JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pertunjukan cahaya drone atau drone light show menjadi salah satu bentuk hiburan malam yang paling menarik dan selalu berlangsung meriah di Tiongkok dalam beberapa tahun terakhir.
Pertunjukan ini secara rutin diselenggarakan di beberapa kota besar seperti Chongqing, Beijing, Shanghai, dan Shenzhen, terutama pada momen perayaan dan di akhir pekan.
Chinese drone light show ini juga dianggap menggambarkan bagaimana teknologi modern dapat digunakan sebagai hiburan publik yang memukau tanpa meninggalkan nilai estetika.
Salah satu drone light show yang terbesar hingga masuk ke dalam Guinness World Record pernah berlangsung di Chongqing pada tanggal 17 Juni 2025 dengan 11.787 unit drone diterbangkan secara serentak mengubah langit Chongqing menjadi kanvas teknologi.
Pada saat itu, drone light show di Chongqing menampilkan berbagai formasi yang luar biasa mulai dari formasi berbentuk naga, karakter huruf Mandarin, hingga simbol modern yang melambangkan kemajuan teknologi Tiongkok.
Sejak saat itulah, pertunjukan cahaya drone di Chongqing digelar secara rutin setiap hari Sabtu malam di kawasan pertemuan sungai Yangtze dan Jialing.
Keberhasilan pertunjukan tersebut tak hanya memperkuat citra Chongqing sebagai kota wisata malam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Hal tersebut terbukti dalam laporan setempat yang menyatakan adanya peningkatan signifikan dalam sektor kuliner, kafe, dan tempat wisata yang berada di dekat lokasi pertunjukan sejak acara tersebut rutin dimulai.
Pertunjukan ini juga menjadikan drone light show sebagai simbol baru pariwisata malam Tiongkok yang modern dan berteknologi tinggi.
Drone light show sendiri merupakan salah satu bentuk hiburan modern yang memadukan antara teknologi penerbangan, seni visual, dan kreativitas digital.
Dalam pertunjukan menakjubkan ini, ribuan unit drone diterbangkan secara bersamaan dan sinkron untuk membentuk berbagai pola mulai dari pola tulisan hingga gambar bergerak yang menghiasi langit malam.
Fenomena ini juga selalu berhasil menghadirkan pengalaman visual yang menakjubkan bagi para masyarakat dan wisatawan yang menonton, seolah-olah langit berubah menjadi kanvas raksasa yang menampilkan berbagai lukisan bergerak dan bercahaya.
Kehadiran pertunjukan ini juga kerap kali dianggap sebagai peralihan dari pertunjukan kembang api ke drone light show yang mencerminkan perubahan masyarakat dalam cara menikmati hiburan malam.
Jika sebelumnya kembang api menjadi salah satu simbol kemeriahan suatu pertunjukan dan perayaan, kini pertunjukan cahaya drone telah mengambil peran tersebut karena keunggulannya yang lebih ramah lingkungan sekaligus lebih efisien.
Dengan keunggulan teknologi drone ini, pertunjukan dapat berlangsung tanpa adanya polusi udara, kebisingan, maupun limbah sisa pembakaran yang dihasilkan oleh kembang api.
Tak hanya itu, penggunaan drone dalam pertunjukan ini juga memungkinkan pengendalian yang lebih aman, terkontrol, dan presisi sehingga dapat menampilkan koreografi di udara yang kompleks tanpa risiko ledakan dan kebakaran.
Drone yang digunakan dalam pertunjukan ini juga telah dilengkapi dengan lampu LED berwarna dan sistem navigasi berbasis RTK atau Real Time Kinematic yang memungkinkan posisi terbang tetap akurat hingga tingkat sentimeter tertentu.
Sementara itu, pengaturan dan pengendalian waktu terbang, tingkat kecepatan, arah, sekaligus warna lampu masing-masing drone berdasarkan algoritma formasi dilakukan di pusat kendali terintegrasi yang telah disiapkan.
Baca Juga: PLN Bakal Pasang Penangkal Petir di Beberapa Lokasi, Simak Wilayah yang Akan Dilakukan Pemadaman
Pertunjukan drone ini juga tak hanya menonjolkan kecanggihan teknologi milik Tiongkok saja, tetapi juga menjadi media baru Tiongkok dalam mengekspresikan identitas budayanya yang sangat khas.
Di setiap pertunjukan drone seringkali menampilkan tema yang berkaitan erat dengan festival tradisional, cerita rakyat, dan ikon khas daerah.
Pada kesempatan lain, drone juga kerap kali membentuk simbol modern seperti bentuk pesawat ruang angkasa ataupun logo acara nasional.
Dengan begitu, pertunjukan ini memiliki fungsi lain sebagai bentuk perpaduan antara warisan tradisional dan inovasi teknologi sekaligus memperlihatkan bagaimana Tiongkok berusaha menyeimbangkan kemajuan modern dengan akar budayanya.
Melalui pertunjukan cahaya drone ini, kota-kota besar seperti Chongqing, Beijing, Shanghai, dan Shenzhen tak hanya menunjukkan kualitas kemajuan teknologinya, tetapi juga membangun citra baru sebagai destinasi wisata modern yang hidup. FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado