JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gempa Bumi dengan magnitudo 4,3 mengguncang wilayah Kuta Selatan, Bali, Pada Minggu (24/08). Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui laman resminya.
Menurut data BMKG, Gempa terjadi pada pukul 15.31.14 WITA, hasil analisis update dari BMKG menunjukan bahwa gempabumi ini berkekuatan M=4,3. Episenter terletak pada koordinat 9,33º LS; 115,19º BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 95 km Barat Daya Kuta Selatan, Bali pada kedalaman 60 km.
Dilansir dari akun instagram resmi @bmkgbali, menyebutkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia dibawah lempeng Eurasia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme gerakan naik.
Guncang gempa terasa di beberapa wilayah yakni di wilayah Kuta Selatan, Kuta Utara, Denpasar dan Karangasem. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut.
BMKG mengkonfirmasi adanya gempa tersebut, “Hasil pemodelan tsunami dengan sumber gempa bumi tektonik menunjukan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI,” tulis BMKG dalam unggahan akun instagram @bmkgbali (24/08).
Dalam laporan tertulisnya BMKG juga mengkonfirmasi bahwa hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Berikut himbauan BMKG kepada masyarakat:
- Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenaranya.
- Himbauan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa.
- Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kerumah.
Gempa M4,3 yang mengguncang Kuta Selatan, Bali pada Minggu siang ini tidak menimbulkan potensi tsunami dan dampaknya relatif kecil. Namun, BMKG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan memantau informasi resmi terkait perkembangan aktivitas seismik di wilayah Bali dan sekitarnya. Tio
Editor : Imron Arlado