Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Diprotes oleh Hotman Paris Terhadap Penurunan Bunga Deposito, Menkeu Purbaya Menegaskan: Ini Adalah Tujuan dari Kebijakan

Imron Arlado • Kamis, 25 September 2025 | 21:24 WIB
Menteri keuangan mendapatkan perhatian publik setelah pengacara terkenal Hotman Paris mengeluhkan  soal penurunan suku bunga deposito. (yt: tribunnews)
Menteri keuangan mendapatkan perhatian publik setelah pengacara terkenal Hotman Paris mengeluhkan soal penurunan suku bunga deposito. (yt: tribunnews)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menteri keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mendapat perhatian publik setelah pengacara terkenal Hotman Paris mengungkapkan keluhannya mengenai penurunan suku bunga deposito.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarata, Purbaya berbagi pengalaman terkait protes yang diajukan oleh Hotman Paris, ia menyatakan bahwa ketika memperpanjang deposito di bank, tingkat bunga yang diterima justru berkurang dan menyebabkan profit uang yang diperoleh juga berkurang.

Purbaya menjelaskan bahwa penurunan suku bunga deposito berassal dari kebijakan pemerintah yang menyalurkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank lokal, penempatan dana tersebut meningkatkan likuiditas di sektor perbankan, yang pada gilirannya menurunkan biaya dana.

 

 

Dengan semakin berkurangnya biaya dana, bank tidak perlu lagi menawarkan suku bunga tinggi bagi nasabah depositonya.

Purbaya menekankan bahwa hasil ini memang sesuai dengan harapan, dengan tujuan agar masyarakat lebih terdorong untuk mengalokasikan uangnya untuk belanja daripada hanya menabung di deposito.

Peningkatan belanja diharapkan dapat menggerakkan ekonomi dengan lebih efektif, Purbaya mengungkapkan, ”Pak Hotman Paris protes sama saya, waktu dia memperpanjang depositonya, bunga jadi turun, dia jadi rugi katanya. Memang itu tujuan saya, biar dia belanja lagi, jadi ekonomi jalan,” pungkas Purbaya.

Ia juga menambahkan bahwa tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mendorong masyarakat agar tidak hanya menabung, tetapi juga menggunakan dana mereka untuk konsumsi dan investasi, yang dipercaya bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi secara keseluruhan.

 

 

Menurut Purbaya, kebijakan penurunan bunga deposito dirancang untuk mendorong kenaikan konsumsi serta investasi dari masyarakat, apabila dana tidak hanya disimpan dalam bentuk tabungan tetapi juga digunakan untuk belanja atau investasi, dampak positif bagi pertunbuhan ekonomi Indonesia akan lebih terasa.

Pemerintah meyakini bahwa langkah ini bisa memicu berbagai sektor dan membantu pemulihan daya beli masyarakat.

Di sisi lain, Bank Indonesia sebelumnya menjelaskan bahwa penurunan suku bunga deposito berlangsung lambat karena adanya special rate atau suku bunga khusus bagi nasabah dengan jumlah deposito besar.

Oleh sebab itu, dibutuhkan waktu lebih lama agar seluruh nasabah merasakan penurunan tersebut, tetapi investasi pemerintah melalui penempatan yang signifikan dapat mempercepat proses penurunan tersebut.

 

 

Berdasarkan data, suku bunga deposito satu bulan turun dari 4,81% menjadi 4.65% pada Agustus 2025. Sementara itu, BI Rate juga sudah dipangkas menjadi 4,75% mengikuti perkembangan global dan upaya mendorong ekonomi dalam negeri.

Menutup penjelasannya, Purbaya menegaskan bahwa kebijakan ini memang telah disusun untuk menciptakan efek yang nyata dalam masyarakat, termasuk penurunan bunga deposito.

Ia berharap, dengan berkurangnya insentif untuk menyimpan dana dalam deposito, masyarakat lebih termotivasi menggunakan uang mereka untuk konsumsi dan investasi. Protes dari Hotman Paris dianggap sebagai bukti bahwa langkah pemerintah telah mulai menunjukkan hasil sesuai degan tujuan yang ditetapkan. Dzafir Kirana Adelia/Linda

Editor : Imron Arlado
#pengacara #menteri keuangan #hotman paris #Purbaya Yudhi Sadewa #deposito bank