Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengulik Rahasia di Balik Ekor Seadragon Jantan, Kisah Unik Si Ayah yang Menjadi Pihak Pengandung

Imron Arlado • Selasa, 4 November 2025 | 04:00 WIB
Di seluruh belahan dunia ini, pasti ada berbagai macam jenis hewan yang unik, namun dengan populasi terbatas. Sumber foto: Google
Di seluruh belahan dunia ini, pasti ada berbagai macam jenis hewan yang unik, namun dengan populasi terbatas. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di seluruh belahan dunia ini, pasti ada berbagai macam jenis hewan yang unik, namun dengan populasi terbatas.

Salah satu bukti nyata fenomena ini dapat di lihat di perairan Australia bagian selatan, di mana hidup seekor hewan laut yang tampak seperti makhluk negeri dongeng, yakni Seadragon atau naga laut.

Hewan seadragon masih berada dalam satu lingkup keluarga kuda laut dari famili atau kelompok Syngnathidae, namun seadragon memiliki bentuk yang lebih artistik.

Seadragon memiliki tubuh yang panjang, ramping, dan tubuhnya dihiasi struktur menyerupai daun atau rumput laut sebagai bentuk kamuflase alami.

Dengan gerakannya yang lembut dan perlahan, seadragon tampak seperti potongan daun atau tanaman yang menari-nari di arus laut.

Penampilan seadragon yang indah juga menjadi alat dan cara untuk bertahan hidup di antara lebatnya ganggang dan lamun.

Hewan ini juga memiliki tiga spesies utama, yang pertama yaitu Leafy Seadragon yang paling terkenal karena memiliki struktur menyerupai daun panjang di seluruh tubuhnya, sehingga membuatnya benar-benar terlihat seperti tanaman laut.

 

Baca Juga: Seni Menolak Tanpa Merasa Bersalah, Kunci Menjaga Keseimbangan Diri di Tengah Tuntutan Dunia

 

Ada pula Weedy Seadragon yang berpenampilan lebih ramping dengan struktur lembaran daun yang lebih pendek dan tubuh berwarna oranye kekuningan berpadu merah muda.

Yang terakhir adalah Ruby Seadragon yang baru saja ditemukan pada tahun 2015 lalu. Spesies seadragon yang satu ini hidup di perairan yang lebih dalam dan berwarna merah tua.

Warna merah tua tersebutlah yang membantu mereka menyamar di kedalaman laut karena cahaya mereka sulit menembus air.

Seadragon umumnya hidup di perairan beriklim sedang yang cukup dangkal di perairan bagian selatan dan barat daya Australia.

Mereka biasanya bersembunyi di antara lebatnya hutan rumput laut atau ganggang yang bergoyang mengikuti arus.

Seadragon juga termasuk dalam perenang lambat dan lebih mengandalkan kamuflase daripada kecepatan.

Makanan utama hewan ini adalah plankton kecil, larva udang, serta hewan mikroskopis yang dihisap menggunakan moncong panjangnya.

Sementara itu, salah satu hal yang membuat seadragon semakin menarik adalah sistem reproduksi seadragon ini yang terbalik dan tidak biasa dibandingkan kebanyakan hewan lain.

Dalam proses berkembangbiaknya, seadragon jantan justru berperan sebagai "pengandung", karena setelah seadragon betina menghasilkan telur, ia akan menyalurkan atau memindahkan telur-telur tersebut ke tubuh seadragon jantan.

Proses berkembang biak jenis ini juga terdapat dalam proses reproduksi kuda laut. Namun, seadragon memiliki mekanisme yang sedikit berbeda.

Dalam proses ini, betina akan menempelkan telur-telurnya yang telah dibuahi ke bagian bawah ekor ekor seadragon jantan. Di sinilah perbedaan mekanisme antara seadragon dan kuda laut tampak jelas.

Kuda laut memiliki kantong pengeraman tertutup, sedangkan seadragon tidak memiliki kantong tertutup tersebut.

Sebagai gantinya, permukaan bagian bawah ekor seadragon jantan memiliki jaringan khusus dengan tekstur lembut seperti spons yang penuh dengan pembuluh darah halus.

 

Baca Juga: Tumbuhkan Skill Komunikasi Siswa lewat Praktik Speaking

 

Di titik itulah ada sekitar 250 butir telur berwarna merah muda akan menempel dengan rapi dan jaringan spons tersebutlah yang akan berperan sebagai inkubator alami, menyalurkan oksigen sekaligus nutrisi secara langsung ke telur-telur tersebut.

Setelah telur-telur tersebut menempel di bagian bawah ekornya, seadragon jantan akan mengerami telur-telur itu selama sekitar empat hingga enam minggu lamanya.

Selama proses pengeraman, ekor seadragon jantan akan sering berubah menjadi lebih gelap yang menandakan peningkatan aktivitas biologis yang terletak di bawah permukaannya.

Dalam periode ini, seadragon jantan tak hanya menyalurkan oksigen, tetapi juga menjaga suhu dan kelembapan agar telur tetap stabil.

Ia juga akan berenang dengan hati-hati, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat untuk menjaga agar telur tidak sampai terlepas.

Saat tiba waktunya menetas, telur-telur yang menempel akan perlahan-lahan mulai pecah, dan anak-anak seadragon akan keluar satu per satu dari permukaan ekor seadragon jantan.

Proses penetasan ini akan berlangsung selama beberapa jam hingga seluruh telur berhasil menetas.

Tingkat kelangsungan hidup anak seadragon juga dikenal sangat rendah dan hanya sebagian kecil yang berhasil bertahan hidup hingga dewasa.

Hal tersebut dikarenakan setelah menetas, anak-anak seadragon langsung mandiri tanpa bantuan lebih dari induknya.

Mereka harus segera mencari tempat berlindung sendiri di antara lebatnya rumput laut agar tidak dimangsa oleh hewan lain.

 

Baca Juga: Terapkan Pendekatan Deep Learning dan Tumbuhkan Karakter Siswa

 

Sistem reproduksi seperti seadragon ini juga dikenal sebagai hasil evolusi yang sangat efisien, karena dengan jantan yang menanggung telur, betina bisa segera memproduksi telur baru setelah proses pemindahan selesai dan meningkatkan peluang reproduksi dalam satu musim.

Adaptasi proses reproduksi yang satu ini menjadi bukti nyata bahwa peran biologis di alam luas bisa sangat beragam dan tak selalu mengikuti pola pada umumnya.

FANEZA/Devi

Editor : Imron Arlado
#sistem reproduksi #leafy seadragon #hewan #jantan #unik #spesies utama #seadragon #Syngnathidae #ruby seadragon #betina #naga laut #proses berkembang biak #weedy seadragon