Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Galeries Lafayette Paris, Tempat di Mana Mode, Seni, dan Sejarah Berpadu Sempurna

Imron Arlado • Rabu, 15 Oktober 2025 | 22:42 WIB
Kota Paris selalu dikenal sebagai kota mode dunia. Di antara jalanan elegan, aroma parfum mewah, dan deretan butik haute couture. Sumber Foto: Google
Kota Paris selalu dikenal sebagai kota mode dunia. Di antara jalanan elegan, aroma parfum mewah, dan deretan butik haute couture. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kota Paris selalu dikenal sebagai kota mode dunia. Di antara jalanan elegan, aroma parfum mewah, dan deretan butik haute couture.

Terdapat bangunan ikonik yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan gaya hidup kota ini, Galeries Lafayette.

Lebih dari sekadar pusat perbelanjaan, tempat ini adalah simbol kemewahan, kreativitas, dan keanggunan khas Paris yang telah memikat hati wisatawan selama lebih dari seabad.

Cerita Galeries Lafayette dimulai pada tahun 1893, ketika Théophile Bader dan Alphonse Kahn membuka sebuah toko kecil di Rue La Fayette.

Visi mereka sederhana namun ambisius, menciptakan ruang belanja yang bukan hanya menjual barang, tetapi juga menawarkan pengalaman. 

Berkat inovasi, kepekaan terhadap tren, dan sentuhan seni arsitektur, toko kecil itu berkembang menjadi salah satu department store paling terkenal di dunia.

Hanya dalam beberapa dekade, Galeries Lafayette tumbuh menjadi simbol kemewahan Prancis. Desainnya yang megah dan layanan pelanggan yang khas Parisian

Hal tersebut menjadikannya destinasi favorit bagi para fashionista, turis, hingga warga lokal yang ingin merasakan pesona kota mode sejati.

Salah satu daya tarik utama Galeries Lafayette adalah kubah kaca berwarna-warni (La Coupole) yang dibangun pada tahun 1912.

 

 

Arsitek Ferdinand Chanut dan seniman kaca Jacques Grüber menciptakan mahakarya Art Nouveau ini dengan detail yang menakjubkan.

Kubah setinggi 43 meter itu bukan hanya elemen dekoratif, tetapi juga simbol kejayaan arsitektur Prancis pada awal abad ke-20. 

Ketika sinar matahari menembus kaca berwarna, cahaya yang terpancar menciptakan suasana yang luar biasa.

Mengingatkan pengunjung bahwa Galeries Lafayette bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga galeri seni yang hidup.

Di dalamnya, setiap lantai Galeries Lafayette adalah perayaan mode. Dari merek-merek legendaris seperti Chanel, Louis Vuitton, Dior, hingga label kontemporer yang sedang naik daun.

Semuanya dapat ditemukan di bawah satu atap. Setiap musim, Galeries Lafayette juga menggelar fashion show terbuka.

Menampilkan koleksi terbaru, menjadikannya tempat belajar sekaligus inspirasi bagi pencinta fashion dari berbagai belahan dunia.

Tak hanya itu, ada pula Lafayette Coupole dan Lafayette Homme, yang menghadirkan pilihan fashion pria dan wanita, serta Lafayette Gourmet, surga kuliner dengan cita rasa khas Prancis.

 

 

Galeries Lafayette tidak hanya tentang pakaian dan kemewahan; ia juga menjadi wadah bagi seni kontemporer dan budaya.

Melalui Galeries Lafayette Foundation, tempat ini kerap menggelar pameran seni, instalasi kreatif, dan program kerjasama yang menghubungkan seniman muda dengan publik internasional.

Pengunjung bisa menemukan karya seni yang tersebar di berbagai sudut gedung, mulai dari instalasi interaktif hingga patung modern, seolah mengaburkan batas antara galeri seni dan ruang publik.

Salah satu rahasia terbaik Galeries Lafayette adalah teras atapnya. Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan 360 derajat Kota Paris termasuk menara Eiffel, Opéra Garnier, dan deretan bangunan klasik yang memPesona.

Banyak wisatawan menyebutnya sebagai salah satu spot gratis terbaik untuk menikmati panorama Paris.

Dengan kafe dan ruang santai yang nyaman, atap ini menawarkan ketenangan di tengah padatnya pusat kota.

Mengunjungi Galeries Lafayette berarti menyelami warisan budaya Prancis. Di sini, mode, seni, dan sejarah bersatu menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Setiap detail, dari arsitektur Art Nouveau hingga etalase yang ditata dengan cita rasa tinggi mencerminkan filosofi “l’art de vivre à la française”, seni menjalani hidup dengan keindahan dan keanggunan.

Bagi banyak orang, Galeries Lafayette bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga tempat untuk memahami jiwa Paris yang anggun, kreatif, dan penuh pesona.

 

Baca Juga: Freediving, Ketika Laut Menjadi Tempat untuk Mengenal Diri Sendiri

 

Lebih dari seratus tahun sejak berdirinya, Galeries Lafayette tetap menjadi permata di jantung Paris, simbol keanggunan yang tak lekang oleh waktu.

Hal tersebut membuktikan bahwa belanja bisa menjadi pengalaman estetis di mana seni, sejarah, dan mode berpadu sempurna dalam harmoni yang memikat siapa pun yang melangkah ke dalamnya.

NIYA/Wulandari

Editor : Imron Arlado
#Galeries Lafayette #Theophile Bader #department store terkenal #paris #Rue La Fayette #prancis #seniman kaca Jacques Gruber #kota mode dunia #Alphonse Kahn #Arsitek Ferdinand Chanut #Art Nouveau