Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengungkap Fakta di Balik Tari Gandrung, Simbol Keanggunan dan Keramahan Banyuwangi

Imron Arlado • Rabu, 15 Oktober 2025 | 23:51 WIB

 

Tari Gandrung merupakan salah satu ikon budaya yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. sumber foto: pinterets
Tari Gandrung merupakan salah satu ikon budaya yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. sumber foto: pinterets

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Tari Gandrung merupakan salah satu ikon budaya yang sangat melekat dengan identitas masyarakat Banyuwangi, Jawa Timur. Tarian ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan simbol keanggunan, keramahan, dan kebanggaan masyarakat Osing yaitu suku asli Banyuwangi.

Di balik gerakan lembut dan musik gamelan yang mengiringinya, tersimpan sejarah panjang dan makna mendalam yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Asal-usul Tari Gandrung tak lepas dari kisah perjuangan rakyat Banyuwangi pada masa kolonial Belanda. Konon, tarian ini lahir sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat setelah kemenangan melawan penjajahan. 

Kata “gandrung” sendiri berarti “terpesona” atau “tergila-gila”, menggambarkan rasa cinta masyarakat terhadap pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan tanah kelahiran mereka. 

Seiring berjalannya waktu, Tari Gandrung berkembang menjadi pertunjukan rakyat yang digemari dan menjadi bagian penting dari setiap perayaan besar di Banyuwangi.

Dalam pertunjukannya, Tari Gandrung dibawakan oleh seorang penari perempuan yang disebut Gandrung. Dahulu, penarinya adalah laki-laki yang berdandan seperti perempuan, tetapi kini hampir seluruh penari Gandrung adalah perempuan. 

Mereka mengenakan kostum khas berwarna cerah dengan hiasan kepala ombak banyu yaitu simbol ombak Selat Bali yang menjadi ciri geografis Banyuwangi. 

 

Baca Juga: Warga Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko yang Terdampak Bencana Terima Bantuan Langsung dari Bupati

 

Gerakan tarinya halus namun dinamis, menggambarkan kelembutan dan daya tarik perempuan Banyuwangi yang penuh pesona dan keanggunan.

Musik pengiring Tari Gandrung disebut gamelan osing, yang terdiri dari biola, gendang, gong, dan beberapa alat musik tradisional lainnya. 

Melodi yang dimainkan menciptakan suasana hangat dan menggembirakan, seolah mengundang siapapun untuk ikut larut dalam kebahagiaan dan kebersamaan. 

Tak heran, Tari Gandrung sering ditampilkan dalam acara penyambutan tamu penting, festival budaya, dan hajatan rakyat sebagai bentuk penghormatan dan ucapan selamat datang.

Salah satu fakta menarik tentang Tari Gandrung adalah adanya Gandrung Sewu, sebuah festival tahunan yang menampilkan ribuan penari Gandrung di Pantai Boom, Banyuwangi. 

Acara ini menjadi simbol kebersamaan dan kekuatan budaya lokal yang terus dijaga oleh generasi muda.

Melalui festival tersebut, Banyuwangi berhasil memperkenalkan Tari Gandrung ke dunia internasional, sekaligus menegaskan posisinya sebagai “Kota Festival” di Indonesia.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Tari Gandrung adalah ekspresi cinta, penghormatan, dan kebanggaan terhadap tanah kelahiran. Ia mengajarkan nilai keindahan, ketulusan, dan keramahtamahan yang menjadi jati diri masyarakat Banyuwangi. 

 

Baca Juga: Mensos RI Gus Ipul Tinjau SRMP 15 Mojokerto

 

Setiap gerakannya seakan menyapa penonton dengan senyum yang tulus, menggambarkan karakter orang Osing yang terbuka dan bersahabat.

Kini, Tari Gandrung tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga simbol daya tarik wisata dan identitas Banyuwangi yang mendunia. 

Melalui pelestarian dan inovasi, masyarakat setempat terus menjaga eksistensi tarian ini agar tetap hidup di tengah modernisasi.

Tari Gandrung menjadi bukti nyata bahwa keindahan budaya Indonesia tidak lekang oleh waktu, dan bahwa keanggunan sejati lahir dari tradisi yang dijaga dengan penuh cinta. AILEEN/Devi

 

Editor : Imron Arlado
#pantai boom #kebudayaan indonesia #gandrung sewu #banyuwangi #gendang #tari gandrung #Jawa Timur