Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengenal Casu Marzu, Salah Satu Kuliner Keju Ekstrim Khas Italia dengan Fermentasi Larva Hidup

Imron Arlado • Rabu, 17 September 2025 | 23:53 WIB
Dunia kuliner kembali menyoroti makanan paling unik sekaligus paling kontroversial di dunia asal Sardinia, Italia, yaitu Casu Marzu.  Sumber foto: Google
Dunia kuliner kembali menyoroti makanan paling unik sekaligus paling kontroversial di dunia asal Sardinia, Italia, yaitu Casu Marzu. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Dunia kuliner kembali menyoroti salah satu makanan paling unik sekaligus paling kontroversial di dunia asal Sardinia, Italia, yaitu keju tradisional bernama Casu Marzu.

Berbeda dengan keju-keju lainnya, Casu Marzu tidak hanya dikenal karena rasanya yang kuat, tetapi juga karena cara pembuatannya yang sangat ekstrim melibatkan ribuan larva hidup.

Bagi sebagian orang khususnya orang luar Sardinia, mereka menganggap bahwa Casu Marzu adalah salah satu makanan berbahaya yang harus dihindari karena metode fermentasinya yang ekstrim.

Namun bagi masyarakat lokal Sardinia, keju ini justru menjadi simbol tradisi dan identitas budaya yang patut dibanggakan.

Nama Casu Marzu sendiri diambil dari kosakata bahasa Sardinia yang artinya "keju busuk".

Penetapan nama Casu Marzu yang memiliki arti ekstrim itu dipicu oleh cara pembuatannya yang tidak biasa. Bahan dasar dari keju ini terdiri dari keju pecorino, keju tradisional dan susu domba.

Perbedaan yang paling menonjol antara keju pada umumnya dan keju Casu Marzu adalah pada metode pembuatannya. 

Jika keju biasa hanya mengalami fermentasi standar, keju Casu Marzu didorong untuk difermentasi lebih jauh atau lebih lama dibantu dengan larva lalat hidup.

Masyarakat Sardinia percaya bahwa fermentasi keju menggunakan larva lalat akan menghasilkan tekstur dan cita rasa yang tidak bisa didapatkan dari proses fermentasi biasa. Hal tersebut dikarenakan larva lalat yang berfungsi sebagai agen fermentasi alami.

 

Baca Juga: Mengenal KIP Kuliah Upaya Pemerintah Mewujudkan Pendidikan Tinggi yang Merata

 

Dimulai dari keju pecorino yang dibiarkan terbuka agar lalat betina dapat bertelur di permukaannya. Begitu menetas, larva akan mulai memakan keju tersebut.

Para larva itu berperan sebagai pengurai protein dan lemak yang ada di dalam keju, sehingga menghasilkan tekstur keju yang lembut lebih dari keju pada umumnya, bahkan hampir mirip seperti pasta atau krim.

Pada tahap tersebutlah keju dianggap siap makan, biasanya ketika larva lalat masih hidup dan aktif bergerak.

Tak hanya pada metode pembuatannya, keunikan Casu Marzu juga terletak pada sensasi makan yang benar-benar berbeda.

Reaksi kimia yang dipicu oleh larva menciptakan rasa unik perpaduan antara rasa pedas di lidah dan aroma menyengat dengan tekstur lembut atau lembek.

Aromanya yang jauh lebih menyengat dari keju biasanya mampu membuat orang yang belum terbiasa akan merasa mual hanya dengan menciumnya.

Keju Casu Marzu biasanya juga dimakan dengan roti tipis sebagai selai karena teksturnya yang lembek.

Metode pembuatan atau fermentasinya yang ekstrim akhirnya membuat keju ini menjadi salah satu kuliner yang secara resmi dilarang diperjualbelikan di Uni Eropa.

Casu Marzu bahkan mendapat gelar the world's most dangerous cheese pada Guinness World Record. Hal itu dikaitkan dengan alasan keamanan pangan, karena konsumsi larva hidup berpotensi menimbulkan infeksi usus dan resiko penyakit lainnya seperti pseudomyiasis.

Pseudomyiasis sendiri merupakan sebuah kondisi ketika larva yang tidak mati dalam pencernaan mampu bertahan hidup di usus dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Namun, segala larangan dan resiko tersebut tak membuat masyarakat menghentikan tradisi lokal dan berhenti untuk mencicipi rasa sekaligus sensasi dari kuliner ekstrim ini, beberapa orang justru merasa semakin tertantang.

Beberapa keluarga di Sardinia bahkan tetap memproduksinya secara kecil-kecilan untuk pesanan acara pribadi sehingga keju tradisional ini tetap berkembang di balik bayang-bayang hukum.

 

Baca Juga: Rasanya Sangat Pahit, Berikut Manfaat Brotowali yang Jarang Diketahui

 

Sebagian orang Sardinia juga percaya bahwa jika keju ini dikonsumsi dengan benar dan dalam keadaan segar, resikonya masih bisa diminimalisir.

Yang membuat keju ini semakin menarik dan membuat orang-orang penasaran adalah sulit ditemukannya keju ini di toko-toko, bahkan di Sardinia sendiri. Orang-orang yang ingin mencicipinya harus mengenal produsen lokal secara langsung.

Cara memakannya pun termasuk dalam kategori unik, ada yang memakan larvanya dengan keju, ada pula yang disingkirkan terlebih dahulu, tergantung keberanian masing-masing.

Fakta yang paling ekstrim tentang keju ini adalah larva yang masih hidup mampu melompat keluar hingga sepanjang 15 cm jika merasa terganggu.

Meskipun ilegal karena resikonya yang ekstrim, Casu Marzu tetap memiliki daya tarik yang besar. Beberapa orang mengatakan bahwa ada sensasi adrenalin tersendiri ketika menyantap makanan yang dianggap berbahaya.

Selain itu, faktor budaya dalam konteks ini juga menjadi magnet, mencicipi Casu Marzu berarti ikut merasakan tradisi yang dijaga turun-temurun di Sardinia.

 

Baca Juga: Pelayanan SPKT Polres Mojokerto Kota Dipenuhi Pemohon SKCK

 

Perpaduan antara rasa penasaran, tantangan, dan nilai sejarah menjadikan keju Casu Marzu tetap dicari-cari meskipun telah dilarang secara resmi.

Keju ini menjadi contoh ekstrim bagaimana kuliner bisa melampaui batas rasa dan logika. Ia bukan sekadar makanan, tapi juga perwujudan tradisi, identitas, dan keberanian untuk mencoba sesuatu yang tidak biasa. FANEZA/Wulan

Editor : Imron Arlado
#the worlds most dangerous cheese #Fermentasi #sirdinia #kuliner #keju #larva hidup #italia #ciri khas #Ekstrim #Guinness World Record #larva lalat