Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kerusakan Mewabah, Gempa M 6,5 di Sumenep Lukai 3 Orang dan Rusak Fasilitas Umum

Imron Arlado • Kamis, 2 Oktober 2025 | 04:24 WIB
Kerusakan Mewabah, Gempa M 6,5 di Sumenep Lukai 3 Orang dan Rusak Fasilitas Umum
Kerusakan Mewabah, Gempa M 6,5 di Sumenep Lukai 3 Orang dan Rusak Fasilitas Umum

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa malam, 30 September 2025, pukul 23.49 WIB. 

Gempa terjadi pada pukul 23.49 WIB, yang membuat para warga panik dan berhamburan keluar rumah karena guncangan cukup kuat.

Hingga pada pukul 00.29 WIB tercatat empat gempa susulan dengan magnitude terbesar, yaitu M 4,4.

"Gempa susulan sebanyak empat kali ini, terjadi hingga pukul 00.29 WIB, Rabu pagi, dari kejadian awal pada pukul 23.49 WIB pada Selasa (30/9) malam, dengan magnitudo terbesar 4,4," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan persnya.

 

Baca Juga: Uya Kuya Kembali ke Rumah setelah Penjarahan Akhir Agustus Lalu, Begini Perasaannya

 

Episentrum gempa berada di laut, sekitar 50 kilometer tenggara Sumenep dan Pulau Sapudi, pada kedalaman 11-12 km. 

Guncangan gempa dirasakan hingga Bali, Lombok, dan daerah sekitar Jawa Timur serta menyebabkan kerusakan bangunan dan korban luka.

Menurut keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif bawah laut dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). 

BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami sehingga warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada namun tidak panik.

Dampak gempa tersebut menimbulkan kerusakan pada sekitar 22 bangunan rumah serta beberapa fasilitas umum seperti dua masjid, satu musala, dan satu puskesmas. 

 

Baca Juga: Mengatasi Prokrastinasi dengan Membangun Kebiasaan Baru yang Lebih Produktif

 

Selain itu, dilaporkan ada tiga orang mengalami luka-luka akibat serpihan kaca dari bangunan yang rusak. Korban luka tersebut tengah mendapatkan perawatan di Puskesmas Gayam, Sumenep, dan terdiri dari warga dengan rentang usia berbeda.

"Untuk korban jiwa sementara ada 3 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat kena serpihan kaca bangunan yang rusak," kata Kepala BPBD Sumenep Ahmad Laili.

Gempa juga menimbulkan kepanikan warga hingga berhamburan keluar rumah saat guncangan terasa kuat. Menurut skala Modified Mercalli Intensity (MMI), daerah terdampak merasakan intensitas getaran bervariasi, diantaranya Pulau Sapudi tercatat merasakan gempa di skala V-VI MMI yang berarti semua orang merasakan getaran dengan kerusakan ringan, sedangkan Sumenep, Pamekasan, dan Surabaya merasakan skala III-IV MMI yang menggambarkan getaran yang terasa nyata di dalam rumah.

 

Baca Juga: TVRI Pegang Hak Siar Piala Dunia 2026, Tayangan Pertandingan Masih Berbayar atau Gratis?

 

Tim BPBD Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten Sumenep masih aktif melakukan pendataan dan penanganan darurat di lapangan. Listrik sempat padam di Kecamatan Gayam akibat gempa, namun saat ini dalam proses pemulihan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan dan mematuhi arahan dari petugas terkait keselamatan dan evakuasi.

 Wulandari

Editor : Imron Arlado
#luka #sumenep #rusak #fasilitas umum #gempa #gempa sumenep