Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Sistem Perhitungan Umur di Korea Selatan yang Unik dan Berbeda

Imron Arlado • Kamis, 25 September 2025 | 21:16 WIB
Ketika berbicara mengenai usia, kebanyakan orang di dunia menghitungnya dengan cara yang sama. Sumber Foto: Google
Ketika berbicara mengenai usia, kebanyakan orang di dunia menghitungnya dengan cara yang sama. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Ketika berbicara mengenai usia, kebanyakan orang di dunia menghitungnya dengan cara yang sama, yakni dari tanggal lahir hingga tahun berjalan.

Namun, hal sederhana ini ternyata tidak berlaku di Korea Selatan. Negeri Ginseng memiliki sistem perhitungan umur yang unik, sehingga seseorang bisa memiliki dua bahkan tiga usia yang berbeda dalam waktu yang sama.

Tidak heran, banyak orang asing yang merasa bingung saat mendengar bahwa seorang warga Korea berusia 25 tahun menurut standar internasional, tetapi berumur 27 tahun menurut sistem tradisional.

Perbedaan ini bukan hanya sekedar angka, melainkan cerminan sejarah, budaya, dan nilai sosial masyarakat Korea.

Uniknya, sistem umur ini pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari, dokumen hukum, hingga interaksi sosial. Namun, seiring berkembangnya zaman, Korea Selatan mulai melakukan perubahan besar dalam cara menghitung usia warganya.

 

Baca Juga: PGN Ajak Jurnalis Naik Taksi BBG dalam Roadshow AJP 2025 Teritori Jatimbalinus

 

Tiga Sistem Perhitungan Umur di Korea Selatan

  1.       Sistem Umur Internasional

Sistem ini yang digunakan hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia. Usia dihitung dari hari lahir, lalu bertambah satu tahun setiap kali ulang tahun tiba.

  1.       Sistem Umur Korea Tradisional

Dalam sistem tradisional Korea, usia seseorang berbeda dengan perhitungan internasional. Ada dua aturan utama:

  1.       Sistem Umur dalam Dokumen

Dalam sistem ini, usia dihitung seperti biasa (sistem internasional), tetapi lahir dianggap sebagai tahun pertama. Jadi, seseorang dianggap berusia 1 tahun sepanjang tahun kelahirannya, lalu bertambah setiap 1 Januari.

Sistem umur tradisonal Korea berasal dari budaya yang menunjukkan tingkah laku berdasarkan moral daripada suatu bentuk iman kepercayaan tertentu dan cara pandang tradisional Asia Timur.

Sistem ini juga mencerminkan nilai yang mengutamakan kepentingan dan tujuan masyarakat Korea. Dengan umur yang bertambah pada waktu yang sama, seluruh masyarakat dianggap berjalan bersama dalam perjalanan waktu.

Sistem perhitungan umur ini bukan hanya soal angka, tetapi juga memengaruhi interaksi sosial:

  1. Bahasa dan Hierarki
    Dalam budaya Korea, umur dapat menentukan penggunaan bahasa (formal atau informal) dan tata krama. Seseorang yang lebih tua, meski hanya berbeda hitungan bulan, biasanya mendapat perlakuan lebih hormat.
  2. Kehidupan Sosial
    Saat berkenalan, salah satu pertanyaan pertama yang diajukan adalah umur. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang harus berbicara dengan sopan (jondaemal) dan siapa yang bisa menggunakan bahasa santai (banmal).
  3. Bidang Pendidikan dan Militer
    Perbedaan umur juga berpengaruh pada kapan anak-anak masuk sekolah, serta kapan laki-laki menjalani wajib militer.

Seiring globalisasi, sistem umur Korea tradisional mulai menuai kebingungan, terutama dalam konteks internasional. Banyak orang Korea sendiri merasa rumit harus memiliki lebih dari satu perhitungan umur.

Pada Juni 2023, pemerintah Korea Selatan resmi memutuskan untuk menghapus penggunaan sistem umur tradisional dalam dokumen resmi, menggantinya dengan sistem internasional.

 

 

Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi kebingungan dalam administrasi, hukum, maupun interaksi global. Namun, meskipun sistem internasional kini berlaku, dalam kehidupan sehari-hari banyak orang Korea masih menggunakan sistem tradisional saat berbicara santai.

Sistem perhitungan umur di Korea Selatan memang unik dan berbeda dari kebanyakan negara di dunia.

Tradisi ini berakar dari pandangan hidup dan budaya kolektivisme yang kuat. Namun, seiring modernisasi dan kebutuhan praktis, sistem internasional kini dipilih sebagai standar resmi.

Meski demikian, kebiasaan sehari-hari menunjukkan bahwa warisan tradisi masih tetap hidup. Fenomena umur di Korea Selatan menjadi contoh nyata bagaimana budaya dan modernitas berinteraksi menjadikan sesuatu yang sederhana seperti usia memiliki makna sosial dan historis.

NIYA/Linda

 

Editor : Imron Arlado
#Sistem Umur Korea Tradisional #Sistem Umur dalam Dokumen #sistem umur internasional #Sistem Perhitungan Usia #korea selatan (korsel) #perhitungan umur