Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Marak Pesan Berantai Imbau Tolak Ajakan Demo 3 September di Grahadi Surabaya, Warga Kota Mojokerto Resah Bertanya-tanya

Fendy Hermansyah • Jumat, 22 Agustus 2025 | 18:12 WIB

BIKIN RESAH: Warga Kota Mojokerto menunjukkan pesan berantai yang memberondong akun WhatsApp-nya sejak Jumat (22/8).
BIKIN RESAH: Warga Kota Mojokerto menunjukkan pesan berantai yang memberondong akun WhatsApp-nya sejak Jumat (22/8).
KOTA – Pesan berantai melalui aplikasi WhatsApp kembali marak beredar di tengah masyarakat Jawa Timur. Pesan tersebut berisi imbauan agar warga tidak mengikuti aksi demonstrasi pada 3 September 2025 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Dalam pesan itu, ajakan demo disebut sebagai bentuk provokasi dan upaya adu domba yang dikaitkan dengan pengacara Cak Sholeh, SH bersama sejumlah pihak.

“Kpd Warga Jatim, ajakan demo tgl 3 Sept 2025 di Grahadi Sby itu adlh bentuk provokasi. Jgn mau Warga Jatim jd korban atas upaya adu domba dr M. Sholeh, SH dkk. Utamakan dialog drpd saling mengolok,” demikian bunyi pesan yang turut mencatut nama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pesan tersebut muncul setelah sebelumnya juga beredar ajakan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Cak Sholeh untuk menggelar aksi di Surabaya pada awal September.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari BPIP maupun aparat kepolisian terkait kebenaran isi pesan tersebut. Aparat juga belum memberikan pernyataan mengenai ada tidaknya izin aksi demonstrasi di Grahadi pada tanggal 3 September mendatang.

Salah satu warga Kota Mojokerto mengaku mendapatkan pesan berantai tersebut sejak Jumat (22/8) pagi. Bahkan pesan yang diterima tidak hanya satu melainkan hingga tiga pesan dari tiga nomor telepon yang berbeda.

"Sedari pagi muncul pesan seperti itu. Sampai sekarang sudah tiga pesan whatsapp dari nomor yang berbeda-beda," keluh Arief, warga Perumahan Griya Permata Meri. (fen) 

 

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#demo #unjuk rasa #khofifah #grahadi surabaya