Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dokumen 17+8 Tuntutan Rakyat Masuk Parlemen, Bola Panas di Tangan DPR

Imron Arlado • Jumat, 5 September 2025 | 05:18 WIB

Gelombang aspirasi masyarakat “17+8 Tuntutan Rakyat”
Gelombang aspirasi masyarakat “17+8 Tuntutan Rakyat”

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Gelombang aspirasi masyarakat kembali menguat setelah munculnya “17+8 Tuntutan Rakyat” yang viral di media sosial. Tuntutan yang digagas oleh sejumlah aktivis dan influencer ini berisi 17 tuntutan jangka pendek serta 8 tuntutan jangka panjang, yang ditujukan langsung kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Penyerahan dilakukan oleh perwakilan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah. Selaku perwakilan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah, yakni Abigail Limuria, Andovi da Lopez, Jerome Polin, Andhyta F. Utami (Afu), Fathia Izzati, hingga Jovial da Lopez.

Penyerahan dilakukan secara resmi melalui gerbang Pancasila gedung DPR RI siang ini, Kamis (4/9/2025). Dokumen fisik diterima langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, serta anggota Komisi VI dari Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka.

Andre menegaskan, dokumen tersebut akan segera diserahkan melalui Sekretariat Jenderal DPR ke Badan Aspirasi Masyarakat, lalu diteruskan kepada pimpinan DPR. Sehari sebelumnya, Rabu (3/9/2025), Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad juga menegaskan bahwa pihaknya akan menggelar rapat khusus bersama seluruh pimpinan fraksi DPR. 

 

Baca Juga: Tuntutan 17+8 Jadi Simbol Baru Gerakan Perlawanan Rakyat, Apa Saja Isinya?

 

Agenda rapat tersebut adalah membahas isi tuntutan rakyat sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh atas berbagai kebijakan yang memicu gelombang protes akhir Agustus lalu.

"Kita akan lakukan besok (red: hari ini) rapat evaluasi dengan pimpinan-pimpinan fraksi untuk menyatukan pendapat dan kesepakatan di DPR," ujar Dasco usai menerima audiensi sejumlah perwakilan mahasiswa dan organisasi kepemudaan di kompleks parlemen, Rabu (3/9).

Politikus Partai Gerindra itu mengatakan tuntutan koalisi sipil yang tertuang dalam petisi 17+8 sebagian sudah disampaikan mahasiswa dalam audiensi tersebut. Dasco mengaku akan menindaklanjuti tuntutan tersebut secepatnya.

"Nah kami dalam audiensi tadi sudah menyampaikan DPR dalam waktu singkat-singkatnya akan melakukan evaluasi-evaluasi menyeluruh baik terhadap tunjangan maupun keterbukaan kegiatan DPR yaitu termasuk dalam 17+8," katanya.

 

Baca Juga: Geger di Media Sosial! Tuntutan Rakyat 17+8, Begini Isinya

 

Tuntutan ini dipublikasikan ke media sosial sejak awal September 2025 dan langsung viral setelah diunggah oleh influencer Jerome Polin serta Salsa Erwina Hutagalung, lalu ramai di-repost warganet. 

Desain dokumen menggunakan warna pink dan hijau dengan latar hitam, sehingga mudah dikenali di linimasa. “17+8 Tuntutan Rakyat” lahir dari gelombang demonstrasi 25–31 Agustus 2025 yang dipicu kekecewaan publik terhadap DPR. 

Isu utama yang menyulut kemarahan adalah kenaikan tunjangan DPR, kekerasan aparat terhadap massa aksi, hingga minimnya transparansi kinerja parlemen. Kini, bola panas tuntutan berada di tangan DPR.

Publik menanti apakah 17+8 akan benar-benar ditindaklanjuti atau hanya menjadi deretan janji tanpa realisasi.

 

Baca Juga: Bukan Sekadar Viral, Ini Isi 17 + 8 Tuntutan Rakyat yang Menggema di Dunia Maya

 

Tri Yulia Setyoningrum

Editor : Imron Arlado
#dpr #aspirasi publik #tuntutan rakyat #Reformasi Parlemen #17 Plus 8