari publik, serta tetap menjunjung nilai hormat terhadap semua pihak yang terlibat.
Kontroversi ini yang melibatkan hal pribadi dan profesional menunjukkan pentingnya brand memiliki sensitivitas dalam memilih representasi publik, terutama dalam acara besar seperti Jakarta Fashion Week yang mendapat perhatian nasional.
(RIZMA)
Editor : Imron Arlado