Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banjir Parah Landa Denpasar, Puluhan Titik Terendam hingga Gedung Ambruk

Imron Arlado • Kamis, 11 September 2025 | 02:46 WIB

Banjir Bali, Denpasar
Banjir Bali, Denpasar

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hujan deras yang mengguyur Bali sejak Selasa malam membuat aktivitas di Kota Denpasar lumpuh total akibat terendam banjir.

Sedikitnya 43 titik terpantau tergenang, dengan ketinggian air mencapai 2 hingga 3 meter di sejumlah kawasan. 

Genangan bukan hanya melanda permukiman warga, tetapi juga pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian masyarakat.

Derasnya arus bahkan menyeret bangunan di tepi sungai hingga ambruk, termasuk gedung dan ruko, yang tak hanya menimbulkan kerugian besar secara materiil, tetapi juga menelan korban jiwa. 

Ribuan warga pun terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, sementara proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan.

Wilayah yang mengalami dampak paling parah tercatat berada di kawasan Pasar Badung serta sepanjang aliran Tukad Badung hingga Jalan Pura Demak.

Di titik ini, air bah merendam permukiman warga hingga menenggelamkan atap rumah dan sepenuhnya menghentikan roda perekonomian setempat.

 

Baca Juga: Kasus Mutilasi Mojokerto, Ketika Dunia Tak Aman Bagi Perempuan

 

Para pedagang pasar kehilangan kesempatan untuk menyelamatkan barang dagangan mereka, sementara arus deras menghantam kios dan ruko di sepanjang bantaran sungai hingga hancur tersapu air.

Situasi mencekam ini memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di lokasi pengungsian yang lebih aman.

Basarnas Bali mengungkapkan sedikitnya sembilan orang menjadi korban terseret arus banjir di wilayah Denpasar. Dari jumlah tersebut, enam orang diketahui berada di bangunan yang ambruk di tepi Tukad Badung. 

Empat korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara dua lainnya berhasil diselamatkan meski mengalami luka-luka.

Tiga korban lain merupakan pedagang pasar; satu sudah berhasil dievakuasi, sedangkan dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR. 

Ambruknya gedung tiga lantai serta sejumlah ruko di kawasan padat menambah panjang daftar kerugian sekaligus menegaskan betapa besar dan mengerikannya dampak banjir kali ini terhadap keselamatan dan kehidupan warga.

 

Baca Juga: Gus Bupati Serahkan Bantuan Mesin Jahit

 

Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemkot Denpasar segera mengambil langkah darurat dengan mengerahkan tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, hingga Polri untuk melakukan evakuasi warga serta mendistribusikan bantuan. 

Gubernur Bali turun langsung meninjau kawasan yang paling parah terdampak, khususnya di sekitar Pasar Badung dan sepanjang aliran Tukad Badung yang lumpuh akibat terjangan banjir.

Sejumlah posko pengungsian pun telah dibuka di berbagai titik, dilengkapi dengan logistik, pelayanan medis, hingga tempat perlindungan sementara bagi ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat genangan.

Banjir dahsyat ini terjadi akibat curah hujan ekstrem yang mengguyur Bali dalam durasi panjang, ditambah meluapnya aliran Tukad Badung serta sistem drainase yang tidak mampu menahan debit air di kawasan padat penduduk.

BMKG telah mengeluarkan peringatan bahwa hujan deras masih berpotensi turun dalam beberapa hari mendatang, sehingga risiko banjir susulan tetap membayangi. 

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah maupun masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, sekaligus menegaskan pentingnya langkah jangka panjang berupa pembenahan tata kelola lingkungan dan pembangunan infrastruktur perkotaan yang lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.

 

Baca Juga: Sungai TBM Rawan Picu Banjir Luapan

 

Pada akhirnya, banjir yang melumpuhkan Denpasar tidak sekadar meninggalkan kerugian materi dan korban jiwa, tetapi juga menyingkap rapuhnya sistem penanggulangan bencana di wilayah perkotaan. 

Di balik kepanikan dan duka kehilangan, muncul pula kekuatan lain berupa solidaritas warga dan relawan yang saling bahu-membahu menolong sesama.

Semangat gotong royong ini menjadi penopang di tengah keterbatasan, sekaligus cermin bahwa kepedulian sosial masih kuat berakar. 

Kini, masyarakat menaruh harapan besar agar musibah ini menjadi momentum perubahan, titik balik bagi pemerintah dalam membangun infrastruktur yang lebih kokoh serta kesiapsiagaan yang lebih serius, sehingga Denpasar tidak lagi terjebak dalam siklus bencana serupa di masa mendatang. BINTANG PURNAMA/Wulan

Editor : Imron Arlado
#bali #banjir #denpasar #hujan ekstrem Bali #BMKG #bpbd