JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Setiap wilayah atau kota yang ada di dunia pasti memiliki ciri khas dan keunikannya masing-masing untuk menarik perhatian banyak orang.
Salah satu wilayah yang memiliki ciri khas unik yang cukup berbeda dari wilayah di negara lainnya, yakni Cappadocia.
Cappadocia merupakan sebuah wilayah yang terletak di negara Turki bagian tengah. Wilayah ini terkenal akan bentuk atau tata ruangnya yang unik, tidak biasa, dan berbeda dengan wilayah negara lain.
Hal tersebut terbukti secara nyata dari keberadaan bangunan unik yang bernama Fairy Chimneys.
Bangunan ini tersusun dengan rapi dari batu tufa yang terkikis halus dan membentuk lembah-lembah serta pilar-pilar batu yang indah hingga dari kejauhan terlihat seperti pemandangan di negeri dongeng.
Namun, yang membuat Fairy Chimneys semakin istimewa adalah letaknya yang berada di bawah tanah.
Bangunan Fairy Chimneys juga seringkali disebut sebagai jaringan kota bawah tanah yang dibangun dengan mengukir batu tufa.
Meski berada di bawah tanah, Fairy Chimneys bukan sekedar gua-gua kecil, beberapa susunan bangunannya merupakan kompleks besar yang mampu menampung ribuan orang.
Bangunan Fairy Chimneys juga biasanya digunakan sebagai tempat berlindung selama berabad-abad.
Pembentukan bangunan-bangunan bawah tanah ini juga memerlukan waktu yang panjang dan bertahap.
Beberapa sumber menyebutkan bahwa pembukaan awal di batu tufa kemungkinan mulai terjadi sejak zaman perunggu dan zaman kuno.
Bangunan tersebut terus mengalami perubahan dan perkembangan berulang kali selama ribuan tahun hingga menjadi struktur bangunan besar yang dapat dilihat saat ini.
Perubahan tersebut juga terjadi pada masa kekaisaran Bizantium dan ketika ancaman serangan mulai meningkat.
Para penduduk lokal memperdalam dan memperluas lorong-lorong sekaligus ruang-ruang yang ada di dalam Fairy Chimneys untuk menjadikan area bawah tanah ini sebagai tempat perlindungan massal.
Komunitas Kristen setempat pada masa itu juga menggunakan tempat ini untuk berlindung dan beribadah pada masa-masa penganiayaan.
Jaringan kota bawah tanah dalam formasi bangunan Fairy Chimneys yang paling sering dikenal oleh masyarakat luas adalah Derinkuyu dan Kaymakli.
Derinkuyu sendiri merupakan yang paling terkenal dari yang lainnya dan salah satu yang terdalam. Areanya telah digali hingga mencapai kedalaman sekitar 85 meter atau setara dengan kurang lebih 280 kaki.
Kompleks Derinkuyu juga dinilai cukup besar dan diperkirakan mampu menampung sekitar 20.000 orang beserta ternak dan persediaan makanannya.
Derinkuyu juga dikenal dengan ciri khasnya yang banyak lantai, ruang penyimpanan, dapur, kandang, dan ruang ibadah.
Jaringan kota yang paling banyak dikenal selanjutnya adalah Kaymakli. Kaymakli sendiri dikenal memiliki banyak tingkat dan lorong yang saling berhubungan.
Beberapa bagian dari Kaymakli dan Derinkuyu juga terhubung oleh jalur terowongan sepanjang beberapa kilometer sehingga seluruh sistem dapat berfungsi secara bersamaan.
Baca Juga: Girl Group Aespa Comeback dengan Mini Album “Rich Man” Disambut Antusias Fans Global
Kehidupan di bangunan bawah tanah bukan seperti kehidupan sementara yang kacau, melainkan kehidupan yang terorganisir dengan zona-zona yang telah ditentukan dengan teratur.
Di dalam bangunan bawah tanah tersebut telah terdapat zona untuk tidur, memasak, menyimpan persediaan makanan, merawat ternak, ruang ibadah, hingga ruangan untuk belajar atau mengadakan pertemuan.
Bangunan-bangunan bawah tanah yang membentuk jaringan kota di Cappadocia ini menjadi bukti nyata akan kreativitas manusia dalam menghadapi ancaman dan lingkungan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia kuno sudah mampu menciptakan solusi teknis yang canggih seperti ventilasi, penyimpanan, dan pintu pengaman tanpa adanya teknologi modern.
Selain menggambarkan nilai ilmiah dan sejarah, Fairy Chimneys juga menjadi warisan yang selalu mengingatkan kita tentang kemampuan adaptasi dan pentingnya melestarikan situs-situs yang menyimpan kisah bersejarah dari peradaban sebelumnya.
FANEZA/FADYA
Editor : Imron Arlado