Dalam pesan itu, ajakan demo disebut sebagai bentuk provokasi dan upaya adu domba yang dikaitkan dengan pengacara Cak Sholeh, SH bersama sejumlah pihak.
“Kpd Warga Jatim, ajakan demo tgl 3 Sept 2025 di Grahadi Sby itu adlh bentuk provokasi. Jgn mau Warga Jatim jd korban atas upaya adu domba dr M. Sholeh, SH dkk. Utamakan dialog drpd saling mengolok,” demikian bunyi pesan yang turut mencatut nama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Pesan tersebut muncul setelah sebelumnya juga beredar ajakan melalui WhatsApp yang mengatasnamakan Cak Sholeh untuk menggelar aksi di Surabaya pada awal September.
Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari BPIP maupun aparat kepolisian terkait kebenaran isi pesan tersebut. Aparat juga belum memberikan pernyataan mengenai ada tidaknya izin aksi demonstrasi di Grahadi pada tanggal 3 September mendatang.
Salah satu warga Kota Mojokerto mengaku mendapatkan pesan berantai tersebut sejak Jumat (22/8) pagi. Bahkan pesan yang diterima tidak hanya satu melainkan hingga tiga pesan dari tiga nomor telepon yang berbeda.
"Sedari pagi muncul pesan seperti itu. Sampai sekarang sudah tiga pesan whatsapp dari nomor yang berbeda-beda," keluh Arief, warga Perumahan Griya Permata Meri. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah