Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kodaline Akhiri Perjalanan Musiknya Setelah 10 Tahun Berkarya, Intip Deretan Lagu Mereka yang Tak Lekang Oleh Waktu!

Imron Arlado • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 02:22 WIB
Kodaline umumkan bubar setelah 10 tahun berkarya
Kodaline umumkan bubar setelah 10 tahun berkarya

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setelah satu dekade menemani para fansnya dengan lagu-lagu yang penuh makna dan emosi, band asal Irlandia, Kodaline, resmi mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri pejalanan nya di industri musik.

Kabar ini tentu membuat kaget para penggemar yang tumbuh bersama lagu-lagu ikonik mereka seperti All I Want, The One, hingga High Hopes. Meski begitu, di balik perpisahan ini, jejak musik Kodaline tetap meninggalkan kesan yang mendalam.

Band ini beranggotakan 4 orang yang terdiri dari Steve dan Mark sebagai gitaris, Vincent sebagai drum dan Jason sebagai bassis.

 

 

Sebelum resmi mengucapkan selamat tinggal pada dunia musik, Kodaline sudah lebih dulu meninggalkan jejak yang sulit untuk dilupakan. Lagu-lagu yang mereka ciptakan bukan hanya sekedar rangkaian nada, tetapi juga menceritakan kisah kehilangan, harapan, dan cinta yang sederhana namun begitu tulus.

Salah satu lagu populer mereka, “All I Want”, menjadi titik balik kesuksesan Kodaline setelah viral melalui film “The Fault in Our Stars” yang dirilis pada tahun 2014. Liriknya yang melankolis dan suara khas Steve Garrigan berhasil menyentuh hati jutaan para pendengar di seluruh dunia.

Lagu ini seolah menjadi simbol bagaimana band ini mampu mengubah kesedihan menjadi keindahan.

Tidak hanya itu, lagu mereka yang berjudul “The One” juga menjadi anthem bagi banyak pasangan yang menjadikannya sebagai lagu di pernikahan mereka. Dengan nada yang hangat dan lirik yang jujur, lagu ini menceritakan cinta sejati tanpa perlu banyak berkata-kata.

Sementara itu, lagu “High Hopes” lebih memberikan nuansa optimistis, yang bercerita tentang bangkit dari keterpurukan dan tetap percaya pada harapan, meskipun dunia terasa berat.

Lagu ini menjadi pengingat bahwa di tengah kesedihan, selalu ada cahaya kecil yang bisa ditemukan untuk menuntun kita.

 

 

Meskipun perjalanan karier mereka berakhir di atas panggung, karya-karya Kodaline akan tetap hidup di hati para pendengar setianya. Setiap melodi dan lirik mereka seakan mengajarkan bahwa musik yang jujur tidak akan pernah benar-benar hilang.

 

 

Bagi para penggemarnya, perpisahan ini bukanlah akhir dari perjalanan mereka, melainkan bentuk penghormatan terhadap perjalanan yang pernah mereka buat.

Karena sejatinya, musik-musik Kodaline tidak hanya terdengar di telinga, tetapi juga tertanam di hati mereka yang pernah merasa tersentuh olehnya.

Natasia Reyna/Devi

Editor : Imron Arlado
#irlandia #Ikonik #kodaline #band #bubar #All I Want #musik