Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Momen Joget Eko Patrio di DPR Memicu Gelombang Protes Masyarakat

Imron Arlado • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:21 WIB
Momen Joget Eko Patrio di DPR Memicu Gelombang Protes Masyarakat (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)
Momen Joget Eko Patrio di DPR Memicu Gelombang Protes Masyarakat (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

Jawa Pos Radar Mojokerto – Eko Hendro Purnomo, yang dikenal dengan nama panggung Eko Patrio, kembali menjadi sorotan publik pada Agustus 2025 setelah video dirinya berjoget di Gedung DPR/MPR RI viral di media sosial.

Kejadian ini terjadi saat Sidang Tahunan MPR 2025. Video tersebut merekam momen saat Eko bersama beberapa anggota DPR lainnya, tampak santai berjoget kecil di kursi masing-masing sembari menikmati alunan musik dari pertunjukan seni orkestra Universitas Pertahanan.

Aksi ini terjadi setelah Presiden Prabowo menyampaikan pidato RAPBN 2026 dan Nota Keuangan, ketika acara sedang masuk sesi hiburan penutupan.

Lagu-lagu daerah seperti Sajojo dan Gemu Fa Mi Re yang dibawakan menjadi latar musik joget spontan yang dilakukan para anggota DPR tersebut.

 

 

Meskipun Eko menganggap momen itu adalah bentuk apresiasi atas penampilan para taruna yang membanggakan, aksi joget tersebut memicu gelombang kritik keras dari masyarakat.

Publik menilai perilaku Eko Patrio dan rekan-rekannya tidak pantas dilakukan dalam lingkungan parlemen yang seharusnya mencerminkan kehormatan lembaga negara.

Kritikan semakin tajam di tengah kondisi perekonomian yang sulit dan isu kenaikan gaji serta tunjangan anggota DPR yang tengah menjadi perbincangan hangat.

Banyak warga menilai joget tersebut mencederai rasa empati anggota DPR terhadap beban rakyat dan menurunkan citra serta wibawa lembaga legislatif.

 

 

Kritik publik semakin memuncak ketika Eko Patrio mengunggah video parodi di media sosial yang menampilkan dirinya sebagai DJ dengan "sound horeg", sebuah istilah yang mengiringi musik parodi.

Unggahan tersebut ditanggapi negatif karena dinilai seolah meledek dan menantang aspirasi rakyat yang telah mengkritik sikap anggota DPR, termasuk dirinya.

Respons ini dianggap tidak mencerminkan sikap politisi yang seharusnya menunjukkan keseriusan dan empati terhadap kebutuhan masyarakat.

Menanggapi kontroversi yang berkembang, Eko Patrio akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dalam pernyataannya di Senayan Park, Jakarta, pada 24 Agustus 2025, ia menegaskan bahwa aksi jogetnya tidak bermaksud menyinggung siapapun dan bahwa parodi sound horeg yang dibuatnya adalah bagian dari momen pembubaran panitia 17 Agustus-an di partainya.

 

 

Ia mengungkapkan penyesalan jika unggahan dan tindakannya menimbulkan persepsi negatif dan kegaduhan di masyarakat, serta berharap permintaan maafnya dapat meredakan polemik yang terjadi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi para pejabat publik agar senantiasa menjaga sikap dan komunikasi publik yang lebih berhati-hati dan sensitif terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eko Patrio diharapkan bisa menjadi contoh keteladanan meski ia tetap menjalankan tugasnya di legislatif.

Insiden ini menambahkan daftar kontroversi yang melibatkan Eko sejak ia beralih dari dunia hiburan komedi menjadi politisi.

Meski demikian, ia masih dianggap sebagai tokoh yang memadukan karier di dua bidang berbeda, yaitu hiburan dan politik, dengan pengaruh yang tetap besar di masyarakat Indonesia.

Devi/Linda

Editor : Imron Arlado
#media sosial #anggota dpr #sound horeg #Parodi #joget #kritik #eko patrio