Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Overthinking Membunuhmu Pelan-Pelan, Begini Agar Kalian Tak Terjebak di Kondisi Ini

Imron Arlado • Sabtu, 20 September 2025 | 23:39 WIB
Bayangkan otakmu seperti mesin pencari yang tak pernah berhenti bekerja. Sumber foto: Pinterest
Bayangkan otakmu seperti mesin pencari yang tak pernah berhenti bekerja. Sumber foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Bayangkan otakmu seperti mesin pencari yang tak pernah berhenti bekerja. Setiap keputusan kecil, dari memilih baju hingga membalas pesan diolah, dianalisis, diputar ulang, dan dipertanyakan lagi.

Kamu lelah, tapi pikiranmu tidak tahu cara berhenti. Inilah wajah overthinking musuh diam-diam yang menyamar sebagai “kewaspadaan”, padahal diam-diam menggerogoti ketenanganmu.

Overthinking bukan sekadar kebiasaan berpikir berlebihan. Tapi jerat mental yang bisa menumpulkan intuisi, menghambat tindakan, dan menimbulkan kecemasan kronis. Banyak yang terjebak, sedikit yang sadar, dan lebih sedikit lagi yang tahu cara keluar.

Membongkar bagaimana overthinking bekerja, mengapa ia begitu memikat, dan yang terpenting bagaimana kamu bisa membebaskan diri darinya sebelum ia benar-benar menguasai hidupmu.

Apa Itu Overthinking?

Overthinking adalah kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan sesuatu secara berulang-ulang, bahkan untuk hal-hal kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cepat.

Pikiran terus berputar, menganalisis, membayangkan skenario, dan sering kali berujung pada kecemasan, keraguan, atau bahkan rasa takut yang tidak beralasan.

Overthinking bukan tanda kamu bodoh justru sebaliknya, sering terjadi pada orang yang cerdas dan sensitif. Tapi jika dibiarkan, bisa menjadi racun yang menggerogoti produktivitas, kebahagiaan, dan kesehatan mental.

 

Tanda-Tanda Kamu Terjebak Overthinking

 

Dampak Negatif Overthinking

 

Baca Juga: Desa Gebangmalang, Kecamatan Mojoanyar Dirikan Omah Rembug sebagai Solusi Mengatasi Masalah Warga

 

Cara Keluar dari Jerat Overthinking

1. Sadari dan Akui

Langkah pertama adalah menyadari bahwa kamu sedang overthinking. Jangan menyangkal atau menganggapnya sepele. Kesadaran adalah kunci awal perubahan.

2. Tulis Pikiranmu

Menuliskan isi pikiran dalam jurnal atau catatan bisa membantu mengurai kekusutan mental. Kadang, melihatnya secara tertulis membuatmu sadar bahwa sebagian besar kekhawatiranmu tidak logis.

3. Batasi Waktu Berpikir

Tentukan waktu khusus untuk “memikirkan masalah”, misalnya 15 menit sehari. Setelah itu, alihkan fokus ke aktivitas lain.

4. Melatih Mindfulness

Meditasi, pernapasan sadar, atau sekadar menikmati momen tanpa distraksi bisa melatih otak untuk berhenti berputar-putar.

5. Ambil Tindakan Kecil

Jangan tunggu sampai semua jelas. Lakukan langkah kecil. Tindakan nyata sering kali mematahkan siklus overthinking.

 

Baca Juga: Usai Muncul Laporan MBG Tak Layak Konsumsi, Dewan Minta Dapur dan Wadah Dievaluasi

 

6. Bicara dengan Orang Lain

Kadang, berbagi pikiran dengan teman atau konselor bisa memberi perspektif baru dan membuatmu merasa lebih ringan.

Overthinking adalah kebiasaan berpikir berlebihan yang tampak sepele, namun berdampak besar pada kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup.

Ini membuat kita terjebak dalam kekhawatiran, menunda tindakan, dan kehilangan momen berharga. Namun, jerat ini bukan sesuatu yang tak bisa diatasi.

Dengan kesadaran, latihan mindfulness, dan keberanian untuk bertindak, kita bisa keluar dari lingkaran pikiran yang melelahkan. Hidup bukan untuk dianalisis terus-menerus untuk dijalani, dirasakan, dan dinikmati. Mulailah dengan langkah kecil, dan beri ruang bagi ketenangan untuk tumbuh.

ANGELINA/Wulan

Editor : Imron Arlado
#Cara Mengatasi #Kewaspadaan #overthingking #dampak negatif #Apa Itu Overthinking