Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Diminati Generasi Muda, Ini Dia Alasan Mengapa Intimate Wedding Menjadi Penikahan Impian Masa Kini

Imron Arlado • Kamis, 23 Oktober 2025 | 03:00 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, pergeseran nyata terjadi dalam cara para generasi muda memandang upacara pernikahan. Sumber foto: Google
Dalam beberapa tahun terakhir, pergeseran nyata terjadi dalam cara para generasi muda memandang upacara pernikahan. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Dalam beberapa tahun terakhir, pergeseran nyata terjadi dalam cara para generasi muda memandang upacara pernikahan.

Dari yang awalnya menempatkan kemewahan dan ukuran sebagai tolak ukur keberhasilan suatu acara pernikahan, kini tak jarang para generasi muda memilih untuk merayakan berlabuhnya kehidupan mereka bersama pasangan dengan skala yang lebih kecil, intim, namun penuh ketulusan.

Pergeseran ini tak terjadi secara tiba-tiba, melainkan dipengaruhi oleh perubahan nilai sosial, pengalaman kolektif selama pandemi, serta prioritas ekonomi yang berbeda.

Perbedaan prioritas ekonomi tersebut adalah pernikahan bukan sekedar pesta besar, tetapi juga pengalaman seumur hidup sekali yang terasa tulus dan berkesan bagi pasangan serta tamu terdekat.

Konsep pernikahan tersebut biasanya disebut sebagai konsep intimate wedding, sebuah konsep pernikahan berskala kecil dengan tamu yang terbatas.

Pernikahan dengan konsep intimate wedding biasanya hanya dihadiri oleh keluarga inti, sahabat dekat, dan kerabat yang benar-benar memiliki kedekatan emosional dengan kedua mempelai.

Fokus intimate wedding bukanlah pada kemewahan atau banyaknya jumlah tamu, tetapi suasana pernikahan yang hangat dengan interaksi santai tanpa canggung dan detail-detail yang mencerminkan karakter pasangan.

Intimate wedding juga bersifat sangat fleksibel karena dapat diselenggarakan di berbagai tempat seperti taman, villa, kediaman pribadi, atau ruang kecil di restoran, selama suasana dan ruangan tersebut mendukung kebersamaan.

 

Baca Juga: Hari Santri Nasional 2025, Gus Bupati: Santri Harus Berinovasi dengan Teknologi

 

Konsep pernikahan ini sangat digandrungi banyak pasangan di kalangan generasi muda bahkan disebut sebagai "dream wedding" atau pernikahan impian karena beberapa hal, yaitu:

  1. Interaksi bermakna di sesi mingle party

Dengan jumlah tamu yang tak begitu banyak, pengantin memiliki kesempatan untuk berbincang secara langsung dengan hampir seluruh tamu setelah sesi formal pernikahan selesai, sesi berbincang ini umumnya disebut dengan sesi mingle party.

Perbincangan juga bisa berlangsung lama diselingi dengan pelukan hangat dan doa-doa tulus dari tamu yang merupakan orang-orang terdekat.

Sehingga dapat memberi kesan mendalam dibanding pernikahan besar yang terkesan seremonial dan terbagi-bagi.

  1. Nuansa khidmat dan otentik

Konsep intimate wedding cenderung menghadirkan suasana yang lebih khidmat dan khusyu dengan rangkaian acara yang dapat diubah menjadi lebih sederhana namun tetap sarat akan makna.

  1. Efisiensi anggaran dan prioritas finansial

Karena skala acara yang lebih kecil dari pernikahan besar, biaya operasional bisa ditekan.

Bagi banyak pasangan di kalangan generasi muda, penghematan ini memungkinkan mereka untuk mengalihkan dana ke tujuan jangka panjang yang lebih krusial, seperti DP rumah, mobil, modal usaha, atau tabungan keluarga.

 

Baca Juga: Berkat Aktifkan Pos Siskamling, Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi Raih Juara 2 Lomba Satlinmas

 

  1. Fleksibilitas kreasi

Konsep intimate wedding ini juga memberi kebebasan pada pasangan untuk menentukan dekorasi, susunan acara, hingga pemilihan makanan dan hiburan yang dapat mencerminkan selera pasangan karena tidak terikat dengan tradisi besar.

Meski terkesan simpel dan sederhana, tetap ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam konsep pernikahan ini, seperti lokasi harus mendukung suasana intim, tata acara yang lebih singkat dan fleksibel, dekorasi dan estetika, hiburan, serta dokumentasi.

Konsep intimate wedding bukan sekedar tren estetika atau alternatif yang ekonomis, melainkan cerminan dari perubahan pandangan terhadap pernikahan sebagai momen sakral yang harus sarat akan makna dan ketulusan, bukan sekedar pertunjukan sosial.

FANEZA/Linda

Editor : Imron Arlado
#daya tarik #aspek yang perlu diperhatikan #generasi muda #Konsep #Intimate Wedding #pernikahan #fleksibel #dream wedding