Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Terjebak dalam Ilmu Lintrik, Perseteruan, Teror, dan Figur Ketiga yang Menghancurkan

Imron Arlado • Selasa, 11 November 2025 | 04:11 WIB

Sebuah drama menegangkan yang menggambarkan keruntuhan hubungan Ario dan Andin disebabkan oleh munculnya seorang tokoh ketiga serta pengetahuan lintrik yang membawa mereka ke dalam teror supranatural.
Sebuah drama menegangkan yang menggambarkan keruntuhan hubungan Ario dan Andin disebabkan oleh munculnya seorang tokoh ketiga serta pengetahuan lintrik yang membawa mereka ke dalam teror supranatural.

Jawa Pos Radar Mojokerto - Film Sosok Ketiga, Lintrik menyajikan kombinasi antara drama keluarga dan elemen mistis yang berlandaskan pada tradisi setempat. Narasi yang diangkat tidak hanya mencerminkan pengkhianatan, tetapi juga mengeksplorasi bagaimana kekuatan supernatural dapat mempengaruhi kehidupan zaman sekarang.

Melalui cara bercerita yang mendalam, film ini berusaha untuk memaparkan sudut pandang berbeda dari ilmu pelet, yaitu Lintrik, yang dipahami sebagai daya tarik gaib untuk membengkokkan kehendak seseorang.

Alur cerita berpusat pada sepasang suami istri muda, Ario dan Andin. Setelah enam bulan menikah, kehidupan mereka tampak harmonis pada awalnya. Namun, perubahan perilaku Ario mulai tampak jelas. Ia menjadi cepat marah, kehilangan minat terhadap istrinya, dan sering menghilang tanpa alasan. Andin, yang semula berusaha memahami situasi tersebut, perlahan menyadari bahwa perubahan ini bukan hanya sekadar masalah komunikasi atau tekanan kerja.

Kecurigaan Andin semakin mendalam ketika sosok wanita bernama Naura muncul, perempuan dari kalangan sosial tinggi yang memiliki hubungan mencurigakan dengan Ario.

Naura tidak hanya sebgai orang ketiga, tetapi juga diduga telah memanfaatkan ilmu Lintrik untuk mengikat Ario secara emosional. Dari sinilah ketegangan mulai muncul, memperlihatkan konflik antara rasionalitas dan kepercayaan tradisional.

Baca Juga: IKA SMANSAMOSAR Siap Gelar Mubes 2025, Momentum Estafet Kepemimpinan Alumni

Di sisi lain, Andin tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini. Adiknya, Amara, yang mewarisi jiwa spiritual dan pelajaran leluhur dari keluarga, merasakan adanya energi aneh yang mengganggu kehidupan rumah tangga kakaknya.

Amara menjadi karakter kunci yang mengungkap misteri gaib dalam cerita, sekaligus menjadi penggerak untuk menyelamatkan Ario dari pengaruh Lintrik.

Teror gaib semakin tampak nyata ketika tanda-tanda gangguan supranatural mulai muncul di rumah Andin. Kejadian aneh, penampakan, hingga perilaku ekstrem Ario mendorong Andin untuk meminta pertolongan.

Mbah Ayu dan Pakde Bagyo, dua tokoh yang memiliki pemahaman tentang ilmu tradisional Jawa, membantu menjelaskan bahwa Lintrik bukanlah pelet biasa, tetapi sebuah kekuatan yang bisa merusak jiwa seseorang jika disalahgunakan.

Dalam konteks film, Lintrik bukan hanya elemen horor. Ia berfungsi sebagai simbol manipulasi dan dominasi. Ario yang terpengaruh oleh Lintrik kehilangan kontrol atas dirinya, sedangkan Andin harus berjuang menghadapi luka emosional akibat rasa dikhianati. Film ini menunjukkan bagaimana kesucian cinta bisa runtuh ketika disusupi oleh nafsu dan kekuatan yang melebihi batas kemampuan manusia.

Baca Juga: Dari Horor Klasik sampai Thriller Modern, Film-Film ini Wajib Kamu Tonton Saat Malam Perayaan Halloween

Para aktor memberikan nuansa yang kuat pada film ini. Adinda Thomas memerankan Andin dengan emosi yang mendalam, menampilkan sisi lemah dan kuat secara bersamaan.

Wafda Saifan Lubis sebagai Ario berhasil menggambarkan sosok pria yang terjebak antara kesadaran dan pengaruh gaib. Aulia Sarah sebagai Naura menghadirkan karakter yang dominan, misterius, dan penuh intensitas. Karakter pendukung seperti Atiqa Hasiholan, Nugie, Adzwa Aurell, dan Dilan Janiyar melengkapi dinamis cerita dengan peran masing-masing.

Sosok Ketiga, Lintrik akhirnya menyajikan kisah tentang pertempuran batin, keyakinan, dan kekuatan tradisi yang masih hidup di dalam masyarakat.

Film ini menawarkan horor yang tidak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menyentuh aspek emosional. Para penonton diajak untuk merenungkan bagaimana sebuah hubungan dapat hancur tidak hanya karena kehadiran pihak ketiga, tetapi juga oleh kekuatan yang tak terlihat.

Film ini menjadi pilihan menarik bagi mereka yang menyukai genre horor dengan pendekatan psikologis dan cerita yang berasal dari budaya lokal.Okta

Editor : Imron Arlado
#sosok ketiga lintrik #dilan janiyar #teror