Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aneh, Menu MBG Gunakan Ikan Hiu, Sebabkan 25 Orang Alami Keracunan

Imron Arlado • Jumat, 26 September 2025 | 04:46 WIB

Program MBG Dikecam, Menu Ikan Hiu Bikin 25 Orang Keracunan di Ketapang
Program MBG Dikecam, Menu Ikan Hiu Bikin 25 Orang Keracunan di Ketapang

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diterpa masalah serius. Sebanyak 24 siswa dan satu guru dari SD Negeri 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mengalami gejala keracunan setelah menyantap hidangan yang diduga berasal dari ikan hiu goreng. 

Peristiwa ini sontak mengundang perhatian publik, terutama terkait pemilihan menu dalam program yang digagas untuk meningkatkan gizi anak sekolah tersebut.

Data resmi mencatat, total 25 orang menjadi korban, terdiri dari 24 siswa dan 1 guru. Dari jumlah itu, 22 pasien sudah diperbolehkan pulang, sementara tiga orang lainnya masih dirawat dengan gejala cukup berat.

Menu Ikan hiu goreng diduga menjadi penyebab kasus keracunan makanan massal di kabupaten tersebut. Kasus ini langsung ditanggapi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). 

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa menu ikan hiu sebenarnya hanya pernah diberikan dua kali sepanjang pelaksanaan MBG di sekolah tersebut.

"Terkait menu hiu itu, saya tegaskan kalau ada makanan yang terbukti membuat itu diidentifikasi sebagai yang membuat keracunan, kita enggak akan pakai di wilayah itu walaupun banyak (sumber protein dari hiu)," katanya.

Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi mengakui penyajian menu tersebut merupakan kelalaian serius dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mulia Kerta. 

“Ikan hiu itu dibeli dari TPI Rangga Sentap, produk lokal. Tetapi tim kami lalai karena tidak teliti memilih menu. Padahal, hiu bukanlah lauk yang umum diberikan kepada anak-anak,” kata Agus.

 

Baca Juga: Jalani Sidang Perceraian Perdana, Tasya Farasya Tunjukkan Ketegaran di Hadapan Media

 

Pihak yayasan pengelola dapur MBG di Ketapang mengklaim bahwa uji laboratorium sementara terhadap sampel makanan menunjukkan hasil aman, tidak ditemukan zat berbahaya. 

Namun, hasil resmi dari BPOM dan Dinas Kesehatan masih menunggu kepastian lebih lanjut. Sejumlah ahli gizi menilai penggunaan menu ikan hiu dalam program MBG merupakan langkah yang tidak tepat. 

Guru Besar Gizi IPB, Ali Khomsan, mengingatkan bahwa beberapa jenis ikan memang bisa mengandung racun. Pendapat serupa disampaikan ahli gizi lainnya, yang menilai menu MBG seharusnya tidak “neko-neko” atau terlalu eksperimental. 

Program ini dirancang untuk menjamin asupan bergizi, bukan menghadirkan variasi yang berisiko. Jika insiden serupa terus terulang, bukan hanya kesehatan anak-anak yang terancam, tetapi juga kepercayaan publik terhadap program nasional MBG bisa runtuh. 

 

Baca Juga: Melihat Kembali Film-Film Terbaik Keanu Reeves dari The Matrix hingga John Wick

 

Pemerintah pusat bersama daerah diminta segera memperketat regulasi, memperjelas standar menu, serta memastikan setiap dapur mitra menjalankan prosedur keamanan pangan secara disiplin.

Tri Yulia Setyoningrum/Linda

Editor : Imron Arlado
#ikan hiu #keracunan mbg #kesehatan anak #program gizi #ketapang