Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Daftar Gunung Tutup Jalur Saat HUT RI ke-80, Simak Jadwal dan Alasannya!

Imron Arlado • Rabu, 13 Agustus 2025 | 20:33 WIB

 

Daftar Gunung Tutup Jalur Saat HUT RI ke-80, Simak Jadwal dan Alasannya!
Daftar Gunung Tutup Jalur Saat HUT RI ke-80, Simak Jadwal dan Alasannya!

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Sejumlah gunung di Indonesia menutup sementara jalur pendakiannya saat menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kebijakan ini diberlakukan oleh pihak pengelola taman nasional dan balai konservasi untuk berbagai alasan, mulai dari faktor keamanan, aktivitas vulkanik, hingga pelestarian budaya dan pemulihan ekosistem.

Pada tanggal 17 Agustus, biasanya menjadi momen spesial bagi para pendaki untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak gunung. Namun, pada tahun ini, tidak semua gunung membuka jalur pendakiannya.

Berikut daftar gunung yang menutup akses pendakian pada 17 Agustus 2025 beserta jadwal dibukanya kembali:

  1. Gunung Semeru – Jawa Timur

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara jalur pendakian Gunung Semeru mulai 17-26 Agustus 2025. Penutupan ini dilakukan dalam rangka menghormati dan mendukung pelaksanaan Hari Raya Karo, salah satu upacara adat masyarakat Suku Tengger.

Pendakian terakhir hanya diperbolehkan hingga Sabtu, 16 Agustus 2025 dan seluruh pendaki diwajibkan untuk turun ke Ranupani paling lambat pada Minggu, 17 Agustus 2025 pukul 16.00 WIB. Jalur Pendakian akan dibuka kembali pada Rabu, 27 Agustus 2025.

 Baca Juga: Bendera Merah Putih Sepanjang 80 Meter Akan Berkibar di Puncak Gunung Arjuno

  1. Gunung Gede Pangrango – Jawa Barat

Gunung Gede Pangrango termasuk salah satu gunung yang menutup jalur pendakian pada 17 Agustus tahun ini. Meski alasan penutupan tidak dijelaskan secara detail, pihak Taman Nasional Gunung Gede ( TNGGP) telah memastikan bahwa pendakian tidak akan diizinkan pada hari kemerdekaan.

Biasanya, penutupan seperti ini dilakukan untuk antisipasi lonjakan jumlah pendaki yang dapat merusak lingkungan serta sebagai upaya menjaga keselamatan para pendaki.

  1. Gunung Merapi – Yogyakarta/Jawa Tengah

Pendakian Gunung Merapi tidak akan dibuka untuk umum pada 17 Agustus 2025. Penutupan jalur pendakian Merapi disebabkan oleh status aktivitas vulkanik yang masih berada di level III atau Siaga. Gunung ini masih berpotensi mengeluarkan guguran lava dan awan panas, sehingga risiko keselamatan pendaki sangat tinggi.

Berdasarkan surat resmi yang dikeluarkan oleh Balai Taman Nasional Gunung Merapi yang ditandatangani oleh Kepala Balai, Muhammad Wahyudi, dijelaskan pendakian tetap dilarang hingga waktu yang belum ditentukan. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi bencana demi melindungi keselamatan para pendaki.

  1. Gunung Merbabu – Jawa Tengah

Di Gunung Merbabu, penutupan hanya untuk jalur pendakian via Thekelan. Berdasarkan informasi dari pengelola Taman Nasional Gunung Merbabu, jalur ini akan ditutup selama 1–31 Agustus 2025.

Alasan penutupan jalur ini yaitu untuk penataan jalur pendakian dan pemulihan ekosistem, serta mencegah risiko kebakaran hutan yang rawan terjadi di musim kemarau. Jalur Thekelan sendiri pernah terdampak kebakaran hebat pada 2023, sehingga diperlukan langkah pencegahan yang ketat.

“Jalur pendakian Thekelan pada tahun 2023 termasuk jalur yang mengalami dampak cukup besar akibat kebakaran hutan sehingga perlu langkah-langkah antisipasi,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Gunung Merbabu.

 

Pendaki yang ingin merayakan kemerdekaan 17 Agustus di puncak Gunung Merbabu masih bisa menggunakan jalur pendakian yang lain, seperti jalur pendakian via Wekas, Selo dan Suwanting. Rizma.

Editor : Imron Arlado
#17 Agustus #gunung semeru #gunung gede pangrango #HUT RI 80 #gunung merbabu #Gunung merapi