Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tak Banyak yang Tahu! Lagu Tabola Bale Ternyata Berasal dari Tradisi Sakral

Imron Arlado • Sabtu, 27 September 2025 | 00:15 WIB
agu Tabola Bale yang dibawakan oleh Silet Open Up bersama Jackson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel kian sering terdengar. Sumber foto: Pinterest
agu Tabola Bale yang dibawakan oleh Silet Open Up bersama Jackson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel kian sering terdengar. Sumber foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah gemerlapnya panggung seni dan ramainya media sosial, lagu Tabola Bale yang dibawakan oleh Silet Open Up bersama Jackson Zeran, Juan Reza, dan Diva Aurel kian sering terdengar.

Mengalun lembut namun penuh daya tarik, banyak yang terpikat oleh melodi dan liriknya, namun tak sedikit yang belum menyadari bahwa lagu ini menyimpan akar budaya yang dalam. Tabola Bale bukan sekadar lagu yang populer saja.

Lahir dari tradisi sakral yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat lokal sebagai bagian dari ritual dan nilai kehidupan, lagu ini bukan hanya soal nada, tapi juga tentang makna.

Di balik iramanya yang menenangkan, tersimpan filosofi hidup, penghormatan terhadap leluhur, dan refleksi spiritual yang kuat.

Menyelami asal-usul Tabola Bale, dari akar tradisinya yang sakral hingga transformasinya menjadi bagian dari pertunjukan modern yang memikat hati lintas generasi.

 

Asal Usul Lagu dan Latar Budaya

Bernuansa Timur Indonesia, lagu ini memiliki ritme yang energik dan menggunakan instrumen lokalnya. Tetapi, lagu ini mengandung dialek dan filosofi khas Minang.

Kolaborasi ini diperkuat oleh musisi seperti Silet Open Up dari Timur Indonesia dan Diva Aurel, penyanyi muda asal Nagari Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Ir. M. Shadiq Pasadigoe, SH. MM menegaskan bahwa Tabola Bale bukan sekadar lagu, melainkan representasi identitas budaya Minangkabau yang berpadu harmonis dengan semangat musik dari Timur Indonesia, menjadikannya sebagai bentuk diplomasi budaya yang mampu menyatukan keragaman bangsa.

 

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Film ''Dilanjutkan Salah Disudahi Perih'' yang Baru Tayang di Bioskop

 

Menurutnya, seni memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, terutama di daerah yang tidak kaya akan sumber daya alam, namun justru menyimpan kekayaan tradisi dan talenta yang luar biasa. 

Lagu ini menjadi bukti bahwa kekuatan budaya lokal dapat menjadi modal penting dalam membangun karakter, kebanggaan, dan masa depan masyarakat.

 

Transformasi ke Panggung Modern

Lagu Tabola Bale mulai dikenal luas di luar komunitas asalnya berkat kekuatan media sosial dan penampilan dalam berbagai ajang budaya nasional. Salah satu momen penting, yaitu saat  lagu ini dibawakan dalam perayaan HUT ke-80 RI di Istana Negara. 

Penampilan tersebut menjadi titik balik yang memperkenalkan Tabola Bale kepada publik nasional, sekaligus menegaskan bahwa lagu tradisional bisa tampil megah di panggung kenegaraan.

Secara musikal, Tabola Bale mengalami adaptasi yang menarik. Aransemen lagu ini diperkaya dengan instrumen modern seperti keyboard, bass, dan beat elektronik, namun tetap mempertahankan nuansa etnik melalui penggunaan alat musik tradisional dan vokal berkarakter khas daerah.

Kolaborasi lintas genre pun terjadi, terutama antara musisi dari Indonesia Timur dan Minangkabau, menciptakan perpaduan yang segar antara musik kontemporer dan akar budaya.

Dampaknya terhadap generasi muda sangat signifikan. Lagu ini menjadi jembatan antara tradisi dan tren, membuat anak muda lebih tertarik mengenal budaya lokal melalui medium yang mereka akrabi.

Tabola Bale bukan hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga membuktikan bahwa musik tradisional bisa relevan, dinamis, dan menginspirasi lintas generasi.

 

Pendapat dan Refleksi

Mengenali akar budaya dari karya seni yang kita nikmati bukan hanya soal memahami asal-usulnya, tetapi juga tentang menghargai nilai, sejarah, dan identitas yang terkandung di dalamnya.

Dalam era modern yang serba cepat dan seragam, seni tradisional seperti Tabola Bale menjadi pengingat bahwa setiap nada memiliki cerita, setiap lirik membawa warisan.

 

Baca Juga: 3 Maskot Piala Dunia 2026 Resmi Rilis, Begini Penampakannya

Seniman dan budayawan Minang, seperti Gusmiati Suid, pernah menyatakan bahwa ''seni tradisi bukan untuk dipajang, tapi untuk dihayati dan diwariskan''.

Menjaga makna asli dalam adaptasi modern bukan berarti menolak perubahan, melainkan memastikan bahwa transformasi tetap berpijak pada nilai-nilai yang membentuknya sejak awal.

Dengan begitu, seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga jembatan antara generasi dan penjaga jati diri bangsa.

ANGELINA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#minangkabau #Lagu Tabola Bale #Latar Budaya #Silet Open Up dan Diva Aurel #indonesia timur #asal usul