Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

SBY: Demonstrasi Berhari-hari jadi Alarm untuk Menghidupkan Dialog dan Kebersamaan

Imron Arlado • Selasa, 9 September 2025 | 02:04 WIB

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memandang gelombang demonstrasi yang terus bergulir selama berhari-hari di berbagai daerah bukan sekadar letupan emosional rakyat, melainkan sebuah peringatan keras bagi bangsa.

Menurutnya, rangkaian aksi itu harus dipahami sebagai panggilan untuk kembali menghidupkan budaya dialog yang sehat serta meneguhkan kembali ikatan kebersamaan. 

SBY menekankan, protes di jalanan adalah sinyal penting yang menunjukkan adanya keresahan mendalam di masyarakat, dan karenanya menuntut pemerintah, elite politik, serta seluruh elemen bangsa membuka ruang komunikasi yang lebih terbuka dan inklusif.

Dengan cara itu, potensi polarisasi tidak semakin tajam, melainkan bisa diarahkan menjadi energi positif untuk memperkuat demokrasi.

Bagi SBY, demonstrasi tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai ancaman terhadap ketertiban umum. Lebih dari itu, ia menilai aksi turun ke jalan merupakan bentuk sah dari aspirasi rakyat yang tengah mencari ruang untuk didengar.

 

Baca Juga: Identitas Korban Mutilasi di Pacet Mojokerto Terungkap, Gadis Muda Asal Lamongan, Begini Cara Polisi Menguaknya

 

Menurutnya, jika gejolak publik hanya dijawab dengan pendekatan koersif dan kekuasaan, yang akan muncul hanyalah sekat baru antara pemerintah dengan masyarakatnya. SBY menegaskan, jalan keluar yang lebih bijak adalah membuka ruang dialog.

Sebab, dialog bukan hanya mampu meredakan ketegangan yang memanas, tetapi juga menjadi sarana penting untuk memulihkan kepercayaan rakyat terhadap negara dan pemimpinnya.

SBY turut mengingatkan bahwa perjalanan sejarah bangsa telah berulang kali menunjukkan, ketika saluran komunikasi yang adil tertutup, jalanan selalu berubah menjadi panggung utama tempat rakyat menyuarakan kegelisahan mereka.

Bagi SBY, kondisi semacam ini seharusnya tidak dihadapi dengan sikap abai atau menutup telinga. 

Sebaliknya, gelombang demonstrasi mesti diperlakukan sebagai cermin yang jernih, memperlihatkan bahwa masih ada pekerjaan besar yang belum tuntas: mewujudkan keadilan sosial serta menghadirkan negara yang benar-benar mendengar warganya.

Ia menekankan, hanya dengan kesediaan untuk mendengar dan membuka ruang dialog, kepercayaan rakyat dapat kembali dirajut dan arah demokrasi tetap terjaga. 

Menurut SBY, derasnya arus informasi di era sekarang, ditambah dengan menguatnya potensi perpecahan sosial, menuntut bangsa Indonesia untuk lebih waspada.

Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak dalam pola pikir saling menyalahkan yang justru memperlebar jurang perbedaan.

Bagi SBY, momen-momen genting seperti ini seharusnya menjadi panggilan untuk menegakkan kembali nilai kebersamaan sebagai pondasi utama kehidupan berbangsa. 

Ia menegaskan, tanpa spirit persatuan yang kokoh, setiap gejolak sosial akan mudah membesar dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu demi kepentingan sempit yang pada akhirnya dapat merugikan bangsa itu sendiri.

Dalam pesannya, SBY menegaskan harapannya agar seluruh elemen bangsa—mulai dari pemerintah, kelompok oposisi, hingga masyarakat sipil—dapat kembali menjadikan dialog sebagai jalur utama dalam meredakan perbedaan.

 

Baca Juga: Kaget! Ella JKT48 Ditangguhkan Aktivitasnya, Ini Penyebabnya

 

Ia melihat rangkaian demonstrasi yang berlangsung berhari-hari bukan sekadar letupan sesaat, melainkan pertanda bahwa ada persoalan mendesak yang menunggu penyelesaian. 

Oleh karena itu, momentum ini jangan sampai dipakai untuk memperdalam jurang perpecahan, melainkan harus dimanfaatkan sebagai kesempatan emas untuk merajut kembali simpul-simpul persatuan nasional yang mulai longgar. 

Menurut SBY, hanya dengan jalan kebersamaan itulah bangsa ini dapat keluar dari krisis dengan kepala tegak dan demokrasi yang tetap terjaga. BINTANG PURNAMA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#sby #pemerintah #protes #ri #demonstrasi