Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Davina Karamoy Meledak di Film Terbaru, Kembali Jadi Pelakor yang Kontroversial

Imron Arlado • Kamis, 28 Agustus 2025 | 00:23 WIB
Davina Karamoy: Aktor
Davina Karamoy: Aktor

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Nama Davina Karamoy kembali jadi sorotan publik dalam film terbarunya, di mana ia sekali lagi dipercaya memerankan sosok "pelakor" yang penuh kontroversi.

Karakter tersebut tidak hanya mengaduk-aduk emosi penonton, tetapi juga semakin menegaskan posisinya sebagai aktris muda yang berani menabrak batas stereotip.

Dengan gestur, ekspresi, dan intensitas aktingnya, Davina seolah menghidupkan tokoh tersebut hingga terasa nyata, membuat penonton dihadapkan pada dilema membencinya sebagai karakter atau mengaguminya sebagai aktris.

Dalam film bergenre thriller-romansa ini, Davina tampil dengan karakter yang licik, manipulatif, namun tetap memikat  sosok penggoda yang hadir sebagai perusak rumah tangga sekaligus penguji batas kesetiaan. 

Bukan sekadar tempelan dramatis, perannya menjadi pusat konflik yang menggerakkan alur cerita dan membuat tensi kian meninggi.

 

Baca Juga: Hari Ini Penculik Anak Asal Surabaya Divonis

 

Tak ayal, respons penonton pun terbelah ada yang mengapresiasi keberanian Davina menyelami peran hingga ke akar, ada pula yang begitu terbawa emosi hingga meluapkan kekesalan seolah karakter itu nyata.

Fenomena "pelakor" tak pernah kehilangan daya magnetnya. Ia selalu jadi bahan gosip hangat sekaligus tontonan yang laris, baik di televisi maupun layar lebar.

Di sinetron, sosok ini kerap dituding sebagai biang keladi runtuhnya rumah tangga; sementara di film, ia dihadirkan sebagai simbol konflik yang menjanjikan ketegangan sekaligus drama emosional. 

Davina, dengan tatapan menusuk dan chemistry yang kuat, berhasil merasuk ke dalam stereotip itu hingga terasa begitu hidup seakan menghapus sekat antara akting dan kenyataan. 

 

Baca Juga: Kafe di Tengah Hutan Pinus Pacet Mojokerto Mendadak Terbakar, Pemicu Kejadian Diselidiki Kepolisian

Di situlah daya tarik sejatinya penonton dibuat geram, tetapi di saat bersamaan tak kuasa berpaling darinya.

Bagi Davina, peran ini bak pedang bermata dua. Di satu sisi, popularitasnya kian menanjak, namanya makin sering jadi bahan perbincangan, dan ia mulai dipandang sebagai aktris muda yang berani menantang arus dengan pilihan peran berisiko. 

Namun, di sisi lain, label "pelakor" yang terlanjur melekat bisa berubah menjadi jebakan membatasi ruangnya untuk mengeksplorasi karakter lain yang tak kalah menantang. 

Inilah titik uji sebenarnya bagi Davina apakah ia mampu mengubah kontroversi menjadi pijakan untuk menunjukkan kemampuannya yang serba bisa, atau justru terperangkap dalam stereotip yang lahir dari kesuksesannya sendiri.

 

Baca Juga: Ribuan Rumah Mojokerto Masih Tak Layak Huni, BLES Turut Sinergi

 

Pada akhirnya, kembalinya Davina Karamoy sebagai "pelakor" di layar lebar bukan sekadar persoalan akting semata, melainkan sebuah fenomena yang merefleksikan selera sekaligus rasa ingin tahu publik. 

Selama penonton masih haus akan drama penuh intrik dan konflik emosional, sosok pelakor akan selalu menemukan panggungnya dihujat sekaligus dirindukan.

Bagi Davina, setiap kontroversi yang lahir dari perannya justru bisa berfungsi sebagai batu loncatan, mengukuhkan namanya di industri hiburan.

Film terbarunya membuktikan satu hal penting cinta dan kebencian penonton bukanlah hambatan, melainkan energi ganda yang bisa terus mendorong karirnya melesat ke depan.

BINTANG PURNAMA/Devi

Editor : Imron Arlado
#film #davina karamoy #bioskop #popularitas #pelakor