Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lavender Marriage, Pernikahan Kedok di Balik Tekanan Sosial dan Orientasi Seksual

Imron Arlado • Rabu, 29 Oktober 2025 | 00:12 WIB
Lavender Marriage, Pernikahan Kedok di Balik Tekanan Sosial dan Orientasi Seksual (sumber foto: Pinterest)
Lavender Marriage, Pernikahan Kedok di Balik Tekanan Sosial dan Orientasi Seksual (sumber foto: Pinterest)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Akhir-akhir ini, kata “Lavender Marriage” kembali banyak dibahas, terutama setelah terungkap berbagai isu dan tuduhan yang melibatkan beberapa artis, seperti Irish Bella dan Haldy Sabri.

Istilah lavender marriage sudah ada sejak awal abad ke-20 dan digunakan untuk menggambarkan pernikahan antara pria dan wanita.

Dalam pernikahan ini, salah satu atau kedua pihaknya memiliki orientasi seksual non-heteroseksual, seperti homoseksual atau biseksual, tetapi menikah dengan pasangan lawan jenis untuk menyembunyikan orientasi seksual sebenarnya.

 

 

Lavender marriage adalah jenis pernikahan yang dilakukan untuk kenyamanan, sering kali disebut sebagai "marriage of convenience".

Tujuan utama dari pernikahan ini adalah untuk menghindari diskriminasi dan stigma negatif yang masih ada terhadap orientasi seksual yang berbeda.

Alasan utama dibaliknya adalah untuk menyesuaikan diri dengan tekanan dari masyarakat yang menganut norma heteronormatif, aturan sosial yang mengharuskan seseorang hidup sesuai dengan peran gender dan orientasi yang dianggap "normal", yakni heteroseksual.

Banyak dari pernikahan ini tidak didasari oleh cinta atau hubungan romantis, melainkan merupakan kesepakatan bersama untuk mempertahankan citra dan diterima dalam masyarakat.

 

 

Kata "lavender" memiliki hubungan dengan simbolisasi warna lavender yang terdapat pada bendera komunitas LGBTQ+, melambangkan identitas serta dukungan terhadap kelompok minoritas seksual tersebut.

Ide ini pertama kali banyak dikenal di Hollywood pada tahun 1920-an hingga 1950-an, saat sejumlah aktor dan aktris menyembunyikan orientasi seksual mereka yang sebenarnya untuk menjaga karier dan citra diri.

Di Indonesia, topik ini kembali hangat diperbincangkan setelah adanya tuduhan tentang lavender marriage yang ditujukan kepada pasangan terkenal Irish Bella dan Haldy Sabri.

Irish Bella dengan jelas menolak tuduhan tersebut, mengungkapkan bahwa kehidupannya bersama suami berjalan lancar dan jauh dari tuduhan yang beredar, tuduhan tersebut hanyalah dugaan di media sosial tanpa bukti yang kuat.

Penjelasan ini menjadi sangat penting di tengah banyaknya stigma dan informasi yang keliru di masyarakat terkait orientasi seksual dan bentuk pernikahan semacam ini.

 

 

Menurut ahli psikologi, pernikahan lavender dapat memberikan efek negatif pada kesehatan mental karena adanya tekanan dari dalam diri serta lingkungan untuk bertahan dalam hubungan yang tidak sepenuhnya tulus atau didasari cinta.

Situasi ini dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan perasaan kesepian bagi orang-orang yang terjebak dalam tipe pernikahan tersebut.

Meski demikian, ada juga sudut pandang yang menganggap pernikahan lavender sebagai alternatif sosial bagi individu yang mengalami diskriminasi signifikan dalam masyarakat yang belum menerima keberagaman dalam orientasi seksual.

 

Fenomena lavender marriage menunjukkan bagaimana norma sosial dan tekanan budaya terus memiliki dampak besar pada kehidupan pribadi serta pilihan individu, terutama di negara-negara yang masih rendah dalam hal penerimaan terhadap orientasi seksual.

Namun, kesadaran serta pembicaraan mengenai hak-hak LGBTQ+ kian meningkat, dan pernikahan semacam ini sekarang mulai dilihat bukan hanya sebagai “kedok”, melainkan juga sebagai penyesuaian kembali terhadap gagasan cinta dan komitmen dalam masyarakat modern yang kompleks.

Devi

Editor : Imron Arlado
#istilah #Lavender Marriage #irish bella #Haldy Sabri #isu