Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sering Dibully, Siswa Lampung Tega Tusuk Temannya Pakai Gunting

Imron Arlado • Minggu, 5 Oktober 2025 | 23:00 WIB
Siswa kelas VII dengan inisial JS (13), kehilangan nyawanya di dalam kelas setelah ditikam dengan gunting oleh teman sebayanya, SR (13).
Siswa kelas VII dengan inisial JS (13), kehilangan nyawanya di dalam kelas setelah ditikam dengan gunting oleh teman sebayanya, SR (13).

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Sebuah kejadian tragis menyelimuti dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di SMP Negeri 12 Krui, Pekon Tanjung Jati, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.

Pada hari Senin, 29 September 2025, seorang siswa kelas VII dengan inisial JS 13 tahun kehilangan nyawanya di dalam kelas setelah ditikam dengan gunting oleh teman sebayanya, SR 13 tahun.

Kejaduan yang terjadi sekitar pukul 10.20 WIB ini tentunya meninggalkan kesedihan yang amat mendalam bagi keluarga korban, teman-teman di sekolah, serta seluruh masyarakat setempat.

 

 

Menurut keterangan dari saksi mata, perselisihan dimulai ketika korban menghampiri SR di ruang kelas dan menantangnya untuk berkelahi. Korban diduga telah secara rutin melakukan tindakan perundungan kepada pelaku, seperti memukul kepala, menendang, dan memaksa pelaku berpartisipasi dalam perkelahian.

Perlakuan yang terus-menerus ini menyebabkan tekanan psikologis yang sangat berat bagi pelaku, yang pada akhirnya memicu reaksi tak terduga.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku merasa jenuh dengan tindakan korban dan mengambil gunting dari dalam laci mejanya, kemudian dengan segera menusukkan benda tajam tersebut ke arah korban secara tiba-tiba.

 

 

JS terjatuh dengan luka parah akibat tikaman di pelipis, kepala, dan punggung. Meskipun sudah dilakukan usaha cepat untuk memindahkannya ke puskesmas, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan korbann dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Fabian Yafi Adinata, mengungkapkan bahwa setelah insiden, pihak kepolisian langsung mengamankan lokasi dan membawa pelaku ke Polres untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Selain memproses kasus ini dari aspek hukum, pihak kepolisian juga meminta pihal sekolah dan orang tua untuk lebih memperhatikan dan memberikan dukungan psikologis kepada semua siswa, terutama korban serta pelaku perundungan.

 

 

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui bahwa ia nekat melakukan penusukan dikarenakan beban emosional yang tidak dapat lagi ditahan akibat bullying oleh korban yang berlangsung secara terus-menerus di sekolahnya.

Kasus ini menunjukkan betapa pentingnya bagi sekolah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman, serta untuk menghindari perilaku perundungan, baik secara verbal maupun fisik.

Kejadian tragis ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi dunia pendidikan, bahwa pengawasan, pendidikan, dan pengembangan karakter sangatlah esensial agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.

Diharapkan semua pihak lebih peka dalam mengenali dan menangani tindakan perundungan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan mental para siswa. Dzafir Kirana Adelia

Editor : Imron Arlado
#bullying siswa smp #kematian tragis #lampung #di #berujung